Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 33


__ADS_3

Mendengar semua yang Melati katakan, Sultan akhirnya sedikit mengerti penyebab Samuel menculik adiknya.


Tapi yang tidak bisa Sultan mengerti, kenapa Samuel bertindak segitunya hanya karena satu penolakan Zahra.


Dia bisa saja terus berusa dan membuktikan cintanya bukan? kenapa mengambil jalan pintas itu?


"Baiklah, ini sudah larut malam. Kamu istirahatlah. Jika ingin kesini, besok aku akan menjemput kamu." Ucap Sultan membuat Melati merasa senang kembali.


"Baik, selamat malam. Assalamualaikum."


"Selamat malam, Waalaikumsalam."


Keduanya mengakhiri sambungan telpon.


"Yes, besok dijemput yayang."


Melati melompat saking girangnya.


...


Samuel memasuki kamar lalu melepas jaket yang dia gunakan.


(Suara benda jatuh)


Samuel memungut handphone Zahra yang tadi dia sita.

__ADS_1


"Maafkan aku, setelah ini aku tidak akan memaksamu lagi." Lirih Samuel sambil memandang handphone itu.


Kemudian Samuel menghempaskan dirinya ke atas tempat tidur.


Samuel mengingat ucapan Zahra "Apa kamu juga mencintaiku? tetapi karena keyakinan kita berbeda makanya kamu menolak aku?" Gumam Samuel sambil memejamkan matanya.


Selang beberapa jam, Samuel pun tertidur.


Namun kini tubuhnya bermandikan keringat, lagi-lagi dia bermimpi melihat gadis kecil menangis, menertawakannya, laku mengancam akan membalasnya.


Itu terus terulang hingga membuat tubuh Samuel semakin bermandikan keringat.


"Tidaaakkkk."


"Sam? apa kamu bermimpi lagi?"


Meski masih marah pada putranya, tapi sebagai seorang ibu Rosa tidak akan tega melihat putranya menderita. Apalagi dia tau saat ini putranya itu sedang bermimpi buruk akibat trauma dari kesalahan dirinya dan juga suaminya.


Rosa memeluk tubuh Samuel sambil menghapus keringatnya.


Hamdan yang melihat putranya terus dihantui rasa trauma karena kesalahannya merasa sangat bersalah.


"Aku harus secepatnya menemukan gadis kecil itu." Batin Hamdan.


...

__ADS_1


Esok harinya, Hamdan kembali menghubungi Malik, yang saat itu dia minta untuk membantunya mencari tau tentang anak gadis dari korban kecelakasn 13 tahun silam.


"Iya, temanku yang menghadiri proses pemakaman korban sudah menghubungiku. Dia saat ini masih di luar kota, tapi akan pulang besok atau lusa. Kita akan ke makam itu bersama-sama."


Ucap Malik dari seberang telpon.


"Oke, terima kasih banyak."


Hamdan sangat senang. Jika dia mengetahui makam orang tua gadis kecil itu, maka tidak lama lagi dia juga akan menemukan gadis itu.


Keduanya mengakhiri sambungan telponnya.


"Siapa om? kok aku mendengar makam. Makam siapa?"


Melati yang selalu kepo bertanya pada Malik yang merupakan suami tantenya.


"Iya, teman om meminta om menyelidiki kasus kecelakaan yang sudah terjadi sangat lama, sekitar 13 tahun silam. Om juga bingung. Dia menanyakan tentang putri korban kecelakaan itu, yang om sendiri tidak tau keberadaannya. Tapi teman om yang lain, yang saat itu bertugas dengan om menghadiri pemakaman waktu itu, jadi teman om yang ini ingin ke makam itu."


Jelas Malik pada ponakan yang sudah seperti putrinya itu.


"Kecelakaan? 13 tahun silam?" Pikir Melati tapi dengan mengeluarkan suara, jadi Malik mengiranya bertanya padanya.


"Iya, malam itu satu keluarga mengalami kecelakaan di dekat sungai xxx, Pengemudi dan istrinya meninggal dan putrinya selamat. Tapi putri kecil korban itu sempat menangis dan menunjuk sungai lalu berkata kakak... Pihak kami menebak mungkin kakak putri kecil itu terjatuh ke sungai. Dan saat kami mengidentifikasi korban itu, ternyata benar. Kedua korban memiliki dua orang anak, satu putra dan satunya seorang putri, yang berusia sekitar lima tahunan. Kami sudah berusaha mencari putra dari korban dengan menelusuri sungai tapi sampai sekarang tidak bisa menemukannya, sampai kasus itu tertelan waktu."


Malik seakan mendongeng pada ponakannya itu. Tapi rasa penasaran Malik semakin besar, kenapa tiba-tiba Hamdan menggali kasus itu? lebih tepatnya tentang putri dari korban?

__ADS_1


__ADS_2