
Setelah makan bersama tamu undangan yang hadir. Nino dan Tifanny melakukan sesi pemotongan kue atau yang biasa disebut wedding cake.
Tifanny dan Nino bersama-sama memotong kue pengantin yang bertingkat-tingkat.
"Silahkan suapi istri anda, tuan!" MC mengarahkan.
Nino menyuapi Tifanny dengan kue yang ada di tangannya.
"Kau tidak mau menyuapiku?" Tanya Nino dengan tersenyum.
Tifanny segera mengambil potongan kue dan menyuapi suaminya.
Selesai acara pemotongan kue, MC mengadakan games untuk kedua pengantin dan para tamu undangan agar mereka tidak bosan. Semua tamu undangan tampak bersorak senang mendengar akan diadakan games di tengah-tengah resepsi pernikahan.
"Games yang pertama adalah shoes games. Games ini hanya dimainkan oleh sepasang pengantin. Tolong staff WO, bawakan 2 kursi ke mari!" Pinta MC kepada staff WO yang siap siaga jika diperlukan apapun. Mereka segera membawa 2 buah kursi dan menyimpannya di depan.
"Tolong duduk di sini dan duduklah saling membelakangi!" Perintah MC kepada Tifanny dan Nino. Mereka pun duduk dengan saling membelakangi.
"Tolong lepas sebelah sepatu anda tuan dan Nona!" Pinta MC kepada Tifanny dan Nino. Nino dan Tifanny pun segera melepas sebelah sepatu mereka.
"Baiklah, games akan segera di mulai. Akan saya ajukan pertanyaan pertama. Ke mana kalian berdua melakukan kencan pertama? Angkat sepatu anda jika ingin menjawab!" Tutur MC kepada Nino dan Tifanny yang terduduk.
Nino mengangkat sepatunya.
"Ya, tuan. Silahkan anda jawab!"
"Kami pertama melakukan kencan ke bioskop," jawab Nino yang membuat para hadirin langsung bersurak.
"Wow, tempat yang sangat bagus untuk memulai kencan pertama," MC ikut bertepuk tangan.
"Pertanyaan yang lain, di mana kalian melakukan ciuman pertama?" Tanya MC itu lagi. Lagi-lagi Nino mengangkat sepatunya untuk menjawab.
"Di kamarku!" Jawab Nino dengan polos yang membuat seisi ballroom tertawa dan bersorak.
"Wow, tuan! Saya yakin anda adalah pria yang aktif. First kiss langsung di kamar ya. Pasti kita tahu kelanjutannya," goda MC itu. Wajah Tifanny seketika memerah mengingat peristiwa itu. Bahkan waktu itu, dia sangat marah saat Nino memaksa menciumnya.
"No, aku tidak menyangka!" Kai dan Alden tertawa mendengar jawaban Nino.
"Tifanny tidak sepolos yang kita kira, Kai," Alden tertawa puas sambil menggendong Jasper.
"Sayang, jangan terlalu lepas tertawanya!" Alula mengingatkan.
"Iya, sayang," Kai berhenti tertawa.
"Aku tidak menyangka putra kita sudah berhubungan sejauh ini," ucap Eliana dengan bangga kepada Arley, Bobby dan juga David.
"Oke. Pertanyaan selanjutnya, apa hal gila yang pernah anda lalukan kepada pasangan anda?"
Lagi-lagi Nino mengangkat sepatunya yang menandakan dia akan menjawab pertanyaan.
__ADS_1
"Saat kuliah aku pernah naik ke balkon kamarnya hanya untuk bertemu dan merayakan ulang tahun istriku," Nino tersenyum mengenang peristiwa beberapa tahun silam di Amerika.
"Naik ke balkon ya? Anda pria yang benar-benar mempesona! Nona, setelah ini, kau yang harus menjawab!" MC memandang Tifanny yang hanya terdiam dari tadi.
"Nona, saya ingin bertanya. Apa momen yang paling spesial yang pernah anda lalui bersama tuan Nino?"
"Emm," Tifanny tampak berfikir.
"Saat dia menyanyikan sebuah lagu untukku," jawab Tifanny dengan canggung.
"Anda juga tipe pria yang romantis ya tuan Nino?" MC menanggapi jawaban Tifanny.
"Baiklah, kita akhiri sesi ini. Setelah games ini, saya akan mengadakan games yang diperuntukan untuk tamu hadirin. Nama gamesnya adalah Dare to Dare. Orang yang di tunjuk oleh pengantin harus mengucapkan sepatah dua patah kata untuk mantan kekasihnya. Anda bersiap? Ayo, tuan Nino tunjuk seseorang untuk maju ke depan!" Ujar MC kepada Nino.
Nino pun menunjuk Kaivan. Kai terkejut karena ia harus maju ke depan. Ia yakin, Nino tengah menjahilinya.
"Sayang, awas saja jika kau mengucapkan kata-kata romantis untuk mantan kekasihmu!" Alula mencubit tangan Kai sebelum Kai maju ke depan.
"Iya, sayang," Kai menelan salivanya yang terasa berat. Ia takut salah bicara, terlebih Alula tengah hamil sekarang.
"No, kau mengerjaiku!" Kai berbisik kepada Nino.
"Rasakan itu, Kai!" Nino tertawa-tawa melihat ekspresi bingung sahabatnya.
"Tuan, siapa nama anda?" Tanya MC kepada Kai yang ada di hadapannya.
"Kaivan Allen," jawab Kai singkat.
"Emm, bagaimana jika aku mengatakan sesuatu kepada orang yang pernah aku benci saja. Orangnya ada di sini," pinta Kai.
