Islam Teman Sepiku

Islam Teman Sepiku
Bab 70


__ADS_3

Mendengar putranya yang terlihat pucat itu justru menanyakan orang lain. Membuat Rosa menahan kesal.


"Kamu itu lagi sakit Sam! Jangan pikirkan hal yang tidak penting," ucap Rosa.


"Kata siapa Zahra tidak penting? Dia itu hidup dan mati Sam mah. Sam bisa sakit karenanya. Zahra pun adalah obat penyembuh bagi Sam," sanggah Samuel.


"Benar sekali. Gadis itu adalah penyebab kamu sakit begini. Kalau sa..."


"Mah! Putra kita sedang sakit. Ingat kata Dokter. Jangan buat Sam semakin parah."


Hamdan segera memperingati Rosa yang terlihat tak ingin menahan mulutnya.


Iya, Rosa menyalahkan Zahra atas apa yang Samuel alami. Bagi Rosa, Zahra yang membuat putranya menjadi pemabuk akhir-akhir ini. Dan berakhir menyebabkan Samuel menderita.


Dalam hal ini, Rosa dan Hamdan berbeda pendapat.

__ADS_1


Menurut Hamdan, justru Zahra lah satu-satunya orang yang bisa menarik Samuel keluar dari kebiasaan baru buruknya.


Yah, Dokter mengatakan kalau ada masalah pada fungsi hati Samuel. Dan itu dipastikan karena sudah terlalu sering mengkonsumsi alkohol. Hamdan dan Rosa tentunya membantah hal itu. Mereka mengenal putranya. Meski alkohol bukan hal baru bagi putra mereka. Akan tetapi tidak lantas putra mereka merupakan seorang pecandu alkohol.


Namun, pengakuan Samuel membuat kedua orang tua itu tak mampu berkata. Samuel memaparkan, kalau belakangan ini, dia memang sering mengkonsumsi minuman tersebut guna untuk menghilangkan rasa yang kian membuncah di hatinya.


Vano saja dibuat tidak percaya. Sekenalnya, Samuel tidak akan keluar untuk minum tanpa pengawasan darinya seperti tadi malam. Lalu, bagaimana mungkin Samuel dikatakan sering mabuk-mabukan, sedang setelah terakhir kali mereka minum bersama Isabel dan Syanti bulan lalu, semalam kali pertama ia menemani Samuel minum lagi.


Namun, lagi. Pengakuan Samuel membuatnya bungkam. Ternyata benar. Belakangan ini, Samuel memang sering minum dalam jumlah yang berlebih. Dan itu dia lakukan di apartemennya dengan memesan minuman tersebut. Akan tetapi tadi malam dia merasa butuh teman minum. Makanya dia mengajak sepupunya itu untuk menemaninya keluar.


...


Gadis itu sejak tadi tidak pulang. Dia melihat kondisi Samuel dari luar ruang rawat. Dan hanya mengetahui perkembangan kondisi pria itu dari suster yang bertugas menangani Samuel.


Tidak ada yang menyadari jika Zahra masih disana. Setia menemani Samuel yang terbaring lemah meski dari jarak jauh.

__ADS_1


Untuk masuk ke ruang rawat, Zahra tidak punya keberanian. Dia sadar diri, jika Rosa tidak menyukai kehadirannya disana.


Sampai saat ini, Zahra pun belum juga pulang. Dia sudah mengabari orang tua angkatnya, kalau dia sedang di rumah sakit memantau kondisi Samuel dan akan pulang mungkin sekitar waktu isya.


"Ya Robb! Engkaulah pemilik kesehatan. Maka hamba mohon, sehatkan lah kembali dirinya..." dengan nada sendu, Zahra mengiba pada sang kuasa.


...


Setelah sholat maghrib, Zahra kembali ke kursi panjang yang ada di depan ruang rawat Samuel.


Tampak bodoh memang. Sendirian disana seharian penuh. Tanpa melihat orang yang ia ingin tahu keadaannya. Tetapi, Zahra tidak berpikir demikian. Ia disana untuk memastikan perkembangan kondisi Samuel. Meski hanya dengan bertanya dengan suster yang lewat.


"Zahra?! Kamu disini?"


Vano yang hendak pulang, mengerutkan keningnya saat melihat Zahra disana. Dia pikir Zahra sudah pulang. Atau dia baru datang lagi? pikirnya.

__ADS_1


Vano dan yang lain tidak mengetahui jika Zahra seharian tidak pulang dan tetap stay disana. Karena entah kebetulan atau bagaimana. Saat di antara orang yang menemani Samuel, ada yang keluar. Baik untuk makan atau yang lainnya. Selalu saja saat itu Zahra juga lagi beranjak dari sana, entah ke kantin atau ke mushollah rumah sakit. Namun, sekarang tidak terjadi kebetulan yang sama. Zahra yang sedang duduk disana menunggu suster selesai mengecek kondisi Samuel sebelum ia pulang, untuk kemudian menanyakan kondisi Samuel yang terkini pada suster tersebut, bertemu dengan Vano yang sudah ingin pulang ke rumah.


__ADS_2