Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 63


__ADS_3

"Zahra! Mulai sekarang biasakan diri kamu untuk melihat hal yang seperti ini. Ok!" ucap Zidan yang kembali meraih pinggang sang istri.


Yang di peluk hanya tertunduk menahan malu. Sedang Zahra, dia pun merasakan hal yang sama. Tapi dia kemudian sadar. Kakak dan sahabatnya sudah sah menjadi suami istri. Peluk cium adalah hal yang wajar. Bahkan lebih dari itu pun keduanya sudah halal.


"Ya Allah. Maaf, Zahra lupa kalau kakak dan Melati sudah halal hehe." ucap Zahra sambil cengengesan dan berlalu keluar rumah dengan membantu membawa tas sang pengantin baru.


"Mas Zidan yang jangan biasakan berlaku begini dan semacamnya, di hadapan Zahra. Dia itu sangat polos dalam hal seperti ini. Suci dan bersih! Jangan menodai mata dan pikirannya." Omel Melati lalu menyusul Zahra. Meninggalkan Zidan yang kebingungan.


"Kitakan sudah halal sayang!" bantah Zidan yang masih di dengar oleh Melati.


"Terap saja. Jangan di hadapan sahabatku yang polos itu." Melati berbalik dan melotot ke arah sang suami.


"Oke oke... "


Zidan harus mengalah. Ngeri juga melihat sisi galak istrinya barusan.


'Huh, sepertinya aku harus memberi pengertian ke adikku yang polos itu.' batinnya berencana.


...

__ADS_1


Zidan dan melati sudah boarding beberapa menit yang lalu dengan di iringi oleh Zahra dan Samuel.


Jika bertanya kok bisa ada Samuel disana? Tentu saja. Pria itu ingin memastikan pasangan baru itu berangkat dengan mata kepalanya sendiri.


Dan kini Zahra dan Samuel berjalan keluar area bandara. Menuju mobil masing-masing.


"Kamu mau langsung ke kantor atau balik ke rumah lagi?" tanya Samuel saat keduanya jalan beriringan dengan tetap mengatur jarak aman.


"Langsung ke kantor kok." Jawab Zahra apa adanya.


"Oh ya sudah, barengan aja." ucap Samuel.


"Aku bawa mobil." kata Zahra lagi.


"Oh. Iya, ok!"


Zahra mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan di belakang, Samuel mengikutinya. Bisa saja pria itu mendahului Zahra, karena jalanan sedang lenggang. Tetapi, Samuel memilih berada di belakang wanita itu untuk memastikan keamanannya.


...

__ADS_1


Vano dan Isabel yang baru keluar dari mobil. Berbalik saat melihat mobil Zahra parkir di sebelah mobilnya. Kemudian di susul mobil Samuel pun parkir di sebelah mobil Zahra.


"Wah, bisa barengan gitu sampainya. Janjian yah?" Seloroh Vano pada sang bos sekaligus sepupunya itu.


"Bukan urusan kamu!"


Judes! Begitulah Samuel pada siapa pun. Hanya pada orang-orang tertentu ia bisa ramah. Dan hanya saat ia mau saja.


Namun, saat ia hendak menuju lift yang terhubung langsung dengan ruangannya. Dia berhenti, seperti menyadari sesuatu.


"Ra, ikut aku yah!" ucapnya lembut.


Wah, muak banget sih Vano di buatnya. Giliran sama Zahra saja, Samuel semanis itu.


"Emmm, iya Pak!"


Ini kantor. Dan Zahra harus bersikap profesional.


"Kamu lihat honey, singa itu berubah jadi kucing manis saat bersama Zahra." ucap Vano yang langsung di setujui oleh Isabel.

__ADS_1


"Iya! Sayang banget jika Samuel tidak bisa mendapatkan Zahra. Aku melihat, hanya Zahra yang bisa membangkitkan jiwa manusia Singa itu."


Bagaimana tidak di juluki singa? Samuel terkenal galak di perusahaan. Masih ingatkan? Sekertaris Nya yang bernama Luna mengundurkan diri karena tidak tahan dengan sifat killer nya itu.


__ADS_2