
Setelah makan malam, Alexander menggandeng tangan kiri Jova naik ke Skypark. Untuk melihat keindahan Singapura dari ketinggian 200 meter.
Jova sangat bahagia menikmati kebersamaan mereka malam ini. Jova mengambil foto berdua dengan Alexander. Tak sedikitpun Jova lepas dari genggaman Alexander. Mereka terlihat sangat romantis.
Setelah puas berada di atas gedung 57 lantai itu, mereka kembali ke kamar hotel saat jam menunjukkan pukul 10 malam waktu Singapura.
"Tidurlah, besok kita harus ke dokter lagi", ucap alexander melepas genggaman tangan Jova saat sudah sampai depan pintu kamar hotel Jova.
Jova mengerucutkan bibirnya. Dia masih ingin melihat Alexander. Dia sedang merasa sangat bahagia. Sehingga rasa kantuk seolah enggan menghampiri matanya.
Melihat Jova yang seperti enggan masuk ke kamarnya, Alexander mendekatkan tubuhnya ke tubuh Jova, tangan kirinya merangkul pinggang Jova. Alexander mencium lama dahi Jova, menyalurkan cinta dan perasaan yang dia rasakan sekarang.
"Masuklah sayang, kau harus istirahat", ucap Alexander lembut.
"Tapi aku tidak mengatuk"
"Sudah, masuklah", Alexander membuka pintu kamar Jova, mendorong Jova untuk masuk ke kamar. "Selamat malam sayang".
Jova masuk ke kamarnya tanpa menjawab ucapan Alexander. Dia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sangat nyaman itu. Matanya menatap ke langit - langit kamar.
Ingatannya kembali pada saat berciuman dengan Alexander. Ciuman pertama yang membuatnya ingin lagi dan lagi. Dia menyentuh bibirnya, meraba pelan. Senyum manis tersungging di bibir manisnya.
"I love you dosen tampanku", Jova mengecup sekilas fotonya dan Alexander yang sudah di jadikan wallpaper ponselnya. "Sepertinya aku jadi bucin mendadak", Jova tergelak geli.
Dia membuka galery foto di ponselnya, dan menggeser foto - fotonya bersama Alexander. Setelah puas memandangi wajah Alexander yang sejak lama menjadi pujaan hatinya, dia meletakkan ponselnya di atas nakas. Lalu masuk ke kamar mandi, dan mengganti bajunya dengan baju tidur yang di beli kemarin.
# # # # # #
Di kamar hotel Alexander, dia sedang duduk di kursi tidur dekat jendela kaca. Membuka ponselnya yang juga ada foto Jova dan dirinya.
"Sebenarnya aku tak ingin mengungkapkan perasaan ku sekarang", gumam Alexander pelan. "tapi aku tidak tau harus berbuat apa agar kau terikat padaku".
Alexander menarik nafas dalam dan membuangnya pelan. Dia mengusap wajah cantik Jova di ponselnya. Lalu menjadikan foto Jova sebagai wallpaper di layar ponselnya.
"I love you Jova", Alexander mencium foto Jova.
# # # # # #
Jam lima pagi Jova bangun dari tidurnya, dia masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci mukanya. Setelah itu dia segera keluar dari kamar hotelnya. Langsung mengetuk pintu kamar Alexander.
Tok Tok Tok
Tidak ada jawaban, Jova memutar gagang pintu dan terbuka.
"Lah, kok tidak di kunci sih?", gumam Jova. Jova langsung masuk ke kamar Alexander.
Tempat tidur Alexander kosong, Jova membuka pintu kamar mandi yang ternyata juga kosong.
"Kemana dia?", gumam Jova pelan.
Jova kembali ke kamarnya, mengambil ponselnya di atas nakas. Mencari nomor ponsel Alexander, dia ingat Alexander menyimpan namanya sebagai Handsome.
__ADS_1
Jova mendial nomor Alexander, panggilan pertama tidak di angkat. Jova mulai kesal di tinggal tanpa ijin. Dia mendial lagi nomor Alexander.
"Hallo sayang?", jawaban dari Alexander.
"Akhirnya! kamu kemana? kenapa tidak ada di kamar mu?", tanya Jova menahan kesal.
"Kamu sudah bangun?"
"Kalau belum bangun aku tidak akan menghubungimu"
"Haha iya juga. Tunggu di kamarmu saja sayang, sebentar lagi aku akan kembali"
"Ok!".
Jova mematikan panggilannya. Lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa kamarnya. Dia mengedit nama nomor Alexander. Dari Handsome menjadi 'My Prince' dengan emoticon love merah di belakang namanya.
15 menit menahan kesal, akhirnya Alexander membuka pintu kamar Jova tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Jova langsung berhambur memeluk Alexander. Alexander memeluk erat tubuh Jova dengan kedua tangannya.
"Kamu dari mana?", Jova mengangkat kepalanya dari dada Alexander. Tapi tangannya masih melingkar di leher Alexander.
"Hanya lari pagi sayang, memangnya kenapa?"
"Kenapa tidak mengajakku?"
