Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 120


__ADS_3

Hampir jam sebelas malam. Barulah Arsyad kembali ke kamar. Dia terkejut saat mendapati Zahra masih terjaga sambil bersender di tepi ranjang.


"Kok belum tidur?" tanya'nya sambil duduk di sisi Zahra. Susah payah, Arsyad menelan Saliva nya. Penampilan Zahra malam ini sungguh menggoda dan membangkitkan jiwa liar kelakiannya.


Lingerie putih tipis membalut tubuh indah istrinya itu. Membuat sebagian besar, lekuk tubuhnya terekspos.


Zahra tak menjawab. Lebih tepatnya malu sendiri. Lingerie yang ia gunakan saat ini, merupakan hadiah pernikahan dari Rosa. Dia memutuskan menggunakannya, atas saran Melati.


Yap, setelah berpikir. Zahra memutuskan memberikan seluruh jiwa dan raganya pada sang suami. Dan, tadi saat Arsyad ke ruang kerjanya. Zahra menelpon Melati dan dengan menahan malu meminta tips dari sahabatnya itu.


"Mas!" lirih Zahra memanggil sang suami yang sejak tadi berusaha kuat menahan gejolak di dadanya.


"Ya?"


"Emm, a_aku siap!" Suara Zahra hampir tak terdengar. Namun, untuk Arsyad yang sedekat itu darinya, tentulah bisa mendengarnya.


"Ma_maksud kamu?" Arsyad jadi gugup sendiri. Tak berani langsung mempercayai pendengarannya.


"Aku saat ini datang pada Mas dengan keinginan aku sendiri. Aku siap memenuhi kewajiban aku sebagai seorang istri."

__ADS_1


Arsyad serasa bermimpi. Ia masih tidak mempercayai kesabarannya akan dengan cepat terbayarkan.


"Apa kamu serius?" tanya'nya memastikan.


Zahra mengangguk sebagai jawaban. Membuat Arsyad tersenyum bahagia.


Arsyad memeluk tubuh Zahra dengan erat.


"Terima kasih!" ucapnya sambil mencium kening Zahra.


Perlahan, Arsyad mulai membelai sang istri yang sudah berapa malam ini membuatnya kelimpungan menahan hasratnya.


Zahra memejamkan mata. Mencoba merileks'kan tubuh dan pikirannya. Kemudian dia berdoa untuk ketenangan Samuel di alam sana. Barulah ia sendiri mendoakan keberkahan hubungannya dengan Arsyad. Berharap ridho dari-NYA. Agar kiranya, pernikahannya itu bisa menjadi ladang pahala baginya dan suami.


Bersama-sama keduanya menyalurkan hasrat dalam diri. Tenggelam dalam manisnya lautan asmara. Hingga keduanya mencapai puncak dari nikmatnya surga dunia itu.


"Terima kasih! Terima kasih banyak!"


Arsyad terus mencium kening Zahra yang terkulai lemas di atas dada bidangnya. Betapa bahagianya pria itu saat ini.

__ADS_1


Zahra tak menjawab. Wanita itu memilih memejamkan mata. Menikmati detak jantung sang suami yang terdengar bagai alunan nada yang begitu merdu.


Keduanya tidur saling peluk. Hingga suara alarm mengusik tidur indah keduanya.


Arsyad dan Zahra bersamaan membuka mata. Keduanya saling pandang dan melempar senyum.


"Assalamualaikum istriku!" ucap Arsyad sambil membelai pipi Zahra yang tersipu malu.


"Waalaikumsalam su_amiku!" balas Zahra.


Untuk sesaat keduanya masih setia saling memandang. Hingga, suara adzan membuat keduanya bangkit untuk mensucikan diri lalu menunaikan sholat.


...


Sesuai janji pria itu. Pagi ini, Arsyad terlebih dahulu mengantar Zahra ke rumah Rosa sebelum ia berangkat ke kantor.


Betapa bahagianya Hamdan dan Rosa saat putri mereka di antar pulang ke rumah.


"Ok, mas berangkat dulu yah, istriku!" Arsyad berbisik saat mengucapkan kata terakhirnya.

__ADS_1


Ah, rasanya ia tak ingin bekerja saat ini. Tak rela meninggalkan sang istri yang kini menjadi candu baginya.


"Waalaikumsalam!" Zahra tersenyum saat melihat raut enggan sang suami untuk beranjak dari sana.


__ADS_2