
Pagi-pagi sekali Samuel sudah stay di dekat rumah Zahra.
Dia memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah Zahra. Sengaja agar Zahra tidak melihatnya.
Selang berapa menit. Akhirnya yang ia tunggu keluar juga. Entahlah, tak habis pikir dengan kelakuan Sam di minggu pagi ini. Ia sengaja memantau aktifitas Zahra, layaknya seorang detektif.
Gamis putih, jilbab dan niqab yang senada. Membalut tubuh Zahra di depan sana. Membuat Samuel yang melihat dari kejauhan terpesona.
...
Sedang Sultan yang berpikir akan bertemu Zahra sang gadis pujaannya sedang sibuk mempertampan diri.
"Haha, segitunya kak Sultan ini mentang-mentang mau bertemu kak Zahra sampai dandan kayak calon pengantin."
Hana yang melihat sepupunya itu mengejeknya.
"Ketawa lagi aku tinggal nih."
Kata Sultan yang sudah duduk di dalam mobil sambil menunggu Hana masuk.
"Eh gitu aja marah, ayo."
Sultan pada dasarnya memang tertarik pada Zahra. Sosok yang dikenal sebagai ustadzah muda karena sering membawakan siraman rohani jika ada yang mengundang. Zahra juga seorang penulis novel dengan bergenre islami. Dari novelnya itulah, Sultan mengenal Zahra. Seorang gadis yang mampu membuatnya tertarik.
Dan hari ini Sultan begitu antusias. Ia mendapat undangan untuk menghadiri kajian Zahra.
...
Zahra menghentikan mobilnya di depan sebuah hotel. Samuel yang sejak tadi mengikutinya pun ikut menghentikan mobilnya dengan sedikit mengatur jarak.
Entah apa yang merasuki pria itu. Sehingga hari minggu begini malah ngebuntutin Zahra.
__ADS_1
"Kemana Zahra?"
Samuel yang kesusahan saat memarkir mobilnya karena terlalu banyak orang disana kehilangan jejak Zahra.
...
"Assalamualaikum tante, bagaimana kabar tante?"
Zahra mencium punggung tangan tante Salsa dan memeluknya. Zahra mendapat kasih sayang sosok ibu hanya dari tante Salsa. Ibu Melati juga sangat menyayangi Zahra, tapi beliau seorang wanita karir yang sangat sibuk dan sering bepergian. Anak kandungnya saja kekurangan kasih sayang. Jadi Zahra dan Melati sangat dekat dengan tante Salsa karena beliau hanya seorang ibu rumah tangga yang belum di takdirkan menjadi seorang ibu.
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya sayang?"
Tanya tante Salsa.
"Alhamdulillah baik tan."
Jawab Zahra.
Melati datang bersama Sultan dan Hana, sepupu Sultan.
Dia dari tadi menunggu Sultan diluar dan tidak memperhatikan kalau Zahra sudah datang.
"Waalaikumsalam."
Jawab tante Salsa dan Zahra.
Melihat Zahra tampak seperti peri yang mengepakkan sayapnya. Sultan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu.
Zahra yang menyadari tatapan Sultan menjadi canggung.
"Ayo Han, cari tempat duduk."
__ADS_1
Sultan tersadar kalau dia sudah terlena oleh Zahra. Ia pun mencoba mengendalikan dirinya.
"Iya, mari aku antar."
Melati dengan pakaian syar'i biru muda terlihat tak kalah cantik oleh Zahra. Dia mengajak Sultan dan Hana ke tempat yang sudah disediakan.
Acara yang diadakan hari ini adalah acara syukuran atas kenaikan pangkat suami tante Salsa yang merupakan seorang polisi. Salsa sendiri adalah saudara ibu Melati.
Acara dimulai dan diisi dengan berbagai hal. Dari sambutan suami tante Salsa sebagai tuan rumah, santunan anak yatim, bacaan ayat suci dan juga siraman rohani.
Bacaan ayat suci di bawakan oleh Melati. Jangan remehkan tingkah konyol dan suara cerewetnya. Bacaan ayat suci Al-Qur'an yang dia bacakan sangatlah merdu dan menyentuh hati.
Bahkan Sultan juga mulai takjub dengan lantunan ayat suci yang keluar dari bibir Melati.
Dan sampai pada siraman rohani yang tentunya akan dibawakan oleh Zahra.
"Bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum wr.wb...
...
...
...
Semua mata dan telinga tidak lepas dari Zahra. Dan salah satunya Samuel yang baru datang setelah susah payah mencarinya.
Tubuh Samuel bergetar saat mendengar isi kajian Zahra.
Samuel duduk di barisan paling belakang. Dia sadar jika itu bukanlah tempatnya yang seorang non-muslim. Tapi entah kenapa dia merasa semua yang Zahra sampaikan seperti menyentuh hatinya yang terdalam.
Saat Zahra mengakhiri dakwahnya. Beberapa orang disana meneteskan air mata karena tersentuh.
__ADS_1
Samuel pun bahkan menjatuhkan setetes air matanya tanpa dia sadari.