Istri Kesayangan Nino

Istri Kesayangan Nino
Extra Part 2


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian....


"Mengapa kau selalu mengikutiku?" Bentak seorang gadis bermata cokelat saat seorang pemuda terus mengikutinya.


"Aku hanya membelikan ini untukmu," pemuda itu tersenyum dan memberikan bingkisan makanan untuk gadis pujaan hatinya.


"Jasper Allen, aku tidak butuh makanan darimu dan jangan pernah mendekatiku lagi!" Tolak gadis cantik itu yang bernama Aurora Zeuch.


Aurora pun berlalu meninggalkan Jasper yang masih berdiri di tempatnya.


"Ayo kita masuk kelas! Bel sudah berbunyi!" Seseorang menepuk bahu Jasper. Dia adalah Archie Walsh.


"Ayo!" Jawab Jasper dengan lesu. Mereka pun masuk ke dalam kelas bersama-sama.


"Sudah mengerjakan PR?" Tanya Archie kepada Jasper yang sedang memperhatikan Aurora. Mereka kini memang berada di kelas yang sama dan duduk di kelas 3 SMA.


Sebenarnya Aurora dan Jasper lebih tua dua tahun dari Archie, tetapi karena Archie mengikuti akselerasi saat sekolah dasar dan menengah pertama, ia pun jadi menghemat waktunya selama dua tahun.


"Belum. Aku tidak sepintar kau!" Jasper menggetuk kepala Archie dengan pulpen yang ada di tangannya.


"Mengapa kau menyukai Aurora?" Bisik Archie di telinga Jasper.


"Masa kau tidak tahu. Aurora itu kan bintang sekolah. Mana ada laki-laki yang tidak menyukai dia," timpal Jasper.


"Aku tidak suka dengan Aurora. Mengapa kau harus menyukainya? Terlebih ibunya itu cerewet sekali. Tante Beverly benar-benar orang yang sangat cerewet. Aku tidak akan tahan bila mempunyai mertua kelak seperti dia," Archie bergidik ngeri membayangkan wajah Beverly, yang tak lain adalah ibu dari Aurora.


"Tante Beverly sangat baik. Dia itu sahabat mama dan papa," Jasper membela.


"Aku tidak suka. Aku lebih suka mamaku yang sangat tenang dan keibuan," Archie membayangkan wajah Tifanny yang selalu bersikap keibuan dan bijak.


"Kau ingin menikahi ibumu sendiri?" Jasper mendelik kesal.


"Bukan itu maksudku. Intinya aku tidak suka dengan Aurora," jelas Archie kemudian ia memeriksa pekerjaan rumah yang akan ia kumpulkan hari ini.


"Mengapa susah sekali mendapatkan Aurora? Aku sudah menyukainya sejak kecil, saat kami sering main bersama," Jasper menatap Aurora yang tengah berbincang hangat dengan teman-temannya.


"Kak Jasper, kak Archie tunggu!" Teriak seorang gadis.


"Jasmine?" Sahut Jasper dan Archie bersamaan.


"Kita pulang bareng ya?" Ajak Jasmine dengan serunya.


"Paman Alden tidak menjemputmu?" Archie mencari sosok ayah Jasmine.


"Tidak. Otousan tidak menjemput," Jasmine menggelengkan kepalanya.


"Kau masih memanggil ayahmu otousan?" Jasper tertawa mendengar panggilan Jasmine untuk Alden, ayahnya.


"Otousan sendiri yang memintaku untuk memanggilnya begitu. Kalian tahu kan ayahku penggemar Jepang?" Jasmine mengerucutkan bibirnya.


"Sudahlah, mengapa jadi kita membahas ini?" Archie tertawa.


Jasmine sendiri baru duduk di bangku kelas 1 SMA. Mereka akrab karena satu sama lain bertetangga dekat.


Kai dan Alula memiliki 2 orang anak, Nino dan Tifanny mempunyai 2 orang anak dan Alden mempunyai 4 orang anak.


"Oh iya, besok kan sudah masuk musim panas. Kalian akan berlibur ke mana?" Tanya Archie saat kini ia sudah berada di dalam mobil milik Jasper.


