
Saat semua tamu, sudah pulang. Saat itu pula, hati Vano terasa girang. So, akhirnya yang ia nantikan datang juga.
Masih di hotel yang sama. Hanya beda lantai. Vano yang telah memesan kamar untuknya dan Isabel, khusus malam pertama. Tanpa aba-aba menggendong Isabel memasuki kamar yang ternyata telah dihias seromantis mungkin.
Malam ini, akan pasangan itu lewati tanpa gangguan siapa pun. Sebab besok, keduanya sudah akan pindah ke rumah ayah Isabel. Mereka memutuskan menunda bulan madu mereka. Itu dikarenakan, ayah Isabel kurang sehat. Mungkin, kepikiran Isabel yang meninggalkan rumah selama 2 bulan ini. Tadi saja, Hansen di dampingi dokter keluarganya di acara itu.
Tidak masalah. Bagi keduanya, honey moon dimana pun oke oke saja. Intinya berdua. Seperti saat ini.
Vano membaringkan Isabel di atas kasur yang bertabur kelopak mawar.
"Mandi bersama honey?" tawar Vano sambil membantu menurunkan resleting gaun Isabel. Membantunya melepas gaun sang istri.
Isabel hanya tersenyum tipis lalu mengangguk pelan.
Dengan senang hati, Vano kembali menggendong Isabel memasuki kamar mandi. Meletakkan Isabel di dalam bathub yang cukup besar. Muat dua orang. Buktinya sih Vano sekarang sudah masuk ke dalam bathub itu juga, hoho.
__ADS_1
Ritual mandi yang seharusnya hanya membutuhkan waktu sebentar. Kini berdurasi sangat panjang. Bagaimana tidak? Tentunya itu dikarenakan pasangan baru itu juga melakukan ritual lainnya.
Upssh! Ritual apa lagi yah? Kepo author.
Berawal dari membantu menggosok punggung Isabel. Lalu, Vano beralih mencumbu bibir sang istri yang terlihat begitu menggodanya. Dan lama-lama aoch, maaf author nggak bisa jelaskan. Dilarang sama N,toon. Bayangin aja sendiri, ok?!
Degdegan bercampur malu, tentu Isabel rasakan. Meski ia dan Vano telah lama bersama. Tapi, ini adalah kali pertama mereka melakukannya.
Isabel memejamkan matanya, saat lid*h lincah Vano menyusuri area sensitifnya dengan sedikit liar. Tubuhnya bergetar, seperti ada aliran listrik yang menyengatnya.
Di bawah guyuran air yang keluar dari shower. Tak lantas membuat pasutri baru itu merasa dingin.
Vano meraih salah satu tangan Isabel. Menuntunnya ke arah sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana.
Meski itu untuk pertamakali bagi Isabel. Tapi, dia tentu sudah paham dengan maksud sang suami.
__ADS_1
Perlahan, Isabel memainkan jarinya di sana. Kini, keduanya sama-sama menikmati sentuhan masing-masing.
"ssttthh, aku tidak tahan honey," ucap Vano, lalu tanpa menggunakan sehelai benang pun. Dia menggendong Isabel keluar dari sana.
Keduanya kini berpindah di atas tempat tidur. Vano kembali mencumbu sang istri. Sesekali, Isabel pun membalas cumbuan sang suami.
Beberapa saat kemudian, Bibir Vano telah berpindah ke area **** Isabel. M*nyes*p dan sedikit menggigitnya. Membuat Isabel meringis namun disaat yang sama merasa melayang ke nirwana.
Waktu berlalu, detik demi detik. Dan kini, permainan sesungguhnya mereka mulai.
Perlahan, dengan sangat hati-hati. Agar sang istri tak merasa kesakitan. Vano, berusaha menembus selaput tipis sang istri.
Hingga, Isabel terlihat sudah mampu menyesuaikan. Vano mulai menggerakkan pinggulnya. Aksi Vano itu kian liar. Membuat
keduanya merasa ada yang berdenyut di bawah sana.
__ADS_1
Isabel dibuat bergetar hebat akan aksi liar Vano. Ia merasa **** ************* berdenyut kian cepat dan tanpa bisa ia cegah. Bersamaan dengan Vano, cairan putih keluar dari **** masing-masing.