Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 24


__ADS_3

"Semangat yah, nanti sore kakak jemput."


Sultan menurunkan Zahra di depan perusahaan Samuel.


"Baik kak. Hati-hati di jalan."


Zahra dengan senyum manisnya melihat kakaknya pergi dari sana, lalu dia pun melangkah penuh semangat ke dalam perusahaan.


"Jadi kamu sudah bersama yang lain? dan itu sebabnya kamu menolakku dengan alasan berbeda keyakinan?"


Gumam Samuel, yang melihat dari kejauhan Sultan mengantar Zahra. Namun tidak mendengar yang mereka bicarakan.


Terlihat keromantisan di antara keduanya yang membuat Samuel yang tidak mengetahui hubungan mereka jadi salah paham.


...


"Jaga Sam dengan baik, laporkan pada tante semua tindakannya kepada gadis muslim itu."


Ucap Rossa pada Isabel. Rossa bukan orang yang jahat, tetapi dia tentu tidak akan diam saja saat mengetahui putranya jatuh cinta pada seorang yang berbeda keyakinan dengannya.


"Tentu tan, aku akan mengabari tante semua tentang Sam dan Zahra."


Isabel tentu sangat senang, dia merasa mendapat dukungan langsung dari ibu Samuel.


...


"Kurang tidur?"


Vano masuk ke ruangan Samuel dan melihat tampang Samuel yang seperti kurang tidur dimatanya.


"Pergilah kalau tidak ada yang penting."

__ADS_1


Samuel sangat kesal saat ini, dia masih memikirkan Zahra dan bingung bagaimana agar bisa mendapatkan gadis itu. Tapi seperti yang dia lihat tadi, gadis itu sudah bersama orang lain.


Vano merasa heran dengan sikap sepupunya itu, ditambah tampangnya seperti orang frustasi.


"Aku hanya membawa berkas tentang klien baru kita."


Vano meletakkan sebuah berkas berisi laporan tentang klien baru perusahaan Samuel, yang rencananya akan menjalin kerjasama dalam sebuah proyek baru.


Setelah itu, Vano berjalan keluar dari ruangan Samuel sambil sesekali melirik sepupu sekaligus atasannya yang kini memijit keningnya.


"Wanita... memang sebuah virus." Gumam Vano.


Vano sendiri mengerti dengan yang kini Samuel rasakan, karena sejak lama dia sendiri juga merasakan hal yang sama.


Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita itu sangat menyakitkan.


Vano memasuki ruang kerjanya dan melihat Isabel belum datang.


...


"Baiklah, aku ke kantor dulu yah tan."


Isabel baru keluar dari rumah Samuel.


"Mama hanya tidak mau kamu salah langkah Sam." Gumam Rossa sambil melihat kepergian Isabel.


Dia sudah membuat kesepakatan dengan Isabel. Jika Isabel bisa menjauhkan Samuel dari Zahra, maka Samuel akan dia jodohkan dengan Isabel.


...


"Ke ruanganku sekarang."

__ADS_1


Samuel menutup telponnya dan tak lama Zahra pun datang.


"Kamu memanggilku?" Tanya Zahra.


Samuel menarik nafas lalu melepasnya pelan melihat gadis yang dia cintai itu berdiri di hadapannya.


Mau tak mau Samuel juga teringat saat dia melihat Zahra bersama seorang pria dengan dekatnya tadi.


"Jika tidak ada sesuatu boleh aku pergi? aku masih ada kerjaan."


Melihat Samuel hanya diam menatapnya, Zahra merasa gugup, dia mencari alasan untuk pergi dari sana.


"Apa pria itu alasan kamu menolakku?"


Tanya Samuel, yang membuat Zahra yang ingin keluar dari sana menghentikan langkahnya.


Zahra bingung dengan yang Samuel bicarakan.


"Heh ternyata benar. Kamu hanya membuat alasan jika kita berbeda keyakinan, tetapi nyatanya kamu sudah memiliki pria diluar sana."


Melihat Zahra diam saja, Samuel menerka jika itu karena yang dia katakan benar.


"Pria yang mana?"


Akhirnya Zahra bertanya dengan bingung.


"Pria yang mana? memangnya kamu memiliki berapa pria lagi selain pria yang mengantarmu tadi?"


Perkataan Samuel terdengar kasar di telinga Zahra. Samuel pun menyadari jika dirinya terlalu kasar, itu karena dia cemburu melihat gadis yang dia cintai bersama pria lain.


Tapi Zahra mencoba mencerna apa yang pria itu bicarakan. Lalu Zahra pun mengerti.

__ADS_1


__ADS_2