"Itu menarik! Boleh, katakan apa yang ingin anda katakan?"
"Aku ingin mengatakan kepada wanita itu!" Kai menunjuk Alula yang berdiri di samping Alden.
"Kau ingin mati Kai?" Alden menggerutu pelan. Sementara Alula tampak bersedih mendengar ucapan suaminya.
"Untukmu yang pernah aku benci. Aku tidak pernah menyangka akan menikah denganmu dan menghabiskan sisa waktuku denganmu. Rasa benci yang pernah aku rasakan kepadamu sudah hilang sepenuhnya. Kini, hanya ada cinta dalam diriku untukmu yang tak bisa aku ukur berapa besarnya, pokoknya lebih luas dari samudera pasifik, lebih luas dari benua asia dan lebih luas dari bongkahan es yang ada di kutub Selatan . Kau wanita pertama yang menjungkir balikan hatiku. Kau wanita pertama yang membuatku tidak bisa tidur karena takut kehilanganmu. Jangan pernah pergi dariku lagi! Karena jika itu terjadi, aku bisa mati," Kai menatap Alula dengan penuh cinta.
"Sayang!" Alula berjalan cepat ke arah suaminya. Ia segera mencium bibir Kai di depan tamu lainnya.
Para tamu undangan bertepuk tangan melihat sepasang suami istri yang romantis itu.
"Itulah putraku! Aku bangga padanya," ucap seorang pria setengah baya, yang tak lain adalah ayah dari Kai.
"Putra kita sangat romantis!" Ibu dari Kai yang hadir di pesta terenyuh melihat sikap anaknya.
"Kai, kau salah! Bongkahan es di kutub Selatan sedikit demi sedikit sudah mencair karena pemanasan global," Alden menggerutu di tempatnya berdiri.
"Tuan, terima kasih sudah menjawab pertanyaan dari saya. Sekarang tunjuk seseorang untuk menggantikan anda di depan!"
__ADS_1
"Aku ingin dia menggantikanku di sini!" Kai menunjuk seorang pria berjas hitam yang tengah memakan kue. Pria itu bernama Cleon, yang merupakan suami dari Chelsea. Kai dan Alula pun di persilahkan untuk kembali ke tempat asal.
"Aku?" Cleon menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, tuan! Datanglah ke mari!" Pinta sang MC acara.
"Sayang, aku ke sana dulu?" Cleon berpamitan kepada istrinya. Chelsea pun hanya mengangguk.
"Tuan, apa yang ingin anda sampaikan kepada mantan kekasih anda?" Tanya MC kepada Cleon.
"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk mantan kekasihku karena sudah mencampakanku. Terima kasih ya sudah meninggalkanku? Jika kau tidak meninggalkanku, aku tidak akan merajut tali kasih bersama istriku. Dan untuk istriku, terima kasih sudah jatuh cinta padaku dan mau hidup bersamaku. Selamanya aku hanya akan mencintaimu," Cleon menatap Chelsea dengan hangat. Chelsea pun tersenyum ke arah suaminya.
"Dia pria yang romantis!" Bisik para tamu undangan.
"Kenapa orang-orang di sini? Semuanya sangat kampungan! Cinta, cinta, cinta. Ah, aku muak!" Alden lagi-lagi menggerutu.
"Makanya segeralah jatuh cinta!" Kai menepuk bahu Alden.
"Tuan, tunjuk seseorang untuk maju ke mari!"
"Aku ingin dia yang maju!" Cleon menunjuk Beverly yang hadir bersama suami dan anaknya.
"Nona, silahkan maju!" MC berkata kepada Beverly.
"Yes, aku maju!" Beverly tampak kegirangan. Ia segera berlari ke depan.
"Nona, apa yang ingin anda katakan untuk mantan kekasih anda?" MC menyodorkan microfon kepada Beverly.
"Emm, apa ya?" Beverly menggaruk kepalanya.
"Ah tidak ada sepertinya," jawab Beverly.
"Benar-benar tidak ada? Anda katakan saja sesuatu hal kepada orang yang ada di sini!"
"Emm, baiklah. Hey, suamiku! Aku mencintaimu. Terima kasih karena sudah mau mengambil strawberry di kebun orang lain untuk acara mengidamku. Terima kasih karena kau selalu menikmati telur gosong buatanku setiap pagi dan terima kasih kau sudah bekerja sama denganku untuk menghasilkan putri kita. Mari kita bahu membahu membuat adik untuk putri kita!" Kata Beverly dengan santainya.
"Bev, kau ini! Turun!" Suami Beverly memberikan kode dengan mulutnya. Sementara tamu yang lain tertawa mendengar perkataan Beverly.
"Nona, anda sangat unik. Kau boleh kembali ke tempat asalmu!"
Beverly pun memberikan microfonnya kepada MC dan kembali ke sisi suaminya.
Acara di lanjutkan dengan pesta dansa. Pengantin di minta untuk berdansa di tengah tengah aula. Terdengar musik berjudul Endless Love dari The Light the Heat mengiringi gerakan pelan mereka.
"Sekalian ini adalah moment wedding first kiss. Silahkan anda cium istri anda!" MC memberikan arahan untuk pesta penutup ini.
Nino pun memajukan wajahnya dan mencium bibir Tifanny lembut. Tifanny dengan cepat menjauhkan wajahnya.
"Kau harus terbiasa! Setiap hari kita akan melakukannya," Nino berbisik yang membuat Tifanny langsung merinding seketika.
__ADS_1
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...