
Semua keluarga sudah mendengar kabar Jova akan melahirkan. Keluarga dalam perjalanan ke rumah sakit malam itu juga. Papa & Mama juga Ayah dan Ibu begitu juga Tristan yang ikut datang ke Rumah sakit. Dua orang baby sitter yang di siapkan Mama pun ikut ke Rumah Sakit setelah mendapat kabar dari Mama.
Saat ini Jova sudah berada di ruang bersalin, dan Alex selalu setia menemani di sampingnya. Jova berkali kali mengalami kontraksi.
Alex tak henti mengusap perut Jova yang sudah batas maksimal besarnya. Tangan Jova tak sekalipun lepas dari genggaman Alex. Alex mencium kening Jova setiap kali Jova merasakan sakit.
"Sayang! sakiiit!" ucap Jova dengan mengeratkan giginya menahan sakit.
"Kamu pasti kuat, Sayang!" ucap Alex mencium kening Jova dengan perasaan yang benar - benar tidak tega melihat istri kesayangannya merasakan sakit.
Menjelang pagi tibalah baby twin merangsak untuk keluar. Rika sudah siap dengan berdiri di ujung tempat tidur bersalin. Tiga Suster mendampingi proses kelahiran baby twin itu.
"Aaaakkkh!" celetuk Jova saat berusaha mendorong salah satu bayi yang kepalanya sudah mendekati jalan keluar.
Alex menggenggam erat tangan kanan Jova. Tangan kiri Jova menarik apapun yang bisa di tariknya. Kerak baju Alex, rambut Alex atau apapun yang ada pada diri Alex. Penampilan Alex saat bukan lali Alex yang rapi dan tampan, tapi Alexander yang acak adul.
"Tuan, coba baby nya di ajak bicara, mungkin baby akan mendengarkan semangat dari Tuan!" ucap Dokter Rika.
"Bicara apa?" tanya Alex ketus melihat Rika yang sekita kehilangan kata - kata mendapat tatapan dingin Alexander.
"Apa saja Tuan!" sahut suster yang membantu persalinan Jova.
"Kata - kata penyemangat untuk baby nya Tuan!" lanjut Rika setelah tersadar oleh sahutan Suster yang membantunya.
"Baby twin, Sayangnya Daddy?" panggil Alex lembut sambil mengusap lembut perut Jova. "Ayo Sayang keluarlah, kasian Mommy nak sudah kesakitan sejak tadi Sayang," ucap Alex dengan sangat lembut meskipun rambutnya tengah di tarik istrinya. "Kamu lihat Sayang, rambut Daddy pasti habis setelah ini. Apa kamu mau punya Daddy muda yang botak?" ucap Alex dengan nada cepat.
"Aaakkh..!" teriak Jova yang seketika tertahan karena mendengar ucapan suaminya.
Begitu juga Dokter dan Suster sedikit terkejut dengan kalimat semangat yang di ucapkan Alexander. Hanya saja mereka hanya berani diam, mengingat yang bicara adalah Tuan muda dingin pemilik Rumah Sakit itu.
"Sayaaang!" jerit Jova menarik leher Alexander dengan kuat.
Tak di sangka, ucapan Alexander itu berhasil membuat bayi laki - laki keluar dari jalan lahir dengan sangat mudah. Di ikuti bayi perempuan yang ikut keluar lebih cepat dari perkiraan.
Kedua bayi itu berada di tangan dua suster yang sudah siap menerima uluran dari Dokter.
Semua yang ada di ruangan itu merasa lega, terlebih Alexander yang sedari tadi tidak tega melihat istrinya kesakitan. Alexander mencium lama kening istrinya.
"Terima kasih Sayang, anak kita sudah lahir" bisik Alex pada Jova yang tengah mengatur nafas. Jova mengangguk dengan senyum puas.
"Ini baby nya, Nona!" kedua Suster itu meletakkan baby twin yang sudah di bersihkan ke dada Jova.
Jova tersenyum bahagia melihat baby twin di dalam dekapannya. Alexander pun tak kalah bahagia. Dia mendekap istri dan baby twin mereka. Senyum bahagia yang hanya pernah di lihat Jova, orang tua, dan sahabatnya itupun kini dapat di lihat Dokter dan Suster yang saling pandang.
Setelah di rasa cukup hangat, baby twin di ambil oleh dua Suster dan membersihkan mereka. Jova di pindahkan ke ruang rawat VVIP.
Alexander keluar dengan di sambut keluarga yang sudah berkumpul dan menunggu sedari tadi. Dengan wajah mereka yang terlihat menahan kantuk.
"Boy! bagaimana cucu Mama?" tanya Mama yang langsung menghampiri dan memegang kedua lengan Alex.
"Sehat, sedang di bersihkan oleh Suster. Sebaiknya kita pindah ke ruang rawat. Istri Alex sedang perjalanan ke ruang rawat!"
"Alhamdulillah!" ucap semua yang ada di sana.
__ADS_1
"Penampilan kamu berantakan sekali Boy!" ucap Mama memperbaiki kerah baju Alex dan mengusap rambut putranya itu.
"Hemm!" jawab Alex cuek.
"Bagaimana rasanya menemani istri melahirkan anak kembar Nak?" tanya Papa dengan nada menyindir istrinya.
"Haha!" gelak Alex melihat Mama di depannya.