"Aku akan pergi ke Bulgaria," ucap Jasper dengan pelan.


"Pasti karena ingin melupakan Aurora," Archie menebak.


"Iya. Aku tidak ingin berlama-lama dengan perasaan ini," sergah Jasper dengan jengkel.


"Lihatlah, kak! Kak Aurora pulang dengan kekasihnya!" Tunjuk Jasmine kepada Aurora yang tengah bersama seorang pemuda.


"Itu kekasihnya? Dia kan ketua ekskul Karate. Benar kan?" Timpal Archie sembari memperhatikan kekasih Aurora.


"Kak, kau harus benar-benar move on dari Aurora!" Jasmine menepuk bahu Jasper dari belakang.


Jasper pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Pikirannya begitu terganggu akan sosok gadis yang sudah lama ia impi-impikan.


"Aku akan ikut denganmu ke Bulgaria," Archie menoleh ke arah Jasper yang sedang mengemudi.


"Baiklah," Jasper setuju.


Sesampainya di rumah....


"Kau yakin akan pergi ke Bulgaria?" Tanya Alula dengan khawatir. Alula adalah ibu dari Jasper.


"Ma, aku sudah 17 tahun. Tidak akan terjadi apa-apa," Jasper meyakinkan.

__ADS_1


"Biarkan saja, sayang. Dia ini seorang pria," timpal Kai, ayah dari Jasper yang sedang duduk melepas sepatu di kakinya.


"Tapi sayang, Bulgaria itu jauh. Aku tidak ingin mengambil resiko," Alula menatap suaminya.


"Biarkan saja dia!" Jawab Kai lagi.


"Sayang, kau ini seorang ayah atau bukan?" Alula menatap suaminya dengan kecewa.


"Oke oke. Kau boleh pergi asal dengan bersama pengawal yang papa berikan padamu," Kai menatap putra sulungnya itu.


"Papa seperti tidak pernah muda saja," Jasper berdecak kesal.


"Pergi bersama pengawal papa atau tidak sama sekali?" Alula memberikan penawaran.


"Baiklah," Jasper mengalah.


Hal yang sama pun dialami oleh Archie saat ia meminta izin kepada kedua orang tuanya.


"Mama tenang saja, Archie bukan anak kecil lagi," Archie memeluk Tifanny dengan manja.


"Kau sudah dewasa tetapi masih saja bersifat manja," Nino tersenyum memperhatikan ibu dan anak itu.


"Tante Meghan minta oleh oleh ya?" Potong Meghan saat ia mendengar rencana keberangkatan keponakannya.


"Tante sudah jadi dokter masih saja meminta kepada Archie," Archie mencebikan bibirnya.


Meghan dan Aiden suaminya hanya tertawa melihat raut wajah Archie. Meghan sendiri kini sudah dikaruniai satu orang anak hasil pernikahannya bersama Aiden.


Seminggu kemudian...


Archie dan Jasper kini berada di dalam perjalanan menuju negara Bulgaria. Archie dan Jasper pun masing-masing dibekali pengawal oleh kedua orang tuanya untuk menjaga mereka saat di negara orang lain. Beberapa hari mereka habiskan untuk mengelilingi kota demi kota di Bulgaria.


"Archie ayo kita jalan jalan keluar! Kebetulan mereka sedang tidur," bisik Jasper kepada Archie. Archie pun menoleh ke arah bodyguardnya yang tertidur.


"Ayo!" Bisik Archie. Mereka pun keluar mengendap endap dari kamar hotel dan menyusuri kota Stara Zagora, Bulgaria dengan membawa mobil.


"Aku dengar ada parade di kota ini. Ayo kita tonton!" Ajak Archie kepada Jasper.


"Kau tahu dari mana?"


"Aku tadi mendengar dari beberapa wisatawan yang ada di sini," jawab Archie.


"Ini tempatnya? Mengapa orang-orang menyebutnya pasar jodoh?" Jasper merasa tidak mengerti. Ia melihat begitu banyak perempuan-perempuan cantik yang berjejer bersama kedua orang tua mereka.


