Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 115


__ADS_3

Pukul lima waktu setempat. Arsyad membuka mata dan tersenyum bahagia saat mendapati sang istri masih terlelap tanpa mengubah posisi tidurnya sejak tadi malam. Dada bidang dan kokoh pria itu sedikit sesak karena semalam penuh dijadikan bantal oleh sang istri. Tapi, dia rela. Jangankan hanya sesak sedikit. Dibuat berhenti bernafas jika dalam keadaan seperti itu pun Arsyad rela. Semalam, adalah tidur ternyenyak dan ternyamannya selama hidup ini.


"Zahra! Sudah subuh. Sholat yuk!"


Sebenarnya Arsyad tak tega mengganggu tidur sang istri. Dia juga masih betah dengan posisi saat ini. Tapi, waktu menunaikan ibadah subuh sudah tiba.


Lihat! Istrinya yang biasanya bangun lebih awal, kini masih terlelap. Apakah wanita itu begitu nyamannya dengan posisi tidurnya saat ini?


"Sayang! Bangun dulu yuk!" Arsyad kembali membangunkan Zahra. Dan sesaat wanita itu membuka matanya.


"Assalamualaikum! Maaf, aku terlalu nyenyak tidurnya."


Zahra, duduk di atas kasur. Begitu pun Arsyad.


"Waalaikumsalam! Sholat yuk!" Arsyad tersenyum hangat pada sang istri yang masih mengucek mata ngantuknya. Terlihat imut!

__ADS_1


...


Pagi belumlah menampakkan sinarnya. Namun, Arsyad sudah mengemudikan mobil dengan sang istri yang duduk manis di sampingnya. Rencananya Arsyad akan memperkenalkan asal muasal Kota Amsterdam dan juga tempat wisata menarik di kota besar itu pada sang istri.


Dan, disinilah keduanya saat ini menepikan mobilnya.


Arsyad membukakan pintu mobil untuk Zahra. Lalu ia menggandeng tangan sang istri untuk berjalan ke arah sebuah kanal di kota itu.


Zahra tampak terpanah dengan pemandangan yang tersuguh di hadapannya. Sungguh indah ciptaan Allah, batinnya memuji sang pencipta.


Tampak sekali istrinya itu mengagumi keindahan disana.


"Nama kota ini, 'Amsterdam' di angkat dari kata Amstelredamme. Sesuai asal usulnya, yaitu sebuah bendungan di sungai Amstel." lanjut Arsyad memperkenalkan kota tersebut pada sang istri yang terlihat begitu antusias mendengarkan sambil menikmati pemandangan disana.


Arsyad mengajak Zahra menaiki sebuah perahu. Keduanya di pandu seorang pemandu untuk mengitari perairan itu. Dan saat berada di tengah sungai, matahari terbit menyambut mereka dengan sinarnya yang indah. Membuat cahaya matahari pagi itu lolos menerpa wajah cantik bertutupkan niqab. Zahra sungguh persis dengan malaikat yang di utus ke bumi fana tersebut.

__ADS_1


Ceklek.


Arsyad mengabadikan momen kecantikan sang istri dalam ponsel genggamnya.


Zahra tersenyum mendengar suara kamera sang suami.


Dan sekitar empat puluh menit mereka disana. Lalu, Arsyad kembali mengajak sang istri ke tempat lain. Namun, sebelumnya mereka ke restoran terdekat terlebih dahulu untuk mengisi perut. Tentunya, restoran yang berlogo halal.


Beberapa menit kemudian. Arsyad dan Zahra kembali berpetualang. Keduanya seakan tak memiliki lelah. Dan dengan semangat mengunjungi tempat wisata satu ke tempat wisata lainnya.


Hingga terakhir, keduanya memasuki sebuah museum 'Anne Frank House'.


Langkah demi langkah keduanya tapaki. Dengan Zahra yang mendengarkan penjelasan Arsyad dengan perasaan iba dan tersanjung disaat bersamaan.


"Anne Frank, adalah gadis remaja yang lahir di tahun 1929. Dia dan keluarganya saat itu melarikan diri dari Frankfurt, Jerman ke Amsterdam untuk menghindari siksaan orang-orang NAZI. Saat itu, Jerman menguasai Belanda. Dan Anne beserta keluarganya bersembunyi di ruangan rahasia yang berada di kantor sang ayah. Mereka bersembunyi disana selama dua tahun. Namun, pada akhirnya berhasil ditemukan. Anne dan keluarganya dibawa ke kamp konsentrasi. Dan Anne meninggal di kamp tersebut setelah sampai disana. Tapi, yang menggemparkan sejarah adalah catatan harian yang gadis itu tinggalkan. Disana tertulis semua kisah kelam dan perjuangannya yang memilukan hati."

__ADS_1


Zahra bahkan tanpa sengaja menitikkan air matanya saat mendengarkan penuturan Arsyad mengenai gadis remaja yang bernama Anne Frank tersebut. Seorang remaja yang diam-diam menulis sejarah saat dalam persembunyiannya di sebuah buku harian. Dan menyembunyikan buku itu di tempat persembunyiannya. Hingga tiba saatnya, dunia berebut untuk melihat tulisan yang gadis remaja itu torehkan disana.


__ADS_2