I LOVE YOU DOSEN!

I LOVE YOU DOSEN!
Persiapan ke Pesta


__ADS_3

Jam 7 pagi, setelah membagi - bagikan oleh - oleh pada keluarganya, Jova mendial nomor Alexander, tapi tidak ada jawaban. Dia uring - uringan sendiri di dalam kamar.


"Kemana dia?", Jova kesal dan khawatir, dari semalam Alexander tidak ada kabar.


Jova melempar ponselnya di bantal sampingnya.


# # # # # #


Nanti aku akan menghubungimu sayang. Ucap Alexander dalam hati.


"Tuan Alexander, apa anda sudah siap?"


"Sudah", ucap Alexander berjalan ke ruangan yang sudah di siapkan untuknya.


# # # # # #


"Tuan muda, anda tidak boleh terlambat malam ini", ucap kepala pelayan di sebuah rumah mewah bak istana.


"Aku tau! jangan cerewet!", jawabnya sambil berjalan masuk ke rumah mewah itu.


"Tapi anda bilang harus menjemput seseorang, itu benar - benar menyita waktu tuan muda"


"Kau bisa diam tidak! aku pastikan aku tidak akan terlambat!", ucapnya penuh penekanan.


"Maaf tuan", ucap kepala pelayan menunduk.


Laki - laki itu menaiki tangga masuk ke kamarnya jika dia sedang pulang ke rumah itu.


# # # # # #


"Halo sayang! kamu kemana saja? susah sekali di hubungi", jawab Jova cemberut setelah mendapat vidio call dari Alexander.


"Kenapa? kangen?", tanya Alexander tersenyum.


"Ya iyalah! Kamu dimana? kok aku tidak pernah tau ada sofa seperti itu di apartemen mu?"


"Emm ... ", Alexander tampak berfikir. "Ini sofa di rumah orang tua ku"


"Yakin?"


"Iya sayang. Ini sudah jam dua kamu tidak siap - siap?"


"Nanti saja, aku masih merindukanmu"


"Haha, nanti kan kita ketemu"


"Jam tujuh masih lama"


"Sayang?"


"Hemm?"


"Apa aku pernah menyakitimu?"


"Tidak, kenapa?"


"Aku hanya ingin minta maaf, jika aku pernah menyakitimu"


"Apa yang kau katakan sayang?"


"Tidak ada, lupakan! haha", Alexander menyungging senyum sumringah. "Dandan yang cantik, aku ingin menyimpan foto mu malam ini"


"Siap pak dosen tampan ku", Jova tersenyum bahagia.


"Haha jangan lupa, pakai semua yang aku belikan"


"Siap sayangku", ucap Jova manja.


"I love you", Alexander mencium wajah Jova di layar ponselnya.


"Aku harus jawab apa?"


"Diam saja, tidak perlu di jawab"


Jova memanyunkan bibirnya, membuat Alexander gemas sendiri.


"Sudah dulu ya sayang, aku mau istirahat sebentar"


"Ok sayang!"


Alexander mengakhiri panggilannya dengan senyum manis.


Kemudian mendial satu nomor di ponselnya.


# # # # # #

__ADS_1


Jova merasa sangat bahagia, dia mengeluarkan semua barang - barang yang di belikan Alexander di Singapura.


Dia memilih dress berwarna light grey, dan sepatu yang senada, dia juga mengeluarkan perhiasan yang di belikan Alexander.


"Wow! untuk pertama kalinya aku akan memakai barang - barang mewah ke pesta", Jova tersenyum di depan cermin menempelkan baju di badannya dan tangan lainnya memegang perhiasannya.


Setelah mandi, Jova segera merias wajahnya secantik mungkin. Kali ini Jova ingin tampil sempurna sesuai harga barang yang dia pakai.


Setelah puas dengan riasannya, Jova mengambil dress dan memakainya. Terakhir menyematkan perhiasan mewahnya. Dia tersenyum puas dengan hasil make up nya sendiri. Dia mengambil tas yang di beli di Singapura.


Tepat setengah tujuh malam Jova menuruni tangga. Yang mana membuat ayah ibu dan Tristan menganga tak percaya.


"Kau cantik sekali kak?", ucap Tristan.


"Dari lahir aku sudah cantik, matamu saja yang bermasalah", ucap Jova menyebikkan bibirnya.


"Kak, kamu berangkat sendiri?", tanya ibunya.


"Tidak bu, Alexander menjemput ku. Tapi dia tidak ikut masuk. Aku masuk bersama Indira"


"Oh ya sudah. Dia belum datang?"


"Dia bilang jam tujuh sampai di sini"


"Oh"


Tak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di depan.


"Itu sepertinya mobil Alexander bu", ucap Jova.


"Coba cek!"


