I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Minum Susu Ibu Hamil


__ADS_3

Di gudang Rusun, Julie mengerjapkan matanya, tersadar dari bius para anak buah suruhan Rakha. Dia mengangkat sedikit kepalanya dan mencoba menerawang keberadaannya. Julie melihat tubuhnya yang terikat di kursi.


"Siapa yang melakukan ini!" gumam Julie, melihat di sekitarnya yang banyak laki - laki berpakaian ala Bodyguard warna hitam.


Ada yang duduk, ada yang berdiri, merokok, berbincang, ada juga yang menatap tajam ke arahnya. Pengawal yang berjaga saat ini sepertiga dari jumlah Pengawal tadi siang, karena mereka harus bekerja secara shift agar tenaga dan kesehatan mereka tetap terjaga.


"Heh! bodoh!" suara wanita mengarah padanya.


Seketika Julie mencari sumber suara yang sangat dia kenali.


"Carissa!" pekik Julie melirik Carissa yang terikat sama seperti dirinya. "Dimana ini?" tanyanya.


Mereka di ikat saling membelakangi, dengan jarak cukup aman. Jadi kalau mereka ngobrol, pasti terdengar oleh Pengawal dan terekam CCTV.


"Dasar bodoh!" ucap Carissa, "Aku kan sudah bilang padamu, lakukan secara halus! Kenapa kau pun masih ketauan oleh Rakha!"


"Rakha?" tanya Julie mengerutkan keningnya, "maksudmu Rakha Leonard?"


"Siapa lagi nama Rakha yang berhubungan erat dengan Alexander kalau bukan Rakha Leonard!"


"Bagaimana dia bisa tau? padahal aku selalu bertemu gadis itu di kampus!"


"Mata - mata Alexander ada di mana - mana, kau tau!"


"Sial!" pekik Julie, "brarti pekerjaan ku juga akan terancam!" tanya Julie.


"Itu urusanmu! karena itu akibat dari kebodohanmu!"


"Sialan kau Carissa!" ucap Julie, "lebih baik aku mengembalikan uangmu dari pada kehilangan pekerjaanku!"


"Kenapa kau menyalahkan aku!" tanya Carissa sinis, "kau sendiri yang tidak hati - hati!" ucap Carissa. "Lagi pula uang yang ku berikan padamu lebih dari kesepakatan kita!"


"Sial!" pekik Julie.


"Siapa suruh kau mata duitan!"


Julie menghembuskan nafas kasar, menyebikkan bibirnya kesal.


Bagaimana kalau sampai aku di pecat? gumam Julie. Jovanka benar, seharusnya aku benar - benar baik padanya jika masih ingin bekerja! Sekarang, bahkan Carissa tak perduli padaku. Atau bahkan dia akan mendapat hukuman lebih berat dariku! lanjutnya.


# # # # # #


Jam 8 malam Alexander keluar dari kamarnya, hendak menuruni tangga. Baru 3 anak tangga dia lebih dulu melihat Maya yang keluar dari arah dapur.


"Hey! kau!" panggil Alex yang lagi - lagi lupa dengan nama Maya.


Merasa mendengar suara Alex memanggilnya, Maya berhenti dan mendongak ke atas tangga.


"Iya, Tuan!" jawab Maya mengangguk hormat.


"Kau ambil kantong belanjaan di mobilku! ini kuncinya!" melempar kunci mobil ke arah Maya di bawah tangga, yang berhasil di tangkap Maya dengan sempurna.


"Ini mobil yang mana, Tuan?" tanya Maya.

__ADS_1


"Kau bisa baca dan tulis kan!" ucap Alexander menyipitkan matanya melihat Maya di bawah.


Dengan cepat Maya mengamati kunci mobil dan menemukan ukiran nomor plat mobil pada gantungan kunci.


"Baik, Tuan! saya mengerti!" ucap Maya.


"Beri tau aku kalau kau sudah membawanya!" ucap Alex lalu kembali naik ke atas.


"Baik, Tuan!" ucap Maya yang tidak di jawab Alex tapi masih bisa di dengar.


Maya keluar menuju parkiran, sebelumnya dia sudah bertanya pada Lastri sandi pintu apartemen Alex. Maya kebingungan mencari mobil Alex di parkiran yang luas dan bertingkat. Sampai akhirnya menemukan tulisan Parkir VIP, yang mana isinya beberapa mobil mewah yang di dominasi mobil sport. Maya masuk dan menemukan mobil sport dengan plat nomor yang sesuai dengan kuncinya. Maya mencoba menekan kunci otomatis dan benar menyala. Maya membuka pintu mobil dan mendapati kantong belanja. Maya mengambilnya dan kembali mengunci mobil secara otomatis. Maya mencoba mengintip kantong belanja itu, yang jelas terlihat hanya ada banyak kotak susu. Maya mengambil satu dan membacanya.


"Susu ibu hamil?" gumam Maya pelan, "apa Nona Jovanka hamil?" tanya Maya pelan.


Maya segera kembali ke apartemen Alexander, dan meletakkan kantong itu di atas meja makan.