"Tadi aku sempat mengetuk pintu mu, dan kau tidak membukanya. jadi aku pikir kamu masih tidur", jawab Alexander yang di akhiri dengan mengecup sekilas bibir Jova.
"Oh ya?"
"Hemm", Alexander membawa Jova untuk duduk di sofa dekat jendela. Sebelum duduk Alexander membuka gorden yang menutupi pemandangan di luar. Lalu mendudukkan Jova di pangkuannya menghadap jendela kaca. Tangan kirinya mengunci pinggang Jova. Jova melingkarkan tangan di leher Alexander.
"Aku ingin saat membuka mata kamu orang pertama yang aku lihat", ucap Jova tersenyum manis.
Alexander tergelak, merasa lucu dengan Jova. Tidak di sangka nya Jova akan jadi seperti ini setelah dia menyatakan cinta. Alexander pikir Jova masih akan menguji kesungguhan cintanya.
"Kenapa malah tertawa?", tanya Jova serius.
"Tidak apa apa", Alexander menghentikan tawanya. "I love you sayang".
Alexander mengecup dahi, kedua pipi Jova, kedua mata Jova yang terpejam merasai kecupan Alexander. Lalu hidung, dagu kemudian meraih bibir Jova.
Tak butuh waktu lama Jova membalas ciuman Alexander. Ciuman yang lembut dan hangat. Keduanya memejamkan matanya. Sama - sama menikmati bibir lawannya. Alexander memasukkan lidahnya, mengeksplore semua isi mulut Jova. Menarik lidah Jova dengan lidah dan bibirnya. Entah ilmu dari mana Alexander mendadak sepandai itu.
Alexander melepas lembut ciumannya. Keduanya membuka mata perlahan dan saling melihat bibir lawannya. Alexander mengusap bibir basah Jova. Lalu menatap mata Jova dengan tatapan penuh cinta.
Tanpa bertanya Alexander kembali meraih bibir Jova yang menjadi candunya. Kedua tangan Alexander menyusup ke dalam baju tidur Jova, mengusap lembut punggung Jova yang mulus. Hawa panas merasuki keduanya.
Tangan kiri Alexander meraba pengait bra Jova. Tapi kemudian menarik tangannya keluar dari baju tidur Jova. Jova membuka matanya, melepas ciumannya. Mengusapkan bibirnya di pundak Alexander. Lalu Menatap dalam mata Alexander.
"Kenapa?", tanya Jova.
"Kenapa apanya?"
"Bukankah tadi kamu ingin melepas pengait bra ku? kenapa tidak jadi"
Alexander tersenyum, merasa lucu dengan pertanyaan Jova.
__ADS_1
"Memangnya kau mengijinkan, kalau aku memainkan bukit kembar mu itu?"
Jova tersenyum salah tingkah.
"Aku belum pernah merasakan hal seperti itu. Kamu bilang aku hanya akan menikah denganmu kan. Jadi boleh saja kalau kau menginginkannya"
"Menginginkan apa?", Alexander tersenyum jahil menggoda Jova.
"Ih!", Jova memukul pundak Alexander merasa malu dengan ucapannya.
"Haha jadi kau menawari ku? Kamu tau kan, tidak ada kucing yang menolak ikan. Jadi ketika kucing di beri kesempatan untuk memakan ikan dia pasti memakannya dengan lahap"
"Lalu?"
"Lalu akan memakan mu"
"Apa!", Jova panik setelah sadar penjelasan Alexander. "Maksud ku kau hanya boleh bermain dengan dada ku di balik bajuku, tidak lebih dan tidak dengan yang lain! Kau juga tidak boleh melihatnya!", ucap Jova penuh penekanan.
"Hahahaha", Alexander terkekeh dengan ekspresi Jova. "Tenang sayang, aku bukan kucing garong. Aku tidak akan memakan mu dan tidak akan menyentuh aset berharga mu sebelum aku menikahi mu", ucap Alexander dengan penuh kesungguhan.
Jova tersenyum mendengar penjelasan Alexander.
"Kau yakin?"
"Tentu saja!", ucap Alexander penuh keyakinan. "Saat ini aku hanya minta ini ini ini ini", menunjuk semua yang ada di wajah Jova. "Untuk yang lain aku akan menahan diriku".
Jova tersenyum senang dengan setiap penjelasan dan perlakuan Alexander. Jova langsung meraih bibir Alexander dengan agresif. Alexander membalas ciuman Jova yang seolah menyalurkan perasaannya.
"Kenapa kamu jadi agresif?", tanya Alexander setelah Jova melepas ciumannya.
"Kamu melarang ku membalas ucapan cintamu kan? jadi dengan cara ini aku akan membalasnya", ucap Jova tersenyum.
Alexander tersenyum, matanya menatap dalam mata Jova.
Justru itu membuat ku semakin takut kau tersakiti Jova. Ucap Alexander dalam hati.
"I love you", ucap Alexander mengecup bibir Jova.
Jova tersenyum, tapi hatinya berkata, I love you too.
Jangan lupa VOTE, Favoritkan dan berikan dukungan teman - teman untuk novel ini ya.
Dan jangan lupa tinggalkan Like dan Komentarnya juga.
Terima kasih,
__ADS_1
Salam Lovallena.