Dengan kekuatan seribu bulan Mama menginjak kaki Papa dengan sekuat tenaga.
"Aakhh!" pekik Papa mengangkat kaki kanannya yang kesakitan.
"Rasain!" ucap Mama puas.
Seketika Ayah, Ibu dan Tristan menahan tawanya. Seorang Haidar Gibran yang ternyata sangat konyol jika sedang bersama istrinya. Sebuah fakta unik yang baru kali ini diketahui Ayah dan Ibu.
"Papa..Papa!" ucap Alex berlalu dari ruang bersalin, di ikuti Mama, Ibu, Ayah, Maya juga Tristan. Meninggalkan Papa yang masih merasakan kesakitan.
Jova sudah berada di ruang rawat VVIP. Begitu juga yang lainnya, semua masuk ke ruangan itu. Pintu terbuka, memperlihatkan dua orang Suster mendorong box bayi ke dalam ruangan.
"Waah!" seketika Ibu dan Mama menyambut kedatangan cucu mereka. Mama mengambil bayi perempuan, dan Ibu mengambil bayi laki - laki.
"Apa kalian sudah menyiapkan nama?" tanya Mama tanpa melihat Jova dan Alexander yang duduk di tempat tidur pasien Jova.
"Sudah!" jawab Alex cepat.
"Siapa?" tanya Ibu melihat Alex.
"Queenara Alexander Gibran dan Qiandra Alexander Gibran! ucap Alex"
"Tentu saja!" sahut Alex.
Papa dan Ayah ikut menimang bersama istri mereka masing - masing. Alexander mencium kening Jova, setelah melihat keluarganya yang terlihat sangat bahagia atas kehadiran baby twin mereka.
"Kamu bahagia tidak?" tanya Jova mengusap kepala Alex yang menunduk kepadanya.
"Kenapa masih bertanya!" jawab Alex dengan senyum yang sedari tadi tidak lepas dari bibirnya.
Dua orang baby sitter yang sudah berusia setengah baya itu pun iku melihat gemas pada baby twin Jova dan Alex.
# # # # # #
Dua hari kemudian baby twin mereka sudah bisa di bawa pulang. Mereka langsung menuju ke rumah utama Papa. Jova dan Alex langsung masuk ke kamar Alexander yang ada di rumah itu.
Kamar baby twin pun ternyata di sebelah kamar Alexander. Jova sempat terkejut dengan kamar baby twin yang di desain oleh Mama sendiri.
Setelah memberikan Asi pada baby twin, Jova segera mengambil makan siangnya yang sudah di siapkan Maya. Sedangkan baby twin yang sudah tidur itupun di bawa oleh suster ke kamar mereka.
# # # # # #
Begitulah hari - hari mereka berlalu selama satu minggu ini. Pagi ini Alex sudah mulai masuk bekerja dengan mengendarai mobil sendiri. Jova mengantar sampai ke depan hingga mobil menghilang di balik gerbang.
Setelah memastikan Alexander berangkat Jova kembali masuk ke rumah di ikuti Maya yang selalu mengikuti langkah kaki Jova. Baru sampai di depan anak tangga, Jova mendengar suara yang tidak asing.
__ADS_1
"Kakak ipar!" panggilan ke arah Jova yang berasal dari arah pintu utama.
Jova menoleh dan seketika menyilangkan tangan di depan dadanya. Maya ikut menoleh ke arah pintu.
Cepat sekali Tuan berganti baju? rambutnya juga berbeda! batin Maya.
"Dimana keponakanku yang tampan sepertiku! dan cantik seperti Mamaku!" tanya Devan yang sudah berdiri di depan Jova.
Keponakan? tanya Maya dalam hati. Bukannya anaknya?
"Bisa tidak suaramu itu lebih kecil?" ucap Jova sedikit kesal.
"Maafkan aku Kakak ipar! hehe!" gelak Devan.
"Mereka sedang tidur!" jawab Jova.
"Dimana kamarnya?" tanya Devan antusias.
"Naiklah, kau pasti akan menemukan kamar mereka!"
"Ok!" jawab Devan, saat hendak melangkah Devan melihat Maya yang sedari tadi berdiri di dekat tangga. "Siapa dia?" tanya Devan pada Jova.
"Maya! asistenku!"
"Oh!" jawab Devan langsung berlari menaiki tangga.
"Nona? bukannya itu Tuan?" tanya Maya yang sedari tadi kebingungan.
"Bukan!" jawab Jova. "Itu Devander! saudara kembar suamiku!"
"Apa!" pekik Maya yang baru tau kalau Alexander itu kembar. "Kenapa saya tidak pernah melihatnya?"
"Dia tinggal di luar negeri!" jawab Jova sambil berjalan ke arah lift dekat tangga. "Oh! ya! jangan sampai orang luar tau kalau suamiku itu kembar! identitas Devander di sembunyikan sejak kecil!"
"Baik, Nona!" jawab Maya yang masih shock mendapati rahasia besar keluarga Haidar Gibran.
Terima kasih pada reader setia dengan nama ***Desy Rianti***, saran namanya sangat bagus untuk baby twin 🥰
Jangan lupa mampir di Novel Rakha dan Indira ya. Judulnya 30 Hari Mengejar Badai.
Jangan lupa tinggalkan Like nya ya!
Terima kasih,
__ADS_1
Salam Lovallena.