Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 20


__ADS_3

Lain halnya dengan Zahra saat ini, dia yang dari tadi di tatap oleh Samuel merasa sangat gugup sampai semua berkas yang dia kerjakan berantakan.


"Jangan salahkan aku jika proyek kamu nantinya gagal." Kata Zahra dengan kesal.


Samuel tersenyum lalu berkata "Aku rela jika proyek ini gagal demi melihatmu setiap saat."


Zahra yang tidak bisa mencerna isi kepala Samuel merasa semakin kesal.


"Melihat wanita seperti itu sama dengan merendahkannya." Kata Zahra, sambil memperbaiki berkas yang sedang dia kerjakan.


"Merendahkan?" Samuel bingung dengan maksud Zahra.


"Di dalam keyakinanku, jika seorang pria menghargai seorang wanita maka semakin dia menghargainya semakin dia menundukkan pandangannya, begitupun sebaliknya jika seorang pria berani melihat wanita terang-terangan tanpa malu maka itu sama saja dengan merendahkannya." Zahra malas menjelaskan namun tetap menjelaskannya.


Samuel langsung terdiam dan segera menundukkan pandangannya. Dia tidak mau Zahra akan berpikir jika dia ingin merendahkannya.


"Maaf, tapi aku merasa bahagia menatap kamu." Kata Samuel tidak lagi berani menatap Zahra langsung.


"Itulah setan, dia menanam bibit kesenangan dalam kata bahagia." Zahra berkata sambil membereskan pekerjaannya.

__ADS_1


"Sudah selesai, aku permisi." Zahra meninggalkan Samuel yang masih terbengong tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Zahra.


"Zahra!"


Samuel berdiri di depan mobil Zahra dan berteriak.


"Aku mencintaimu, aku sungguh mencintaimu. Katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya padaku."


Zahra melihat sekelilingnya dan merasa malu karena semua orang sedang melihat ke arahnya dan Samuel.


Begitupun dengan Isabel, dia merasa sangat sakit hati mendengar Samuel yang sangat dia cintai mengungkapkan cintanya kepada gadis lain secara terang-terangan.


"Ayo, kita pergi dari sini." Vano menggandeng tangan Isabel dan mengajaknya pergi dari sana, karena dia tau jika terus melihatnya, ini akan sangat menyakiti Isabel.


Vano yang kini bingung harus bagaimana hanya bisa diam dan berdiri disana menemani Isabel.


Zahra yang bingung bagaimana mengatasi Samuel akhirnya turun dari mobil.


"Ini bukan soal percaya atau tidak, tapi ini soal benar dan salah. Mungkin bagimu ini tidak masalah, tapi maaf, keyakinanku tidak membenarkan hubungan yang berbeda keyakinan." Kata Zahra lalu kembali ke dalam mobilnya dan pergi dari sana sambil menghapus air matanya yang kini tidak mampu ia bendung.

__ADS_1


"Harus bagaimana agar kamu mengerti, cinta kita tidak akan menyatu." Kata Zahra sambil terus melajukan mobilnya meninggalkan Samuel yang kini berlutut di tanah.


"Sam, ayo bangun, semua orang melihatmu, Jika tante tau ini tidak akan baik." Vano berlari dan membantu Samuel berdiri.


"Kamu benar Van, aku tidak memikirkannya tapi dia memikirkannya. Keyakinan kami yang membuat jarak itu." Samuel menatap Vano yang kini merasa prihatin dengan sepupunya itu.


Sedang Isabel justru merasa sangat bahagia.


"Bagaimanapun besar cinta kalian, kalian pasti tidak akan menyatu." Batin Isabel sambil tersenyum menang.


...


"Apa-apaan ini Sam? kamu menyatakan cintamu di depan semua orang kepada seorang gadis muslim?" Rossa, ibu Samuel sangat marah saat mengetahui kejadian itu.


"Benar yang gadis itu katakan, baik didalam keyakinannya ataupun keyakinan kita, perasaanmu ini tidaklah benar." Sambung Rossa lagi.


"Maaf mah, tapi ini soal perasaan dan bagiku ini jauh dari segalanya termasuk dari aturan keyakinan kita." Kata Samuel yang membuat ibunya terkejut dan bingung.


"Apa maksud kamu? apa kamu akan meninggalkan keyakinanmu demi cintamu itu?" Emosi Rossa sudah sampai di puncak.

__ADS_1


"Jika itu bisa membuatnya menerima cintaku maka aku akan melakukannya." Selesai berkata Samuel naik ke lantai atas dan memasuki kamarnya. Dia sudah memikirkannya sepanjang perjalanan pulang tadi, jika dia harus mendapatkan cinta Zahra apapun caranya termasuk meninggalkan keyakinannya.


"Tante, tante tenang dulu yah, Samuel hanya terbawa perasaan saja kok, nanti dia juga akan menyadari jika yang dia lakukan itu salah." Isabel yang juga masih disana setelah mengadukan Samuel yang tadi menyatakan cintanya pada Zahra mencoba mencari perhatian dan dukungan dari ibu Samuel. Isabel yakin, jika ibu Samuel bisa membantunya membuat Samuel menjauhi Zahra.


__ADS_2