"Mbak Lastri?" Maya menghampiri Lastri yang sedang mencuci piring. "Apa Nona Jovanka hamil?"


"Mana aku tau, May!" jawab Lastri.


"Itu!" Maya menunjuk kantong kresek yang abru saja dia ambil, "Tuan dan Nona membeli banyak susu ibu hamil dengan berbagai rasa!" ucap Maya. "Kalau benar Nona hamil, kenapa belum ada berita tentang kehamilan Nona Jovanka ya?"


"Sstt!" Lastri meletakkan jari telunjuknya di bibirnya, menatap tajam pada Maya, "Kalau Tuan tidak bicara apapun padamu, jangan pernah mencari tau atau menceritakan apa yang kau lihat pada orang lain. Itu kalau kau masih ingin bekerja di sini!" jelas Lastri dengan penuh penekanan.


"Owh! maaf Mbak Lastri!" ucap Maya, "saya belum tau aturan bekerja disini" lanjut Maya.


"Iya!" jawab Lastri, "sebaiknya kamu menyimpan apapun yang kamu lihat seorang diri!" lanjut Lastri.


"Iya, Mbak! saya mengerti" jawab Maya mengangguk lalu keluar dari dapur. Dan berjalan menaiki tangga.


Maya kembali turun dan bertanya pada Lastri. Setelah mendapat jawaban Maya kembali naik dan mengetuk pintu yang di maksud Lastri.


Tok tok tok


Beberapa saat kemudian handle pintu bergerak, lalu terbuka dan memperlihatkan tubuh tinggi Alexander.


"Ada apa?" tanya Alexander pada Maya yang justru seperti orang bodoh melihat dirinya.


"Itu Tuan," Maya menunjuk arah bawah dengan gugup, "kantong belanjaan Tuan sudah di meja makan" ucap Maya.


"Hemm!" jawab Alexander, hendak menutup pintu.


"Tuan!" panggil Maya saat pintu hampir tertutup.


"Apa lagi?" tanya Alex menahan kesal.


"Ini kunci mobil Tuan!" ucap Maya menyodorkan kunci mobil.


Alexander menengadahkan tangannya, menerima kunci mobilnya dari Maya dan langsung menutup pintu tanpa permisi. Maya membalikkan badan dan menuruni tangga.


"Sayang! kamu tunggu sini, aku buatkan susu untukmu!" ucap Alex.


"Ok, Sayang!" jawab Jova.

__ADS_1


"Kamu mau coba rasa apa dulu?"


"Coklat!" jawab Jova.


"Baiklah Nyonya Alexander, tolong di tunggu dengan sabar ya!" ucap Alex.


Alexander keluar dan menuruni tangga, menuju dapur. Membuka kantong kresek dan mencari susu yang rasa coklat. Setelah menemukan Alexander membaca cara membuat susu ibu hamil. Setelah paham, Alex mulai membuatnya dua gelas penuh.


"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Lastri yang berada di dekat pintu ke ruang belakang.


"Tidak!" jawab Alex tanpa menoleh. "Kau rapikan saja kotak susu itu!" perintah Alex.


"Baik, Tuan!" jawab Lastri sambil menunduk.


Setelah siap, Alexander membawa dua gelas susu di tangannya ke atas.


Apa Tuan muda Alexander juga minum susu ibu hamil? batin Lastri.


"Sayang! kenapa bikin dua?" tanya Jova yang duduk selonjoran di tempat tidur dengan bersandar di sandaran ranjang.


"Ini untuk mu, dan ini untukku!" jawab Alex.


"Kamu juga mau?"


"Iya!" Alexander tergelak, "aku tidak tau kenapa aku jadi suka minum susu! apalagi kalau buatan mu seperti tadi pagi!" ucap Alex kemudian meneguk susunya hingga tandas.


"Hihi! lucu kamu Sayang!" ucap Jova dan ikut meneguk susu hingga habis.


# # # # # #


Menjelang pagi, Alexander duduk di sofa dekat jendela kaca kamarnya, dengan hanya memakai boxer sambil memainkan ponsel di tangannya. Dia sangat menikmati udara pagi, saat gelap langit mulai memudar.


Jova menggeliat di balik selimut tebalnya, dan langsung membuka mata saat tak merasakan tubuh Alexander di dekatnya. Jova mengedarkan pandangannya dan menemukan Alexander yang duduk di sofa membelakanginya.


Jova bangkit dari tidurnya, menarik semua selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya pasca pertempuran indah semalam. Jova turun dari ranjang, berjalan pelan ke arah Alex, dengan tiba - tiba mencium pipi Alexander. Alexander sedikit terkejut mendapat kecupan mendadak di tengah konsentrasinya membaca email.


"Sayang, kenapa kamu bangun sepagi ini?" tanya Alexander pada Jova yang masih menempelkan hidung di tengkuk lehernya.




Sarannya dong Kak! enaknya di buat Tamat Cepat atau Lambat nih?


Komentar ya Kakak, please! hehe.



Jangan lupa untuk selalu meninggalkan Like ya Kakak.



Terima kasih,

__ADS_1



Salam Lovallena.


__ADS_2