I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Happy Engagement!


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Jova sudah selesai dengan ujian akhir semester tujuh nya. Dalam seminggu ini, Jova beberapa kali mengunjungi Alexander untuk makan siang bersama. Atau jika Jova tidak berkunjung, malamnya Alexander akan menjemput Jova untuk makan malam di luar.


Dan hari ini semua di sibukkan dengan acara pertunangan Alexander dan Jova nanti malam. Baju Jova dan Alexander yang di pesan di Singapura sudah di bawa keluarga Fellicya ke Indonesia satu hari yang lalu. Dan baju couple untuk dua keluarga pun sudah di siapkan Mama melalui Desainer baju papan atas di Indonesia.


Devan, Oma dan Opa pun sudah datang dari London, England. Walau Devan tidak akan hadir di pesta, dia tetap ikut, walau hanya akan menunggu di apartemen miliknya, 25D.


Ballroom hotel mewah milik Group G menjadi pilihan tempat di selenggarakannya pesta pertunangan sang pewaris. Ballroom itu kini terlihat begitu mewah. Padahal pertunangan ini tidak terlalu mengundang banyak tamu. Hanya kolega penting dan keluarga saja. Walau begitu bukan Nyonya Adelia Gibran namanya kalau tidak menyiapkan pesta megah untuk sang putra tercinta.


Wartawan dari berbagai media massa sudah bersiap di hotel sejak pagi. Beberapa awak media berulang kali mengabarkan kondisi dan situasi menjelang acara pesta pertunangan sang Tuan Muda.


Saat ini Jova sedang di rias di salah satu kamar hotel oleh penata rias profesional yang tentu saja di pilih sang calon Mama mertua.


Begitu juga Alexander dan juga yang lainnya. Mereka di rias di kamar yang terpisah. Semua mempersiapkan diri dengan sangat baik.


Hingga malam pesta pun tiba. Acara di buka oleh penyanyi Ibukota yang sedang hits saat ini. Tak kalah, MC nya pun MC terkenal yang biasa wira wiri di TV.


Tristan yang sudah siap dengan baju keluarga yang dia kenakan, terlihat sangat antusias mengikuti lagu yang sedang di nyanyikan oleh sang bintang tamu. Apalagi dia duduk di kursi VIP, tentu lebih mudah untuk bisa melihat sang bintang dengan jelas.


Sampai akhirnya, tibalah acara inti. Alexander sudah duduk di antara kedua orang tuanya dengan mic di tangannya. Jova pun sudah duduk di antara kedua orang tuanya. Mereka duduk saling berhadapan.


Berbagai kalimat tulus yang sudah di rancang Alexander sebelumnya untuk meminta Jova dari orang tuanya sudah terucapkan seluruhnya.



Hingga acara berakhir dengan sangat meriah. Jova dan Alexander berdiri berdampingan untuk menerima ucapan selamat dari para tamu undangan dan keluarga. Foto bersama keluarga pun tak terlewatkan sedikitpun.


Sedari tadi kilatan kamera wartawan dan media online tidak ada hentinya. Pemberitaan tentang pertunangan sang pewaris Group G dengan gadis biasa menjadi trending hari ini. Setidaknya itu judul yang di sematkan kebanyakan wartawan untuk artikel dan berita yang akan mereka tayangkan.


Saat ini, semua tamu tengah menikmati hidangan penutup, dengan di hibur bintang tamu pilihan. Terlihat mereka sangat menikmati acara pesta yang sangat meriah itu.


Jova dan Alexander duduk di kursi yang khusus disediakan untuk mereka, sebagai pemeran utama malam ini.


"Sayang, apa Eyang tidak datang?" tanya Jova, "aku tidak melihatnya sama sekali"


"Datang kok, beliau di apartemen"


"Sepertinya Eyang benar - benar tidak menyukai ku" ucap Jova sedih.

__ADS_1


"Jangan di pikirkan. Lama - lama juga akan menerimamu. Eyang hanya belum mengenalmu saja" ucap alexander mengusap lengan Jova.


Jova membuang nafasnya kasar. Mencoba mencari cara untuk meraih restu dari sang calon Eyang mertua.


Acara berakhir, semua kembali ke kamar hotel yang sudah disiapkan untuk masing - masing keluarga.