"Iya"


Jova berjalan ke arah pintu utama, membuka pintu dengan antusias.



"Hai sayang! cepat sekali kamu datang?"


Laki - laki tampan di depannya itu tersenyum dengan manisnya.


"Kamu cantik sekali malam ini"


"Terima kasih", Jova tersenyum malu.


"Tentu saja!"



Setelah mengambil foto Jova, mereka masuk ke dalam rumah untuk pamit.


"Selamat malam tuan, nyonya"


"Kamu ini kumat atau bagaimana. Sudah di bilang jangan panggil tuan dan nyonya", ucap Ibu dengan senyumnya.


"Hehe, maaf om tante, saya hanya bercanda"


"Iya, tidak apa - apa", ucap ayah Jova.


"Kalau begitu kami permisi ya om tante"


"Iya, hati - hati"


Laki - laki tampan itu membuka pintu penumpang untuk Jova.


Tidak ada yang memulai perbincangan sepanjang 10 menit perjalanan. Jova yang biasanya cerewet dan agresif mendadak canggung.


"Sayang, kenapa kau diam saja?", tanya Jova memecahkan keheningan.


"Kau kan tidak bertanya", jawabnya dengan senyum manis.


Kenapa dia jadi seperti ini? aku jadi ragu untuk banyak bicara. Batin Jova.


"Sayang kalau pulang nanti kau juga menjemput ku kan?"


"Tentu saja sayang!. Aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri"


"Makasih sayang", Jova tersenyum manis.


"Iya"


30 menit berlalu mereka sampai di hotel tempat acara HUT Group G di selenggarakan.


"Sayang, kamu yakin tidak ikut masuk?", tanya Jova. Mereka sudah turun dari mobil di depan Lobby hotel.

__ADS_1


"Tidak sayang, kamu saja"


"Yakin? padahal kamu sudah di sini", Jova cemberut.


"Kamu lihat baju ku, mana pantas untuk masuk ke acara formal seperti ini"


"Hemm", Jova mengerucutkan bibirnya.


"Masuklah"


"Iya, Indira sudah menunggu di lobby. Kamu hati - hati ya"


"Iya sayang, I love you"


Jova tersenyum manis. Ingin rasanya dia mencium Alexander, tapi apa daya, banyak tamu berlalu lalang.


Jova masuk ke lobby hotel, tanpa di sadari sepasang mata mengawasi mereka berdua.


"Ternyata benar, dia menjemput gadis sialan itu! Kau sudah berani mencari masalah dengan ku gadis kecil!"


"Indira!", panggil Jova saat melihat Indira sudah duduk di salah satu lobby hotel.



"Hai, Jov!",


"Sudah lama?", Jova duduk di samping Indira.


"Belum, baru saja" jawab Indira melihat penampilan Jova yang terlihat sangat mewah. "Berapa M untuk penampilan mu malam ini Jova", tanya Indira kagum.


"Hehehe, Alexander yang membelikan semuanya"


"Iya percaya deh, kau pantas untuk jadi nyonya Alexander"


"Kau tau, Alexander itu ternyata masih punya nama belakang. Tapi aku tidak tau siapa nama belakangnya"


"Oh ya?"


"Iya, aku tau dari piagam di apartemennya. Alexander G",


"Pasti keren tuh G nya"


"Aku tidak tau. Kita langsung masuk yuk!"


"Ayuk!"


Mereka masuk ke Ballroom hotel mewah itu. Jova menyerahkan kartu undangannya pada penjaga di depan pintu masuk.


"Wow! mewah sekali acaranya!", ucap Indira.


"Tentu saja, ini kan sekaligus acara pengenalan CEO misterius itu"


"Iya juga ya. Banyak sekali wartawan"


"Acara ini kan Live di 4 stasiun televisi milik mereka", jelas Jova.


"Aku sampai hampir lupa siapa pemilik acara ini haha"


"Dasar kau!"


"Wow, Jov!", Indira menepuk lengan Jova tanpa menoleh nya.


"Apa?", Jova menoleh pada Indira yang fokus pada arah lain. Jova mengikuti arah pandang Indira. "Ya ampun, kayak gak pernah lihat laki - laki tampan saja kau ini!", Jova mengalihkan pandangannya.


"Itu Rakha Leonard si asisten tampan itu kan?", ucap Indira yang masih menganga tak percaya melihat seorang Rakha Leonard secara langsung.


"Iya!"


"Ya ampun Jova. Ternyata aslinya jauh lebih tampan", ucap Indira yang belum mengalihkan pandangannya.


"Aku pernah melihatnya jauh lebih dekat"


"Serius?"


"Tentu!"




OTW shock! hehe


Author sangat berterima kasih pada segala bentuk dukungan teman - teman.


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2