Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 74


__ADS_3

Di dalam kamar mandi, Syanti meluapkan rasa kesalnya dengan menjambak frustasi rambutnya sendiri.


Ingin berteriak, takut terdengar Isabel.


"Sabar Syan. Kali ini gagal, tapi lain waktu tidak akan." ucapnya bermonolog.


...


Jauh di London sana. Saat ini adalah malam kedua pasangan pengantin baru itu berada di penginapan elit tersebut.


"Pertama, kedua ... Ini sudah untuk ketiga kalinya kita bersama sejak menikah sayang. Lalu, kenapa istriku ini masih nampak malu hem?" goda Zidan yang kini sibuk menjelajahi tubuh istrinya dengan tangan nakalnya.


Melati tidak menjawab. Dia menahan senyum, menutup matanya dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang sang suami.


Melihat tingkah istrinya yang kini semakin menggemaskan, membuat Zidan terkekeh.

__ADS_1


Melati mungkin memang cerewet. Tapi, sebawel apapun seorang wanita. Jika di tempatkan dalam posisi seperti Melati saat ini. Wajahnya pun pasti akan memerah dengan bibir bungkam.


Zidan berhenti menggoda istrinya dengan kata-kata. Tak tega juga melihat wajah istrinya yang menahan malu. Tapi bukan berarti ia menghentikan aksinya.


Letak kamar dengan posisi jendela terbuka dan hanya bertutupkan tirai yang kini terhembus angin malam. Membuat pantulan bulan yang bersinar terang, menyoroti dua insan yang kini mengarungi bahtera cinta yang indah.


Angin yang menelusup masuk, tak lantas membuat keduanya merasa dingin.


Gairah yang membarah, membuat keduanya kian berkeringat. Berpacu, mengikuti ritme masing-masing. Untuk mencapai sebuah nikmatnya surga dunia.


...


Pagi harinya, Vano yang berniat ke apartemen Isabel untuk memenuhi janjinya pergi bersama mencari kos baru untuk Syanti, membatalkan niatnya.


'Tak perlu kesini. Aku sendiri yang akan menemaninya mencari kosan. Bisa kesenengan dia kalau ada kamu. Berasa di perhatikan.'

__ADS_1


Vano terkekeh membaca pesan yang Isabel kirim. Dia tahu, kekasihnya itu cemburu. Semalaman dia dan Isabel bertukar pesan. Kekasihnya itu yang pada dasarnya selalu terbuka padanya. Mengeluarkan semua unek-uneknya tentang Syanti. Bahkan secara gamblang mengutarakan kecurigaannya yang berpikir jika Syanti berniat menggaetnya.


'Ok honey! Kalau begitu aku ke kantor saja nungguin kamu. Nanti siang kita berangkat bersama ke rumah sakit untuk menjenguk Samuel,' balasnya.


Vano mah tidak perduli dengan Syanti. Benar tidaknya jika wanita itu ingin menggaetnya. No problem. Vano nggak perduli. Tidak ngaruh apa-apa bagi Vano. Toh dia bukan lelaki payah yang bisa tercantol wanita sembarangan.


Tapi Vano menikmati satu hal. Kecemburuan Isabel.


Rasanya pria itu sangat senang mengetahui betapa kekasihnya itu mencoba menjaganya dari jangkauan wanita lain. Itu membuktikan betapa kini kekasihnya itu sangat mencintainya.


...


Syanti merasa semakin kesal. Dia sudah menunggu Vano untuk menjemputnya dan menemaninya mencari kos. Akan tetapi, yang ada, Isabel lah yang menemaninya.


'Aku harus memikirkan cara lain,' batin Syanti dengan tatapan liciknya.

__ADS_1


Hilang sudah seorang gadis lugu nan polos dari desa itu. Berganti menjadi wanita picik nan licik. Karena suatu insiden besar malam itu, yang kini membuatnya mengandung janin yang entah siapa penanam bibitnya. Syanti bermetamorfosa menjadi wanita yang akan menghalalkan segala cara dan upaya. Agar bisa memberikan sosok ayah bagi sih jabang bayi di dalam perutnya. Dan, pilihannya jatuh pada Vano seorang. Pria yang memang telah membuatnya jatuh cinta sejak menapakkan kaki di kota besar tersebut.


__ADS_2