
Menjelang malam, Rakha melajukan mobilnya membelah kemacetan Ibukota. Alexander duduk di sampingnya dengan jari jemari yang bergerak lincah di layar ponselnya.
Sayang, aku dalam perjalanan pulang, apa kamu ingin menitip sesuatu?. Alexander
Kalau tidak keberatan, aku mau cake rasa coklat dan Strawberry Sayang. Jova
Tentu saja tidak! ada lagi?. Alexander
Tidak ada, Sayang! itu saja. Jova
Baiklah. Alexander dengan menambah lambang hati berwana merah.
"Mampir ke toko kue, Kha!" ucap Alex
"Siap, Bos!" ucap Rakha, "Bos! apa kau tidak melihat ada yang aneh dari gerak gerik Asisten Jova?" tanya Rakha.
"Aku tau maksudmu!" jawab Alex santai.
"Apa!" pekik Rakha, "dan kau membiarkan dia menjadi Asisten pribadi Jova?" tanya Rakha membulatkan matanya melihat Alex di sampingnya.
"Semalam aku memerintahkan seseorang untuk mencari informasi lengkap tentang gadis itu!" ucap Alex, "dan tadi pagi aku baru membaca email yang dikirim mereka!"
"Lalu?" tanya Rakha penasaran.
"Gadis itu dari keluarga sederhana, ayahnya meninggal sekitar 5 tahun lalu dan dia menjadi tulang punggung keluarganya!" jelas Alex. "Dan hari ini aku mengujinya, ternyata berdasarkan laporan Pengawal gadis itu bekerja dengan baik!"
"Tapi aku melihat gelagat aneh dari gadis itu! dia seperti menyimpan sesuatu, semacam perasaan iri berlebihan!" jelas Rakha.
"Iya!" jawab Alex, "pertama kali aku melihatnya kemarin sore, aku sudah melihat gelagat yang membuatku ingin membuangnya hari itu juga!" ucap Alexander mengeratkan giginya. "Dan setelah aku melihat latar belakangnya yang menurutku baik - baik saja, aku jadi sedikit kasian. Mengingat dia seumuran dengan istriku. Hanya sifatnya saja yang mudah iri melihat kebahagiaan orang lain. Jika kau melihatnya lebih jauh, aku yakin gadis itu masih bisa di rubah!"
"Oh ya?" Rakha mengerutkan keningnya. "lalu apa rencana mu?"
"Beri dia pemanasan!" ucap Alex tegas.
"Pemanasan?" tanya Rakha mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Pemanasan apa maksudmu?"
"Hah!" Alex membuang nafas kasar, "apa yang pertama kali muncul di otakmu saat aku bilang pemanasan?"
"Hahaha!" Rakha tertawa tanpa menjawab pertanyaan Alexander.
Mendengar tawa Rakha di dengan raut wajah nakalnya, Alexander sudah bisa menyimpulkan apa isi otak Rakha.
"Apa otak mu sekotor otak Devander!" ucap Alex melirik Rakha di sampingnya.
"Tentu saja tidak!" jawab Rakha cepat.
"Kau peringatkan dengan tegas, dia pasti punya otak untuk memikirkan yang terbaik untuknya. Di buang atau bertahan!"
"Ha! aku tau apa yang harus aku lakukan!" ucap Rakha dengan senyum sinisnya. "BTW siapa nama gadis itu?"
"Aku selalu lupa siapa namanya!" ucap Alexander.
"Haha! otakmu isinya hanya nama Jovanka Lovata Barraq!" ucap Rakha mengejek.
"Tentu saja!" sahut Alex, "aku kan bukan kau! apalagi Devander!"
"Ya..ya..ya..! aku percaya!"
"Lagi pula untuk apa kau tanya siapa namanya!" tanya Alex, "apa menurutmu dia masuk kriteriamu?"
"Hah!" pekik Rakha melirik Alex sekilas, "Tidaklah! masih cantikan Indira!" ucap Rakha.
"Indira?" Alex mengerutkan keningnya mengingat - ingat nama Indira, "Indira bukannya sahabat Jova yang mengejar mu itu?"
"Iya!" jawab Rakha cepat.
"Wah! kau memujinya cantik?" tanya Alex yang heran, "apa kau mulai menyukainya? itu kabar baik untuk istriku!" ucap Alex.
__ADS_1
"Kabar baik kepala mu!" ucap Rakha, "aku hanya bilang jika di bandingkan dengan Asisten istrimu, Indira lebih cantik!"
"Jangan berkilah!" ucap Alex, "sampai sejauh apa hubungan kalian? hah?" tanya Alex yang kepo.
"Jangan mengalihkan pembicaraan!" ucap Rakha sedikit kesal.
"Halah! katakan! apa saja yang sudah kalian lakukan? kissing?" tanya Alexander dengan nada menggoda Rakha.
"Kepo!"
"Hah! bilang saja iya!"
"Khilaf!" ucap Rakha pasrah.
"Khilaf?" Alex mengerutkan keningnya, "brarti kau benar - benar sudah pernah menciumnya?"
"Semalam!" jawab Rakha
"Wow!" Alexander bertepuk tangan kecil. "Tidak sia - sia usaha gadis itu menaklukkan buaya darat!"
"Jangan bicara sembarangan!" sahut Rakha, "aku hanya tidak sengaja, hanya terbawa suasana saja. Entah kenapa melihat bibirnya, jiwa buaya darat ku muncul begitu saja!"
"Lalu apa dia marah?"
"Tentu saja tidak!" ucap Rakha percaya diri, "memang ada wanita yang menolak untuk aku cium?" tanya Rakha sombong, "kalau saja kau wanita, kau pasti kesenangan kalau aku mencium mu!"
