
"Sebentar!" Teriak Tifanny saat seseorang mengetuk rumahnya dengan tidak sabar.
"Nino?" Ucap Tifanny saat ia melihat Nino ada di depan pintu. Tifanny heran karena Nino datang kembali ke rumahnya malam-malam seperti ini.
"Hey, Fann! Boleh aku masuk?" Pinta Nino.
"Untuk apa kau kemari?" Tifanny bertanya dengan waspada. Ia takut Nino akan kembali kurang ajar kepadanya.
"Aku ingin bicara denganmu sebentar. Boleh aku masuk?" Pinta Nino lagi dengan senyuman yang terukir di wajahnya.
"Bicara apa? Bicara saja di sini!"
"Aku tidak akan macam-macam. Aku berjanji."
"Baiklah," Tifanny pun mengalah dan mempersilahkan Nino untuk masuk. Mereka kini terduduk di sofa ruang tamu rumah Tifanny.
"Mana Meghan?" Nino mencari keberadaan Meghan.
"Meghan sedang tidak ada di rumah. Ia sedang belajar bersama lagi di rumah temannya."
"Fann?" Panggil Nino.
"Iya aku di sini."
"Fann, menikahlah denganku!" Nino berkata langsung pada intinya.
Tifanny yang mendengar permintaan Nino tampak sangat terkejut dengan perkataan dari pria yang ada di hadapannya.
"Kau sedang mabuk?" Tifanny memperhatikan wajah Nino, akan tetapi wajahnya tidak seperti sedang mabuk. Wajahnya tenang dan tidak menunjukan dia sedang mabuk atau sedang bercanda.
"Aku serius. Menikahlah denganku!" Pinta Nino lagi.
Tifanny pun tertawa ketika mendengar permintaan dari Nino. Tifanny sampai menyeka air mata yang ke luar dari sudut matanya karena terlalu lepas tertawa.
"Kau kenapa?" Nino tampak tidak mengerti.
__ADS_1
"Kau sedang mengerjaiku?" Tifanny masih tertawa.
"Tidak. Aku serius. Menikahlah denganku!" Pinta Nino lagi dengan wajah yang serius.
Tifannya memperhatikan dengan seksama wajah pria yang ada di hadapannya. Wajahnya tampak sangat serius dan tampak tidak sedang bermain-main.
"Kau serius datang ke sini untuk memintaku menikah denganmu?" Tawa Tifanny menghilang. Ia menatap wajah Nino penuh selidik. Kira-kira apa yang direncanakan pria yang ada di hadapannya? Kira-kira begitu pikiran Tifanny.
"Iya. Aku serius. Aku ke mari untuk memintamu menjadi istriku. Jadi kau mau?" Tanya Nino lagi.
"Tidak. Aku tidak mau menikah, menikah tidak ada dalam rencana hidupku," Tifanny langsung menolak dengan tegas.
"Kau langsung menolakku?" Nino menatap Tifanny dengan tajam.
"Iya. Bahkan kita tidak mempunyai hubungan apapun. Untuk apa kita menikah?" Raut wajah Tifanny tampak kebingungan.
"Kau salah. Kau masih kekasihku sekarang! Wajar kan aku meminta kekasihku untuk menikah denganku?"
"Kekasih? Maksudmu?" Raut wajah Tifanny semakin bingung mendengar ucapan Nino.
"Iya, bukankah setelah dinner waktu itu kita belum pernah mengucapkan kata putus atau perpisahan?"
Nino langsung berdiri dan mengejar langkah Tifanny. Nino menahan tangan gadis itu agar ia tidak masuk ke dalam kamarnya.
"Menikahlah denganku! Aku akan membayarmu dan mengeluarkanmu dari kesulitan ekonomi! Kau cukup layani semua kebutuhanku termasuk kebutuhanku di tempat tidur!" Nino meminta kepada Tifanny.
"Jika aku tidak mau?" Tifanny menantang.
"Jika kau tidak mau, adikmu yang akan ku nikahi!' Nino menyeringai jahat yang membuat Tifanny langsung bungkam seketika.
"Aku tahu, saat ini kau membutuhkan uang untuk biaya kuliah Meghan yang ingin kuliah ke fakultas kedokteran. Menikahlah denganku! Aku akan membiayai semua kebutuhan adikmu dan semua kebutuhanmu. Kau tidak perlu lagi bersusah payah untuk mencari uang," Nino meminta kembali.
