Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 106


__ADS_3

Selang beberapa menit, Zahra tiba di ruangan itu dengan di dampingi oleh Melati dan sih gemoy Alifa.


Sih kecil gemoy itu terlihat sangat menggemaskan. Terutama di mata Arsyad.


'Ya Allah, segerakanlah kami memiliki putri secantik Alifa,' batin pria itu.


...


Saat semua telah menempati posisinya. Acara sakral itu pun segera dimulai.


Zidan, selaku satu-satunya wali Zahra, menjabat tangan Arsyad.


"Aku nikahkan dan aku kawinkan engkau saudara Rafa Arsyad Al Farizi bin Hasan Al Farizi dengan adik saya yang bernama Zahra Mahesa binti Mahesa dengan mas kawin berupa perhiasan dan seperangkat alat sholat, tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Zahra Mahesa binti Mahesa dengan mas kawin tersebut, tunai."


"Bagaimana saksi?"


"Sah!"


"Alhamdulillah!"


Semua orang berucap syukur dengan sahnya pernikahan tersebut.


Rata-rata dari mereka berderai air mata bahagia. Tak terkecuali Zahra. Entah dia sadari atau tidak. Dia merasa lega saat proses ijab qabul berjalan lancar. Yang dia takutkan tak terjadi.


Zahra, yang termenung dikejutkan oleh tangan kekar Arsyad yang memegang kepalanya lalu beralih mencium kening gadis itu. Untuk pertama kali baginya bersentuhan langsung dengan seorang pria. Bahkan dengan Samuel saja mereka belum pernah melakukannya.


Gadis itu mematung. Tubuhnya terasa kaku. Hingga Melati mencoleknya dan memberinya kode.

__ADS_1


Zahra yang tanggap pun dengan canggung meraih tangan Arsyad. Kemudian mencium punggung tangan pria yang kini berstatus suaminya itu.


...


Setelah acara ijab qabul selesai. Semuanya memilih istirahat. Pestanya akan di gelar malam, dan ini masih sekitar jam dua siang.


Rosa, Hamdan, Aisyah, Hasan, Laras, dan Gibran. Tiga pasangan itu memilih beristirahat di rumah Yoga dan Cahaya yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah Zidan. Sedang Arsyad kini berada di kamar Zahra. Dia baru tahu, jika Zahra memang tinggal di rumah Zidan.


Intip pengantin baru itu yuk!


Lihatlah, Zahra merasa kikuk berada satu kamar dengan Arsyad. Meski mereka sudah halal, tapi tetap tidak membuat Zahra berhenti merasakan gugup. Perasaan itu sungguh tidak nyaman.


Arsyad pun sebenarnya demikian. Tapi, dia laki-laki. Tentu lebih bisa menguasai diri.


"Apa kamu tidak mengganti pakaian? Maaf, maksud aku pakaian itu sepertinya sedikit ribet. Aku rasa itu tidak akan nyaman di pakai sholat."


"Emm iya, aku akan menggantinya."


Zahra berdiri dan mengambil pakaian ganti di lemari lalu memasuki kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Zahra dibuat kalang kabut oleh gaun pengantinnya. Res panjang yang terletak di belakang tak bisa ia raih.


"Aduh, kok susah sih. Lagian Melati kok pilihkan aku baju begini. Kan susah bukanya," gerutunya masih berusaha.


Tapi pada akhirnya menyerah juga.


"Emmm Mas, bisa minta tolong nggak?" tanya Zahra sambil menyembulkan kepalanya dari pintu kamar mandi. Hijabnya masih terpasang yah!


"Ada apa?" tanya Arsyad.

__ADS_1


Dia tadi mendengar Zahra yang menggerutu. Dalam hati pria itu berharap, 'Semoga Zahra minta tolong padanya untuk dibukain gaunnya.'


Wah, ngarep tuh Arsyad!


"Tolong, panggilkan Melati. Katakan, aku butuh bantuannya sekarang. Tolong!"


Hoho, pupus sudah harapan Arsyad.


"Baik, tunggu sebentar."


Pria itu lantas keluar kamar dan mencari Melati.


'Sangat tidak beruntung kamu Ar,' batinnya mengejek dirinya sendiri.


Arsyad menemukan Melati di dapur.


"Maaf, Zahra memanggil mbak Melati." ucap Arsyad.


"Buat apa?" tanya Melati sambil merebus air. Sepertinya ingin buatkan Alifa susu.


"Sepertinya mau minta tolong buat bantuin buka resleting gaunnya deh," jawab Arsyad yang membuat Melati cengo.


"Loh, kok mbak? kenapa bukan kamu saja?"


"Mungkin malu mbak."


Melati kemudian berpikir. Iya juga. Dia juga dulu kan begitu. Sangat gugup saat Zidan pertama kali membantu membuka resleting gaunnya. Tapi, sisi jahil Melati kumat.


"Mbak nggak bisa. Lihat, mbak mau buat susu untuk Alifa. Dia sudah haus dan akan rewel kalau mbak telat. Ini juga sudah jam tidur Alifa. Kamu saja sana, buruan. Waktu dzuhur tinggal dikit. Zahra pasti belum sholat."

__ADS_1


__ADS_2