"Cih!" Alex membuang mukanya ke arah jendela. "Percaya dirimu berlebihan! buktinya istriku tidak tertarik padamu!"
"Itu karena dia lebih dulu mengenalmu!" ucap Rakha, "meskipun dia sudah tau sosok Rakha Leonard sejak aku bergabung dengan Group G!" lanjut Rakha.
"Oh ya!" ucap Alex dengan nada mengejek.
# # # # # #
Keesokan harinya, sepulang kuliah Jova kembali meminta Maya untuk mengantarnya ke kantor suaminya. Dia membeli makan siang untuk semua orang di lantai 30. Jova memasuki di ikuti Maya di belakangnya. Jova menuju ruang tunggu untuk membagi makanan.
"Baik, Nona!" ucap Maya mengangguk mengerti .
"Aku masuk dulu!" ucap Jova.
"Iya, Nona!" ucap Maya sambil mengambil dua kota nasi untuk Security dan Lisa.
Jova masuk ke ruangan Alexander tanpa mengetuk pintu.
"Sayang!" panggil Alexander.
"Hai!" jawab Alex. "Apa yang kamu bawa, Sayang?" tanya Alexander melihat dua kotak di tangan Jova.
"Makan siang!" ucap Jova meletakkan kotak nasi di atas meja sofa.
"Owh, tumben langsung bawa!"
"Entahlah, tiba - tiba aku ingin saja langsung membawanya," jawab Jova singkat lalu berjalan ke arah Alex. "Sayang, aku ingin duduk di pangkuan mu!" ucap Jova manja melihat Alex yang terlihat sibuk.
"Eh! sini!" ucap Alex menarik pelan tangan Jova untuk duduk di pangkuannya.
"Apa kamu keberatan?" tanya Jova yang sudah duduk manja di pangkuan Alex.
"Tentu saja tidak, Sayang!" jawab Alex, "lakukan apa yang ingin kamu lakukan!" ucap Alex mencium rambut Jova yang menjuntai.
"Tapi pekerjaan mu terlihat sangat banyak!" ucap Jova setelah mengamati meja kerja Alex.
"Tidak juga! hanya banyak berkas saja!" jawab Alexander.
# # # # # #
Di luar ruangan Alex, Maya sedang membagikan kotak makan pada Security dan Lisa. Kotak makan terakhir yang dia pegang saat ini, adalah milik Rakha. Maya ragu untuk berjalan ke arah pintu ruangan Rakha.
__ADS_1
Bersiap untuk masuk ke ruangan Mr. Tampan! andai saja aku jadi Nyonya Rakha Leonard! batin Maya berkelana membayangkan dirinya hidup seperti Jova.
Maya melangkahkan kakinya dengan menyungging senyum manisnya.
Tok tok tok
"Masuk!" sahutan suara tegas terdengar dari dalam ruangan Rakha.
Maya membuka pintu dengan sangat pelan. Dengan jelas Maya melihat ruang kerja Rakha yang tampak sangat rapi. Pandangan matanya teralihkan pada Rakha yang sedang sibuk di depan laptopnya.
Wow! tampan sekali kalau seperti ini! pantas saja banyak gadis terpikat padanya. batin Maya.
"Selamat siang, Tuan" sapa Maya.
Seketika Rakha yang sedari tadi tidak melihat siapa yang datang, menoleh saat yang di dengar suara yang masih asing baginya.
"Saya mengantarkan makan siang yang di bawakan Nona Jovanka untuk Tuan Rakha" ucap Maya.
"Letakkan di sana!" ucap Rakha menunjuk meja sofa dengan dagunya.
"Baik, Tuan!" jawab Maya lalu berjalan ke arah sofa.
Setelah meletakkan kotak makan Rakha, Maya berniat untuk segera kembali. Namun saat menoleh Rakha hendak berpamitan, Rakha sudah menatapnya dengan tatapan yang sama seperti kemarin. Maya hanya diam berdiri menghadap Rakha.
Kenapa Tuan Rakha selalu menatapku seperti itu? tidak mungkin dia tertarik padaku kan? batin Maya percaya diri.
"Duduklah!" perintah Rakha menunjuk kursi di depannya dengan sedikit gerakan kepalanya.
"Baik, Tuan!" jawab Maya.
Maya berjalan ke arah meja Rakha, dan duduk di salah satu kursi yang menghadap Rakha.
Rakha mengamati Maya dengan seksama, mencari kebenaran dari ucapan Alex kemarin. Sesaat kemudian Rakha mengangguk pelan. Ekspresi dingin dari wajahnya terlihat semakin menakutkan bagi Maya.
Ya Tuhan, ruangan ini di tempati laki - laki yang sangat tampan, tapi aura yang timbul kenapa mencekam seperti ini? ucap Maya dengan jantung yang mulai berdetak tidak normal.
Maya benar - benar tidak berani menatap mata tajam seorang Rakha Leonard. Laki - laki pecicilan, playboy tapi bisa dengan mudah merubah matanya menjadi tatapan serigala yang mengunci musuhnya.
Apa yang akan di lakukan Rakha pada Maya ya?
Jawabannya di next episode ya...
**Novel** ***RAKHA*** **dan** ***INDIRA*** **bisa di baca dengan judul** ***30 HARI MENGEJAR BADAI***
**Masih di Platform yang sama ya**.

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan Like dan Komentar ya Kakak.
Terima kasih yang sudah memberikan Hadiah dan jangan lupa Vote nya. Mumpung hari senin, hehe.
Salam Lovallena.
__ADS_1