
"Ada apa Mah?"
Samuel sampai di rumah dengan cepat, dia melajukan mobilnya dengan sangat cepat karena khawatir. Ibunya menyuruhnya pulang karena ada hal penting dan entah kenapa Samuel dengan konyolnya mengira ada hal buruk yang terjadi.
"Kenapa kamu se khawatir itu? Mama memintamu pulang karena kita akan ke makam korban kecelakaan 13 tahun silam."
Rosa geleng-geleng melihat putranya berlari masuk rumah dengan wajah khawatirnya.
"Makam? mama sudah mengetahui lokasi makam mereka? dan gadis kecil itu?"
Samuel begitu semangat saat ini.
"Iya, papa kamu sudah mengetahui lokasi makam itu. Beberapa hari yang lalu kami berencana kesana, tapi batal karena papa tiba-tiba dapat telpon dari kantor." Ucap Rosa sambil memandang putranya.
Dalam hati Rosa, memikirkan idenya kembali. Dia akan segera menemukan gadis kecil itu dan dia akan menjadikan gadis itu menantunya. Dan Samuel pasti akan setuju karena rasa bersalah dan tanggung jawabnya.
"Maaf, lalu gadis kecil itu? kalian sudah bertemu dengannya?" Tanya Samuel penuh harap.
"Belum, tapi itu pasti tidak akan lama lagi. Kami menugaskan seseorang stay disana dan dia sudah bertanya dengan penjaga disana. Kata penjaga makam disana, dalam satu minggu, seorang gadis yang mungkin itu adalah gadis kecil itu pasti akan datang kesana. Dan hari ini genap sudah seminggu sejak terakhir gadis itu ke makam itu. Penjaga makam disana bilang jika gadis itu pasti akan datang hari ini, jadi mungkin akan bagus jika kita semua juga kesana." Ucap Rosa.
__ADS_1
Mendengar ucapan ibunya, Samuel menjadi tidak sabar.
"Ya sudah, ayo kita kesana!" Ucap Samuel dan terlebih dahulu berjalan keluar.
Rosa memandang langkah putranya dan tersenyum berkata pada Hamdan.
"Apa menurut kamu dia akan menolak perjodohan dengan gadis itu nantinya?"
Rosa sudah mengatakan idenya sejak kemarin pada Hamdan. Namun Hamdan hanya berkata jika dia akan mendukung apa pun yang menjadi keputusan Samuel.
...
Zahra mengantar berkas yang sudah dia kerjakan ke ruangan Samuel, tetapi dia mendapati ruangan itu kosong dengan pintu terbuka.
"Semuanya sudah selesai, aku letakkan di atas meja. Maaf aku pulang lebih awal soalnya ada urusan."
Setelah mengirim pesan itu, Zahra pun pergi dari kantor.
"Iya kak, aku lagi menuju parkiran."
__ADS_1
Sambil berjalan, Zahra mengangkat telpon Sultan yang menunggunya di parkiran.
"Ayo! Zahra sudah semingguan ini tidak ke makam ayah dan ibu." Ucap Zahra sambil memasuki mobil kakaknya.
Keduanya janjian untuk menziarahi makam orang tua mereka hari ini.
...
"Bagaimana? ada perkembangan? apa gadis itu sudah datang?" Tanya Hamdan pada orang suruhannya untuk stay disana.
Kini mereka berdiri di pinggir sebuah area pemakaman umum. Disana makam muslim dan non-muslim berada dalam satu area, hanya saja makam muslim berada di sisi kanan sedang makam non-muslim di sisi kiri area makam tersebut.
"Belum pak! Tapi tadi petugas makam disini berkata jika putri dari pemilik kedua makam itu pasti akan datang hari ini." Jawab orang suruhan Hamdan sambil terus memandangi sebuah makam dari kejauhan.
Sontak Hamdan, Rosa dan Samuel mengikuti arah pandangan orang tersebut.
"Kenapa kamu memperhatikan makam disana?" Tanya Rosa.
"Maaf kalau saya tidak sopan karena bicara tanpa memandang kalian. Tapikan bapak dan ibu yang menyuruh saya untuk tidak mengalihkan pandangan dari kedua makam tersebut." Ucapnya.
__ADS_1
Deg
Jantung Rosa seperti mau melompat saat mencerna ucapan orang itu, lalu dia kembali mengikuti arah pandang orang suruhannya itu.