
Acara pernikahan Zidan dan Melati, berlangsung meriah.
Samuel tidak tanggung-tanggung dalam mengupayakan acara tersebut.
Bahkan, Samuel kini berdiri di hadapan kedua pasangan suami istri yang baru sah beberapa saat yang lalu itu sambil menyerahkan sebuah amplop.
"Apa ini?" Tanya Zidan, menatap amplop yang kini berada di tangannya.
"Hadiah kecil dari saya. Maaf sebelumnya kalau itu tidak sesuai selera kalian." jawab Samuel. Pria itu terlihat kelelahan saat ini. Bagaimana tidak. Seminggu penuh waktunya dia kerahkan untuk persiapan acara hari ini. Dan sampai tadi saat acara berlangsung. Bukannya dia menikmati acara tersebut. Dia malah beralih profesi menjadi pihak keamanan untuk acara tersebut. Meski sudah meminta beberapa polisi berpatroli, yang merupakan anak buah ayahnya, tetapi pria itu merasa kurang puas jika bukan dia sendiri yang berdiri di depan pintu utama untuk memastikan keamanan sampai acara selesai. Dan setelah para tamu bubar, barulah Samuel menemui pasangan itu.
Semua kerabat sudah pulang. Kini tersisa keluarga inti saja. Bahkan Hana, sepupu Zidan pun telah pulang bersama orang tuanya. Yah, Hana tinggal di luar kota dan hanya sesekali main di rumah Laras, saudara ayahnya.
Zidan membuka amplop itu di depan Samuel. Agar Samuel merasa bahagia karena hadiah yang dia katakan hanya hadiah kecil itu di terima dan di hargai oleh Zidan.
__ADS_1
Tapi saat melihat isinya. Bukan hanya Zidan, namun Melati dan Zahra yang baru tiba juga terperangah dengan yang tertera disana.
"I_ini, ini hadiah kecil?" Tanpa sadar Melati mengulang ucapan Samuel sesaat yang lalu.
Faktanya, yang tertera disana sangat jauh dari kata 'kecil'. Sebuah penginapan elit yang berada di London, jadi hadiah bulan madu mereka.
Tapi bukan itu yang membuat semuanya terperangah. Kalau hanya tiket liburan beberapa hari disana, meski itu bukan termasuk 'hadiah kecil' tapi setidaknya masih masuk akal. Masalahnya, Isi amplop besar itu, adalah dua tiket penerbangan dan surat pengalihan nama sebuah penginapan atas nama Zidan sebagai pihak kedua.
Surat pengalihan nama? Samuel memberikan penginapan elit di luar negeri untuk Zidan?
"Sam_ ini... ini berlebihan."
Bukan maksud menolak pemberian dan niat baik Samuel. Tapi, ini memang berlebihan untuk diterima sebagai hadiah.
__ADS_1
"Tolong, jangan menolaknya. Ini bahkan masih kurang untuk menutupi kesalahan aku dan keluargaku." ucap Samuel.
"Ini juga baru padamu. Zahra belum." lanjutnya.
"Sam, kami sudah melupakan kejadian itu. Jangan mengungkitnya lagi. Dan berhentilah berusaha menebus kesalahan yang nyatanya sudah kami maafkan sejak lama." ucap Zahra dan di setujui sang kakak. Zidan pun ingin berkata demikian.
"Zahra benar Sam. Apa yang membuatmu kurang yakin jika kami sungguh sudah melupakan hal itu?" Tanya Zidan tak habis pikir.
Samuel tak mampu menjawab. Dia Sendiri bingung, kenapa dia masih mencoba dan terus mencoba melakukan sesuatu untuk menebus kesalahan yang telah di maafkan oleh yang bersangkutan.
"Aku yakin ini adalah hasil kerja kerasmu selama bertahun-tahun. Besok kita akan membalik nama kembali surat ini. Aku tidak menolak hadiah kecilmu Sam. Aku menerima dua tiket ini dan tentunya kami akan melakukan honey moon di penginapan itu sebagai tamu. Tapi tolong gratiskan yah?" seloroh Zidan agar suasana tidak lagi serius begitu.
Perlahan, tapi pasti. Kini Samuel pun tersenyum penuh. Iya, benar kata Zahra. Kedua kakak beradik itu telah memaafkannya sejak lama. Dia sendiri yang tidak mau melangkah dan terjebak dalam masa lalu.
__ADS_1
"Tentu! Aku sendiri yang akan memastikan kalian akan mendapat pelayanan terbaik disana." ucap Samuel.
Dalam hati Zahra berdoa, semoga setelah ini Samuel bersungguh-sungguh bisa melupakan kejadian silam. Membuang rasa bersalah dan traumanya. Agar pria itu bisa melangkah lebih percaya diri lagi.