Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 36


__ADS_3

"Eh ada tamu cantik rupanya."


Laras yang dari rumah sakit sebentar, memasuki kamar Zahra dan melihat Melati yang sedang ngobrol sangat asyik bersama Zahra.


"Iya mah, perkenalkan ini sahabat baik Zahra, lebih tepatnya saudara Zahra, Melati." Zahra memperkenalkan Melati pada Laras.


"Melati." Melati meraih tangan Laras lalu mencium punggung tangannya.


"Oh sayang, nama yang sangat indah sama seperti orangnya." Laras memuji Melati sambil memegang lembut dagunya.


Laras memang wanita yang sangat ramah dan penyayang.


Melati merasa malu, karena Laras terus memegang dagunya sambil menatapnya.


"Oh iya, mana Sultan?"


Tanya Laras lalu melepas jari lembutnya dari dagu Melati. Kemudian duduk di tepi tempat tidur Zahra dan mengeluarkan sebuah botol obat.


"Iya mah, Sultan disini."


Sultan masuk ke kamar Zahra, dan berdiri di sebelah Melati.


Zahra menarik Laras, mendekatkan telinga wanita itu dan membisikkan sesuatu yang membuat Laras tersenyum cerah.


Melati tentu tidak tau apa yang Zahra bisikkan pada Laras, tapi Sultan jelas tau, terlebih saat melihat Laras mengangguk dan tersenyum padanya.


"Ekhmmm."

__ADS_1


Karena merasa canggung saat terus ditatap jahil oleh ibunya, Sultan berdehem lalu berkata "Aku akan ke ruang kerjaku sebentar."


Lalu Sultan pun segera keluar dari kamar Zahra dan pergi ke ruang kerjanya yang tak jauh dari sana.


"Tidak lama lagi waktu makan siang, mama sudah membeli bahan, kamu istirahat disini yah sayang, mama akan memasak sebentar." Ucap Laras lalu hendak keluar dari sana.


"Aku boleh bantu tante tidak?"


Bukan hanya Laras yang terkejut mendengar Melati bertanya, tetapi lebih dari Laras, Zahra sebagai sahabat yang paling tau jika Melati sangat malas memasak sangat-sangat terkejut.


Tetapi Zahra tidak mengatakan apa pun.


"Boleh, ayo ikut tante."


Laras tentu dengan senang hati mengajak Melati ke dapur.


...


Bahkan ada beberapa hidangan yang Melati buat sendiri, yang bahkan Laras sendiri tidak pernah membuatnya.


"Maa syaa Allah, kamu pintar sekali memasaknya."


Pujian Laras bukan sekedar pujian belaka, tetapi dia benar-benar takjub dengan Melati.


"Tidak juga tan, sebenarnya aku orangnya sangat jarang memasak. Bahkan Zahra saja tidak tau jika aku bisa memasak."


Ucap Melati sambil mengangkat masakannya untuk dihidangkan.

__ADS_1


"Benarkah? kalau begitu Zahra pasti akan sangat terkejut saat memakan masakan lezat kamu nanti."


Ucap Laras, dia merasa sangat suka dengan Melati yang sangat mudah di ajak akrab.


"Apa kalian menyebut namaku?"


Karena merasa hawatir jika sahabatnya itu akan kebingungan di dapur, Zahra pun turun untuk membantu.


"Sayang, kenapa kamu turun? badan kamu masih lemas bukan?"


Ucap Laras penuh perhatian, dia belum mengizinkan Zahra keluar kamar karena tubuh Zahra masih belum seutuhnya pulih.


"Aku sudah jauh lebih baik kok mah. Aku kesini untuk membantu." Ucap Zahra lalu melangkah kesamping Melati.


Laras tersenyum dan berkata "Kamu terlambat sayang, sahabatmu ini sudah memasak semua bahan yang ada."


Laras menunjuk beberapa masakan yang sudah siap disajikan.


"Apa aku tidak salah dengar? kamu yang membuat semua ini?"


Tanya Zshra tak percaya, sebab selama ini dia sangat tau jika Melati sangat malas memasak dan hanya membeli makanan untuk dirinya dan adiknya saat orang tuanya tidak dirumah.


"Tidak semua, hanya dua hidangan ini saja, lainnya aku hanya membantu tante."


Perkataan Melati tentu membuat Zahra terkejut.


"Bukankah kamu sangat malas memasak? dan aku kira... upsh tidak maksud aku..."

__ADS_1


Zahra merasa tidak enak karena kecoplosan, dia merasa telah membuka sisi buruk sahabatnya sendiri dihadapan Laras.


Tapi tidak, Melati dan Laras malah tertawa dan Melati berkata "Lihatkan tante, Zahra benaran terkejut dan tidak akan percaya karena aku memang sangat jarang memasak."


__ADS_2