Archie dan Jasper pun turun dari mobil dan mulai bertanya kepada orang-orang sekitar.


"Ini parade j*ual b*eli wanita muda yang biasa dilakukan di kota ini," jelas seorang warga lokal yang membuat Archie dan Jasper membelalakan matanya karena terkejut.


"Hal ini umum dilakukan oleh suku Kalaidzhi. Biasanya keluarga yang sulit ekonomi akan melakukan hal ini. Meski mereka dijual tetapi bukan untuk dikencani, tetapi untuk dinikahi," jelas warga lokal itu kembali.


"Memang yang seperti ini masih ada?" Archie bertanya dengan ragu.


"Ada, ini buktinya!" Jawab Jasper.


"Mengapa mereka terlihat sangat muda?" Tanya Archie kepada warga lokal itu.


"Iya. Memang gadis yang dibawa berkisar usia 14-15 tahun. Jika 20 tahun ke atas itu sudah cukup berumur."


"Ini Eropa bung!" Sergah Jasper yang masih tak habis pikir.


"Tidak perlu begitu. Hargai saja budaya orang lain. Oke?" Archie berkata dengan bijak.


"Iya, dede jenius," sahut Jasper.


"Ayo kita pulang ke hotel!" Ajak Archie saat ia sudah berterima kasih kepada warga lokal itu untuk informasi yang diterimanya.


"Ayo!" Jasper membalikan badannya.


Ketika ia akan masuk ke dalam mobil, Jasper menatap seorang gadis cantik yang meronta dan menangis. Sepertinya ia tidak mau ketika tengah dilakukan negosiasi harga oleh kedua orang tuanya dan calon pembeli.


"Tunggu di sini!" Jasper menatap Archie kemudian ia berlari mendekati gadis yang dimaksud.


"Sepertinya gadis ini tidak mau dibeli olehmu, tuan!" Jasper menatap laki-laki yang ada di hadapannya. Laki-laki itu seperti seumur dengan ayahnya.


"Kau tahu apa anak kecil? Aku membelinya untuk dijadikan istri," cetus pria itu dengan bengis.


"Aku tidak mau. Tolong aku!" Gadis itu menangis menatap Jasper.


"Setahuku dari warga tadi, harusnya kegiatan ini tidak ada paksaan sama sekali. Tetapi mengapa kalian memaksa putri kalian untuk bersama pria ini?" Jasper menajamkan matanya.


"Kamu mengerti apa? Yang penting uang," jawab ayah dari gadis itu.

__ADS_1


"Uang? Aku akan membayar anakmu lebih dari pria ini. Berapa kau membayar?" Jasper mengarahkan tatapannya ke arah pria yang ada di sampingnya.


"Sombongnya kau anak kecil! Punya uang berapa kau hah?" Bentak pria itu.


"Kami dan dia bernegosiasi di angka 10.000 lev Bulgaria (mata uang Bulgaria)," jawab ayah dari gadis itu.


"Aku tidak ingin menikah dulu," berontak gadis yang sedari tadi menangis.


Jasper menoleh ke arah gadis yang berderai air mata itu.


"Baiklah. Aku akan membelinya 16000 lev Bulgaria. Bagaimana?"


Kedua orang tua dan calon pembeli itu kaget mendengar ucapan Jasper.


"Memangnya kau mempunyai uang sebanyak itu? Jangan bermimpi anak kecil!" Pria yang ingin membeli tadi tertawa dengan sangat keras.


Jasper mengambil ponselnya dan menelfon bodyguardnya.


"Tunggu! Pengawalku akan datang dan membawa uangnya!" Jasper memasukan ponsel itu kembali ke dalam saku celananya.


Beberapa menit kemudian, pengawal Jasper dan Archie pun datang.


"Ini uang yang anda minta tuan. Tapi untuk apa uang sebanyak ini?" Pengawal Jasper tampak kebingungan.


Jasper mengambil koper uang itu dan memberikannya kepada kedua orang tua gadis yang tengah menangis.


"Ini aku sudah sah membelinya!" Kata Jasper.


