Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 13


__ADS_3

Sebulan berlalu seperti biasanya, Zahra sibuk dengan melanjutkan tulisannya, dan mengatur jadwal dakwahnya yang padat dan juga tugas kampus yang numpuk.


Dan sekarang, Dekan kampusnya memberinya tugas magang di sebuah perusahaan besar selama tiga bulan.


"Hmm kok kita magang di perusahaan yang berbeda sih Ra, kan ngak seru."


Keluh Melati.


"Ya mau bagaimana lagi, ini sudah ketentuan kampus kan?"


Kata Zahra sambil memegang alamat perusahaan yang akan dia tempati magang mulai besok.


...


Sedang di dalam sebuah kantor yang begitu besar dan mewah. Seorang pria sedang sibuk membaca berkas-berkas numpuk yang di tinggal sekertaris nya.


Sekertaris Nya memutuskan mengundurkan diri karena tidak lagi sanggup menghadapi sikapnya yang terkenal arogan dan killer.


"Dimana lagi aku harus mencari mu? semua tempat sudah aku datangi tapi tidak juga menemukanmu. Tuhan tolong beri aku tanda saat aku bertemu gadis kecil itu, agar aku bisa mengenalinya."

__ADS_1


Pria itu menghempaskan semua berkas di tangannya lalu termenung memikirkan gadis kecil yang selama ini dia cari dari panti asuhan, tempat umum, bahkan sampai ke seluruh universitas yang ada di kota itu. Dia yakin jika gadis kecil itu sekolah, sekarang dia pasti sudah masuk universitas.


"Bos, Mahasiswi yang akan magang di sini sudah ada di luar."


Vano, yang merupakan asisten sekaligus sepupu pria itu masuk untuk melapor dan mengagetkan pria itu.


Mendengar laporan Vano, wajah Samuel langsung berseri. Dia merapikan pakaiannya lalu mencoba duduk dengan tenang mengendalikan jantungnya yang kini degdegan. Iya, pria itu Samuel. Dia adalah pewaris tunggal keluarga Gentara, dia menyamar sebagai mahasiswa di kampus Zahra hanya untuk mencari gadis kecil yang selalu membayanginya dalam mimpi. Tapi karena tidak menemukan gadis kecil itu, dia akhirnya kembali ke perusahaan yang sudah lama dia tinggalkan.


Melihat tingkah Samuel, Vano merasa heran tapi tidak berani bertanya apalagi protes, karena sepupu yang sekarang berprofesi sebagai bosnya itu memang sangat galak dan dingin.


"Suruh dia masuk."


...


"Hati-hati, atasan di dalam sangat galak. Kalau ada yang kamu tidak pahami diam saja. Aku akan membantumu."


Vano mengingatkan Zahra yang tertutup pakaian syar'i itu jika atasannya sangat galak bukan karena ingin menakutinya, tapi dia kasian dengan gadis muslim yang terlihat lemah lembut seperti Zahra itu jika harus menghadapi Samuel yang galaknya bukan main.


Zahra mengangguk lalu mengikuti Vano memasuki ruangan Samuel.

__ADS_1


"Samuel?" Batin Zahra saat melihat Samuel tersenyum manis padanya, tapi tidak berani mempercayai yang dia lihat.


"Siapa yang menyuruhmu disini? kembali ke ruangan mu."


Kata Samuel lagi-lagi dengan sikap dinginnya dia mengusir Vano dari sana.


Vano yang tidak tahu jika kedua orang dihadapannya itu sudah saling kenal merasa kasian untuk Zahra, tapi tidak berani membantah Samuel. Vano keluar dari ruangan itu sambil mengisyaratkan kepada Zahra untuk hati-hati.


"Apa kabar?"


Melihat Zahra sedari tadi hanya diam dan menundukkan kepalanya, Samuel akhirnya membuka percakapan.


"Alhamdulillah baik." Jawab Zahra.


"Maafkan aku yang pergi tanpa memberitahumu. Aku akan menjelaskan semuanya padamu."


Kata Samuel, dia sangat takut jika saja Zahra akan mengecapnya pembohong setelah mengetahui bahwa dia hanya menyamar sebagai mahasiswa di kampusnya.


"Aku kesini karena di utus kampus, jika anda menerima, saya akan belajar disini selama 3 bulan, tapi jika tidak maka saya mohon pamit." Kata Zahra dengan suara kecilnya.

__ADS_1


Sebenarnya ada rasa kecewa dalam hatinya saat mengetahui Samuel membohonginya, tapi dia kembali berpikir buat apa kecewa, dia bukan siapa-siapa Samuel sehingga perlu kecewa padanya.


__ADS_2