"Aku bisa membiayai kuliah adikku sendiri tanpa bantuan darimu. Aku akan mencari cara untuk mengumpulkan biaya kuliah Meghan lebih cepat," Tifanny memberanikan menatap mata Nino yang saat ini sangat berbeda dengan Nino yang dikenalnya. Malam ini, Nino tampak sangat ambisius, berbeda dengan Nino yang selalu bersikap konyol di hadapannya.
"Kau yakin? Aku tahu tabunganmu masih sangat jauh dari kata cukup untuk membiayai kuliah Meghan. Ayolah! Jangan pikirkan dirimu sendiri! Kau harus memikirkan adikmu, kau mau Meghan bernasib sama sepertimu?"
__ADS_1
"Aku akan mencari cara agar bisa membiayai kuliah Meghan tanpa harus menikah denganmu!" Ucap Tifanny dengan tegas.
"Aku tidak mau menjual diriku kepadamu!" Lanjut Tifannym
"Ayolah! Syarat yang ku ajukan begitu mudah. Kau hanya perlu bersikap seperti istri pada umumnya."
"Aku tidak mau," Tifanny menolak kembali dengan tegas.
"Kau terlalu naif! Baiklah, aku akan mendekati adikmu agar dia mau menikah denganku. Bukankah Meghan lulus tahun ini? Aku bisa memaksanya dan mengatakan jika aku akan membiayai kuliahnya. Dia tentu tidak akan menolak, Meghan masih labil dan dia ingin sekali masuk kuliah kedokteran," tutur Nino lagi.
Nino mengetahui tentang Tifanny, karena semenjak ia melihat Tifanny ada di kota ini. Nino langsung mencari info mengenai gadis itu dan adiknya.
"Jangan pernah mendekati adikku! Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh adikku seujung rambut pun," Tifanny menatap wajah Nino dengan geram. Bisa-bisanya Nino mengancamnya dengan menggunakan Meghan. Ya, Meghan merupakan kelemahan terbesar diri Tifanny. Ia tidak bisa melihat adiknya menderita atau terluka sedikit pun.
"Kalau kau tidak ingin aku melakukan apa pun terhadap adikmu, maka menikah denganku! Hanya sembilan bulan saja! Setelah sembilan bulan, terserah kau mau melanjutkan pernikahan kita atau tidak," imbuh Nino.
"Aku tidak mau," tolak Tifanny lagi.
"Sayang, kau tidak bisa menolakku!" Nino mendekatkan wajahnya. Ia kemudian berbisik di telinga Tifanny.
"Aku bisa. Aku sudah bilang, aku tidak mau menikah denganmu. Kau tidak bisa mendengar?" Jawab Tifanny lagi.
"Kau belum tahu aku. Aku akan melakukan hal apapun untuk mendapatkan keinginanku. Aku akan melakukan apapun agar kau menikah denganku. Aku akan melakukan apapun walaupun aku harus menggunakan cara kotor sekali pun. Kau tidak mau kan aku menggunakan cara kotor untuk memaksamu?" Bisik Nino yang membuat Tifanny langsung merinding mendengarnya.
"Cara kotor apa?" Tifanny mendorong tubuh Nino menjauh darinya.
"Lihat saja nanti!" Nino tersenyum. Tifanny melihat senyuman itu sangat menyeramkan.
"Jangan melakukan hal yang gila!" Teriak Tifanny. Emosinya kini mulai terpancing karena Nino terus memaksanya.
"Lihat saja apa yang akan ku lakukan terhadap hidupmu!" Nino langsung pergi dari hadapan Tifanny.
Tenggorokan Tifanny terasa tercekat. Ia takut Nino melakukan hal yang tidak-tidak, terutama pada Meghan. Tifanny takut Nino berbuat nekat.
"Tidak, Nino tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak. Dia tidak akan berani melakukannya," Tifanny menepis segala pikiran buruknya.
__ADS_1
"Fann, kau belum mengenalku seutuhnya. Aku akan memastikan semua keinginanku tercapai. Lihat dan nikmati apa yang akan aku lakukan untuk mendapatkanmu! Aku tidak mau menikah dengan Fiona dan aku membutuhkanmu untuk benar-benar menggagalkan perjodohan bodoh itu," ucap Nino di dalam mobilnya.
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote/hadiah untuk mendukung author. Terima kasih.😊😊...