"Ini benar uang?" Mata sang ibu berbinar menatap gepok demi gepok uang dari koper.


"Sial*n!' Hardik pria calon pembeli tadi dan berlalu dari sana.


"Kau bebas. Aku pergi!" Jasper pergi meninggalkan gadis itu. Sedangkan kedua orang tuanya masih sibuk memegang uang dari dalam koper.


"Tuan, tunggu!" Gadis itu menahan tangan Jasper yang berjalan menuju mobil.


"Apa?" Tanya Jasper dengan dingin.


"Terima kasih," tutur gadis itu dengan berseri.


"Sama-sama."


"Tuan, namaku Rachel. Siapa namamu?" Gadis bernama Rachel itu menjulurkan tangannya.


Jasper hanya menatap tangan gadis itu dengan dingin, kemudian ia berbalik lagi dan berjalan menuju mobilnya.


"Sombong sekali dia!" Rachel mencebikan bibirnya.


"Aku harus pergi dari sini sebelum ayah dan ibu menjualku kembali," Rachel berlari dari pasar itu.


"Apa aku ikut saja kakak pergi ke negara Inggris?" Gumam Rachel sesampainya di rumah sembari membereskan semua bajunya.


BERSAMBUNG.....


Hallo hallo readers, akhirnya author bisa nepatin janji lagi buat bikin extra partnya. Nanti author akan membuatkan kisah anak-anaknya ini di novel baru ya? Tapi nanti ya, author lagi bikin novel dulu dengan setting di Indonesia. So jangan unfav novel ini ya biar nanti ada notif kalau author garap novel anak anaknya. Sesudah novel setting di Indo ini tamat, baru author bikin novel Jasper dan kawan kawan. Di atas hanya sekedar gambaran sedikit untuk novel author nanti ya. Oh iya jika kalian bertanya emang ada ya jual beli gadis kaya gini? Jawabannya ada ya. Kalian bisa google buat mastiin. Keywordnya pasar jodoh di negara Bulgaria.


oh iya novel author yang setting Indo udah launching nih.


Kalau dulu Alula dipaksa nikah sama orang yang dia benci, nah ini novel kebalikannya di mana kita memposisikan diri sebagai seorang wanita yang pacarnya tuh dijodohin sama perempuan lain. Ya kaya nasib Arabella kali ya, yang udah baca novel Alula pasti tahu. Nih author kasih ya sinopsisnya.


Judul : Aku Bukan Seorang Pelakor


Setting tempat : Indonesia


...SINOPSIS...


Bagaimana rasanya bila kalian telah menjalin kasih selama bertahun-tahun, tetapi ternyata hubungan itu harus kandas karena kekasih yang kita cintai dijodohkan dengan orang lain?


Itulah yang dialami oleh Nayla, seorang gadis yang berasal dari keluarga sederhana. Karena kelas strata sosial yang berbeda, membuat hubungan Nayla dan kekasihnya yang bernama Reyhan harus kandas karena Reyhan dijodohkan dengan wanita lain. Wanita yang dijodohkan dengan Reyhan bernama Luna, yang tak lain adalah sahabat dekat dari Nayla.


Setelah menikah, Luna pun mengizinkan Reyhan untuk berhubungan kembali dengan Nayla, karena Luna sendiri pun sudah memiliki kekasih sebelum menikahi Reyhan.


Cap pelakor pun disematkan kepada Nayla karena sesudah menikahi Luna, Reyhan masih saja terus mengejar-ngejar Nayla, mantan kekasihnya.


Semuanya bertambah rumit ketika Luna mulai mencintai Reyhan dan bersumpah untuk memiliki Reyhan seutuhnya. Bumbu bumbu kisah cinta mereka semakin menarik dengan masuknya seorang pria bernama Aditya yang tak lain adalah bos di tempat Nayla bekerja.


Sanggupkah Nayla menghapus cap pelakor yang disematkan orang-orang kepada dirinya?


cara bacanya gampang ya, tinggal klik profil author dan mulai baca novelnya. Ini untuk sampulnya ya.


__ADS_1


__ADS_2