Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 12


__ADS_3

Esok harinya, saat jam kelas pertama dimulai, Melati sudah celingak-celinguk ke kiri dan ke kanan, entah mencari apa.


"Kamu kehilangan sesuatu?"


Tanya Zahra, penasaran dengan Melati yang seperti sedang mencari sesuatu.


"Emm iya, aku kehilangan obat mataku."


Jawab Melati, sambil terus mencari-cari kiri dan kanan, bahkan sampai berdiri melihat ke arah pintu masuk.


"Obat mata? tapi mata kamu baik-baik sajakan?"


Zahra dibuat bingung dengan sahabat anehnya itu.


"Sekarang masih baik, tapi kalau lama ngak melihat Samuel nanti bisa sakit."


Kata Melati, yang membuat Zahra mengerti jika dari tadi sahabatnya itu mencari Samuel yang tidak kunjung datang.


Zahra juga mulai bertanya, kenapa Samuel tidak hadir hari ini.


...


Sampai semua kelas selesai, Samuel tidak juga terlihat di kampus.


"Kira-kira Samuel kenapa yah kok tidak ke kampus hari ini?"


Pikir Melati sekaligus bertanya pada Zahra


"Mana aku tahu Mel!"


Zahra yang dari tadi juga beetanya-tanya kenapa Samuel tidak ke kampus merasa konyol dengan Melati yang bertanya padanya, dia bukan siapa-siapa Samuel, bagaimana dia bisa tahu kenapa Samuel tidak hadir.


Mereka berdua akhirnya pulang ke rumah Zahra.


...


Malam hari, saat mereka hendak tidur Melati masih juga mengganggu Zahra dengan membicarakan Samuel yang tidak ke kampus siang tadi.

__ADS_1


Zahra terlalu malas mendengar ocehan sahabatnya itu dan memilih tidur sambil menutupi kepalanya dengan selimut. Sebenarnya dia juga memikirkan Samuel, apa dia sakit?


...


Sudah tiga hari Samuel tidak muncul di kampus tapi tidak ada satu dosen pun yang menanyakan tentangnya, seperti yang namanya Samuel memang tidak pernah ada di kampus itu.


"Selamat siang Pak?"


Sapa Melati kepada dosennya yang terkenal ganjen itu. Sebenarnya melati ilfil pada dosennya yang satu ini, tapi untuk mendapatkan informasi tentang Samuel, Melati rela memubazirkan senyuman manisnya.


"Selamat pagi Melati."


Balas dosen itu.


"Boleh bertanya ngak Pak?"


Melati mengeluarkan senyum termanisnya.


"Tentu saja, kamu mau bertanya apapun pasti Bapak jawab."


"Samuel kenapa yah kok sudah tiga hari ini tidak masuk kampus? apa dia sakit?"


Tanya Melati, wajahnya sudah mulai kaku terus-terusan berusaha tersenyum manis di depan dosennya itu.


"Oh, Bapak juga kurang tahu, tapi kata Rektor sih dia memang hanya belajar selama beberapa hari ini saja dan mulai kemarin sudah tidak akan ke kampus ini lagi."


Jawab dosen itu.


"Apa? jadi maksudnya Samuel tidak akan pernah ke kampus ini lagi? selamanya?"


Melati sangat kaget mendengar perkataan dosennya, sikap aslinya keluar lagi.


"Iya, dia bukan Mahasiswa di kampus ini lagi."


Kata dosen.


"Tapi kenapa?"

__ADS_1


Tanya Melati lagi.


"Bapak tidak tahu, Rektor menutupi itu dari semua pihak kampus."


Kata dosen itu, dia merasa bingung dengan tingkah Melati yang begitu heboh saat tahu Samuel tidak akan belajar di kampus itu lagi


Dosen baru akan bertanya sesuatu pada Melati, tapi Melati sudah lari duluan.


...


"Ra, Zahra!"


Teriak Melati kepada Zahra sambil terus berlari.


"Ra, ada kabar buruk."


Melati mengatur nafasnya.


"Kamu kenapa? dikejar anjing yah?"


Tanya Zahra, dia sangat heran kok sahabatnya itu tak hentinya bersikap heboh.


Melati menggelengkan kepalanya mencoba mengatur nafasnya.


"Samuel, dia tidak akan datang lagi ke kampus ini."


Perkataan Melati membuat Zahra yang tadinya memang terus memikirkan Samuel terkejut.


"Apa yang kamu katakan?"


Tanya Zahra, dia masih tidak mudeng dengan perkataan Melati.


"Haduuuh, Samuel tidak datang selama beberapa hari ini bukan karena sakit, tapi dia memang sudah berhenti untuk belajar di kampus ini, se la ma nya."


Melati menjelaskan yang dosennya katakan tadi padanya.


Mendengar perkataan Melati, Zahra tiba-tiba merasa hampa, seperti ada rasa kehilangan dan kecewa karena Samuel pergi tanpa mengatakan padanya.

__ADS_1


__ADS_2