Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 22


__ADS_3

Melihat Zahra tidak membalasnya Samuel merasa kecewa.


"Katakan Ra, sekali saja kamu mengatakan caranya aku pasti akan melakukannya." Kata Samuel.


Rossa yang dari tadi mengintip gerak gerik Samuel merasa bingung melihat gelagat putranya itu.


...


Malam hari setelah sholat isya, Zahra menghiasi rumahnya dengan suara lantunan ayat suci yang begitu merdu.


"Hikz, Ayah, Ibu tolong bantu aku, berikan satu saja tanda agar aku bisa mengenali kak Zidan saat bertemu dengannya." Di tengah pertengahan bacaannya, Zahra menangis mengingat kakaknya, dia sangat yakin jika dia sudah dekat dengan kakaknya itu, hatinya mengatakan iya, tapi bagaimana dia bisa saling mengenali saat bertemu kakaknya itu dia tidak tau.


"Ra, besok liburkan? aku mau ajak kamu keluar." Pesan dari Melati menghentikan tangisan Zahra, untungnya Allah masih menyisahkan seorang sahabat untuknya, jadi hidupnya tidak begitu sepi.


"Ok, aku yang kesana atau kamu yang kesini?" Tanya Zahra.

__ADS_1


"Tidak, kamu menyusul saja, aku bikin piknik makan siang di tepi sungai." Kata Melati.


"Oh iya, sampai jumpa besok."


...


Minggu pagi, Zahra sibuk memasak buat piknik siang nanti, meski Melati mengatakan tidak perlu membawa apapun tapi Zahra tetap membawa makanan rumahan.


"Hei, ayo duduk." Melati yang duduk di atas tikar tepi sungai yang begitu sejuk bersama adik laki-lakinya menyambut Zahra.


"Hei Kevin, makin ganteng saja." Zahra yang sudah menganggap Kevin adik Melati seperti adiknya sendiri mencubit pipi gemoi Kevin yang usianya baru 15 tahun.


"Haha kamu ini sudah pandai menggoda rupanya, di ajarin kakakmu yang ganjen ini yah?" Canda Zahra pada Kevin membuat Melati menggembungkan pipinya.


"Enak saja aku yang ajarin." Ketus Melati sebal.

__ADS_1


"Assalamualaikum semua." Sultan yang sebenarnya yang telah mengatur piknik makan siang itu datang dan menyapa semua yang sudah ada disana.


"Waalaikumsalam."


Melihat Sultan juga disana Zahra melihat Melati.


"Iya sebenarnya piknik ini Sultan yang atur, dan dia juga yang menyarankan untuk mengajak Kevin dan kamu." Jelas Melati.


Melihat Zahra, Sultan merasa gugup. Dia teringat belakangan ini dia lebih banyak mengingat tentang sosok orang tua yang sering muncul sekilas di ingatannya dan juga gadis kecil yang berlarian. Dia sudah tau jika orang tua itu adalah orang tua kandungnya. Semalam saat sakit kepala kembali menyerangnya, dia melihat orang tua itu menyuapi seoarang anak laki-laki dan perempuan secara bergantian. Dia mendengar orang itu menyebut namanya Zidan dan anak perempuan itu Zahra. Dia juga melihat kembali gadis kecil yang berlari itu memanggilnya kak Zidan dan saat gadis kecil itu jatuh dia lagi-lagi refleks memanggil nama Zahra.


Akhirnya karena merasa kasian kepada putranya Laras mengungkap kebenaran yang selama ini dia sembunyikan dari Sultan.


Laras mengatakan kepada Sultan segalanya jika Sultan sebenarnya bukan anak kandungnya, tetapi dia dan suaminya menemukan Sultan di sungai tempat mereka piknik saat ini.


Laras mengatakan ada kemungkinan orang tua yang selalu Sultan lihat itu adalah ibu kandungnya dan anak perempuan yang dia panggil Zahra itu saudaranya.

__ADS_1


Sultan mengatur makan siang hari ini untuk memecahkan teka-tekinya. Dia tau dari Melati jika Zahra saat ini hidup seorang diri karena kurang lebih 13 tahun lalu orang tuanya meninggal akibat kecelakaan, dan karena kecelakaan itu Zahra juga kehilangan saudara kembar laki-lakinya yang entah dimana sekarang.


Sultan mencoba mencocokkan kisahnya yang ditemukan di sungai dengan kisah kecelakaan keluarga Zahra yang kejadiannya sama-sama sekitar 13 tahun silam.


__ADS_2