Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 78


__ADS_3

Akhirnya, kesepakatan di tetapkan. Semua sesuai keinginan Zahra. Sedikit kecewa karena pernikahannya akan tertunda. Tapi Samuel juga bersyukur. Setidaknya sudah ada titik terang dari permasalahannya.


'Tiga bulan. Bersabarlah Sam!' ucapnya pada diri sendiri. Berusaha memberi kesabaran pada hatinya.


Ah, kenapa sekarang ia semakin merindukan Zahra? Tidak bisakah menikah saat ini saja? pikirnya.


...


Hari berganti. Seminggu sudah pengantin baru itu melakukan bulan madunya. Dan kini, saatnya pulang.


"Oh, rindunyaaaaa."


Melati memeluk sahabat sekaligus iparnya itu setelah menyalami mertuanya. Dia dan Zidan tidak langsung ke rumahnya. Tetapi terlebih dahulu ke rumah sang mertua.


"Benarkah kamu merindukanku? Aku pikir kamu sudah melupakanku karena kini ada kak Zidan yang menempati seluruh hati dan pikiranmu itu," rayu Zahra.


Jangan anggap dia tidak sopan, karena cara panggilnya pada kakak iparnya yah. Itu karena Melati yang meminta. Keduanya sudah berteman sejak lama. Dan akan aneh rasanya jika mereka menyebut kakak dan adik ipar satu sama lain.

__ADS_1


"Mana mungkin! Kamu tetap memiliki tempat khusus di dalam sini dan sini. Tak mungkin terlupakan," ucap Melati, menunjuk arah hati dan kepalanya.


"Oh, manis sekali. Kalau begitu buktikan. Kalau kamu memang tidak melupakanku. Berarti kamu membawa oleh-oleh dong buat aku," kata Zahra sekedar bercanda.


"Tentu saja. Dia bahkan sampai lupa membeli sesuatu untuk dirinya sendiri karena sibuk membeli oleh-oleh untuk semua orang."


Zidan angkat suara. Membuat Zahra girang.


"Benarkah? Alhamdulillah, padahal cuma bercanda. Eh, malah dapat oleh-oleh beneran. Mana? rezeki nggak boleh di tolak."


Zahra begitu semangat dan bahagia. Entah benar karena dapat oleh-oleh atau karena sang sahabat ternyata mengingat dirinya meski jauh di negri orang. Itu oun saan bersama suami yang sejak dulu ia gilai.


Laras dan Gibran tersenyum melihat kebahagiaan sederhana di depannya. Rasanya baru kemarin mereka meratapi nasib yang kesepian tanpa adanya seorang anak. Lalu Allah menghadirkan Zidan kecil di antara mereka. Kemudian Zahra. Dan sekarang ada Melati. Semoga secepatnya Samuel pun bisa masuk ke dalam keluarga mereka. Dan kemudian putra putrinya bisa memberinya cucu yang akan menambah kebahagian dalam hari-hari mereka. Pikir keduanya berdoa lalu mengaamiinkan.


Zidan dan Melati tidak berlama-lama disana. Dia pamit karena ingin ke rumah orang tua Melati juga. Bisa ngambek si Kevin kalau tahu kakaknya pulang dan tidak segera menghampirinya.


...

__ADS_1


Usia kandungan Syanti sudah masuk minggu ke lima. Perutnya memang masih nampak rata. Tapi lama kelamaan akan makin membesar kan?


'Aku harus mendapatkan Vano bagaimana pun caranya. Dia juga termasuk bertanggung jawab dalam hal ini. Aku bisa diculik dan dilecehkan karena efek alkohol. Dan dia yang memintaku bergabung dengan temannya sehingga aku sampai minum,' batin Syanti membenarkan jika sudah seharusnya Vano bertanggung jawab atas bayi yang ia kandung.


...


Malam ini, Isabel dibuat menangis oleh Vano.


Bagaimana tidak? Vano memberinya kejutan besar dengan melamarnya di sebuah taman. Dimana taman itu telah Vano sulap sedemikian rupa hingga menjadi tempat yang begitu indah dan menambah kesan romantis.


Vano berlutut dengan membuka kota berlian di hadapan Isabel.


"Wil you marry me?" tanyanya penuh harap.


Dia merasa degdegan. Vano yakin jika Isabel mencintainya. Tapi apakah Isabel sudah siap melanjutkannya ke jenjang yang lebih serius, ia tidak tahu. Dia hanya berharap. Karena dia sudah tidak sabar ingin menghalalkan sang kekasih yang setiap saat menggoda imannya.


Vano menunggu dengan cemas. Jantungnya kini berpacu kian kencang. Hingga suara jawaban Isabel membuatnya lega.

__ADS_1


"Yes, i will marry you."


__ADS_2