Fellicya memilih untuk satu kamar dengan jova. Dia ingin mengakrabkan diri dengan calon kakak iparnya. Di tambah mereka yang seumuran, jelas saja mereka akan nyambung jika mengobrol.


# # # # # #


Di tempat lain, pasangan terlarang baru saja menyelesaikan hubungan terlarang mereka. Kini mereka berada di bawah selimut berpelukan dengan tubuh polos mereka.


Tampak sang laki - laki masih memainkan tangannya di dada si wanita. Dan si wanita memegang remote TV untuk mencari tayangan tengah malam yang dapat menghibur malam mereka di salah satu hotel yang berada di pulau Bali. Tapi semua stasiun TV masih memberitakan tentang pertunangan Alexander dan Jova.


Awalnya dia hanya sedikit kesal, lama - lama di membanting remote TV di tangannya. Ya! dia adalah Carissa Birdella. Dia merasa kesal karena kalah dengan seorang gadis biasa seperti Jova.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya laki - laki yang memeluknya.


"Harusnya aku yang bertunangan dengan si Alexander itu!"


"Mereka hanya bertunangan, belum menikah. Kau masih punya kesempatan untuk merebut Alexander!" ucap laki - laki itu.


"Kau bisa menjebaknya dengan tub*h sek*i mu ini sayang!" laki - laki itu meraba lekukan tub*h Carissa dan berakhir dengan rem*san lembut di b*k*ng Carissa.


"Apa maksudmu?"


"Tch! kalau rayuan dari bibir manismu ini tidak mempan, kau gunakan tubuhmu untuk merayu hasrat lelakinya!"


"Tapi Alexander bukan laki - laki sepertimu, yang mudah ku rayu dengan tubuhku!"


"Haha, kau tau! sebenarnya aku juga berusaha untuk setia pada kekasihku. Tapi nyatanya aku bisa tergoda dengan tub*h sek*i dan mul*s mu ini! yaa walau hanya untuk sekedar bermain - main" ucapnya santai. Tapi Carissa sama sekali tidak keberatan dengan ucapan itu, karena diapun hanya mengincar uang dari laki - laki itu.


"Sepertinya aku harus mencoba ide mu!" ucap Carissa.


"Tentu saja, Sayang! sekarang ayo kita bermain - main lagi. Hasrat ku sudah muncul lagi hanya dengan memainkan dua buah manis mu ini!" merem*s kasar apa yang sedang dia genggam.


"Emm beri aku harga double!" ucap Carissa dengan rayuan manis.

__ADS_1


"Tentu saja! 1 M untukmu!"


"Emm itu baru namanya crazy rich!" ucap Carissa dengan suara menggoda.


Laki - laki itu kembali mengapit tub*h pol*s Carissa di bawahnya, dan mulai mengulang apa yang baru saja mereka lakukan.


# # # # # #


Di kamar Jova, Fellicya sedang membantu Jova untuk menghapus riasan Jova. Dan mengembalikan rambut Jova yang kaku karena hair spray.


"Fellicya, kau kuliah mengambil jurusan apa?"


"Kedokteran!"


"Kau ingin jadi dokter?"


"Ya iyalah Jova! kalau aku ingin jadi arsitek masak kuliah kedokteran" jawab Fellicya tersenyum lucu dengan pertanyaan Jova.


"Haha, sepertinya kepintaran kalian itu mendarah daging ya? sama seperti Alexander yang sangat cerdas itu!"


"Kalau kamu ambil jurusan apa?"


"Bisnis! tapi sebenarnya aku malas kuliah. Tapi kalau tidak kuliah Ayah ku pasti kecewa"


"Ya iyalah, kalau memang mampu kenapa tidak!"


Obrolan panjang mereka masih berlanjut, hingga Fellicya menceritakan masa kecilnya yang sulit membedakan mana Alexander dan mana Devander. Jova tampak sangat antusias dengan semua cerita Fellicya.


Fellicya tidak mau kalah, dia terus bertanya awal mula pertemuan mereka. Sampai mereka tertawa bersama.




Author benar - benar berterima kasih pada teman - teman yang meninggalkan Like dan Komentarnya.


Terima kasih juga atas hadiah dan vote nya.

__ADS_1



Salam Lovallena


__ADS_2