Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 57


__ADS_3

Kedua kakak adik itu kembali larut dalam rasa masing-masing. Hingga deh teman seseorang menyadarkan keduanya.


"Ekhem. Mama nggak di ajak nih? Mama kan juga pengen di peluk. Masa adiknya saja yang dari tadi di peluk? Mama ngambek nih loh."


Laras yang sebenarnya juga merasa terharu dan sedih karena sang putra yang ia rawat dari kecil dengan penuh cinta. Tinggal menghitung menit akan segera berumah tangga. Dan otomatis akan meninggalkannya. Mencoba mencairkan suasana.


Sultan telah menyiapkan rumah sendiri untuknya dan Melati. Setelah sah, keduanya akan tinggal di rumah itu. Meski mengatakan akan sering mengunjungi orang tuanya. Tetapi tetap berbeda. Rumah yang masih ia tempati berpijak hari ini, setelahnya pasti akan terasa sepi tanpa sang putra di rumah besar itu.


Sultan menengok ke arah sang ibu dan tersenyum sambil merentangkan lebar tangannya.


"Kemarilah, kedua bidadariku." ucapnya memasukkan kedua wanita yang ada di kamar itu ke dalam pelukannya.


Gibran yang menyaksikan pemandangan di depan matanya dari luar kamar. Tanpa diminta menjatuhkan setetes air matanya.


...


Jika di kediaman Sultan, kini penuh dengan rasa haru. Berbeda di kediaman sang calon mempelai wanita.

__ADS_1


Melati yang sudah selesai di dandani, harus menahan geram karena Kevin terus menggodanya dengan memaksanya mengeluarkan sebagian isi kopernya yang semalam sudah susah payah ia kemas.


"Ma, Kevin gangguin terus nih!" keluh Melati pada ibunya.


"Kevin! Berhenti menggoda kakak. Kita harus berangkat sekarang."


Kevin baru saja mau angkat bicara, tapi sang ibu telah menegurnya.


"Baiklah. Dasar tukang ngadu. Pada hal aku cuma bilang jangan bawa semua pakaiannya ke rumah barunya nanti. Toh suaminya punya banyak uang, pasti bisa belikan pakaian baru. Suaminya bukan pria pelitkan? celoteh Kevin.


Pasalnya sejak tadi dia menyuruh kakaknya untuk menyisakan sebagian pakaiannya di rumah. Sebagian saja yang di bawa ke rumah sang suami.


Pada hal bukan itu alasan Kevin sebenarnya. Anak laki-laki itu ingin sang kakak menyimpan sebagian pakaiannya di rumah, sebagai persediaan kalau-kalau sang kakak main ke rumah setelah menikah nanti. Kenapa kakaknya ingin membawa semua pakaian dan barangnya? apa sang kakak tidak akan berkunjung dan bermalam di rumah itu lagi? tidak akan kah kakaknya itu merindukan keluarganya? tidakkah kakaknya itu merindukan adiknya yang usil itu?


Kevin sangat sedih membayangkan sang kakak yang selama ini merawatnya melebihi banyaknya waktu sang orang tua yang super sibuk merawatnya itu, harus meninggalkannya.


Tapi anak lelaki itu tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya pada sang kakak. Dia dan Melati terbiasa saling adu mulut. Dan beginilah akhirnya. Kevin malah membuat Melati kesal karena ucapannya.

__ADS_1


Begitulah Kevin. Dia memperlihatkan rasa sayang dan perhatiannya pada sang kakak dengan cara yang ajaib. Mengejeknya.


...


Akhirnya, acara sakral itu tiba juga.


Di sebuah gedung elit yang telah di sulap menjadi semakin wah itu atas kerja keras Samuel dan tentunya di bantu oleh Zahra. Kini, mempelai pria menjabat tangan sang calon mertua.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Zidan bin Mahesa dengan anak saya yang bernama Melati dengan maskawin satu set perhiasan dan seperangkat alat sholat, tunai."


Tegas Yoga, selaku ayah Melati mengucapkan ijab. Lalu di sambut oleh Sultan dengan ucapan qobul dengan fasih.


"Saya terima nikah dan kawinnya Melati binti Yoga Nugraha dengan maskawin tersebut, tunai."


"Sah!"


kata 'sah' menggemuruh di ruangan itu, lalu di sambut dengan ucapan hamdalah oleh semua orang.

__ADS_1


( Kenapa Sultan menikah dengan nama Zidan? itu karena usul Gibran dan Laras. Karena nama Sultan dari mendiang orang tuanya ialah Zidan. Dan Mahesa? itu nama mendiang sang ayah kandung Sultan dan Zahra. Jadi, atas keputusan bersama. Dan ini juga keputusan author. Mulai sekarang Sultan dipanggil Zidan.)


__ADS_2