Istri Kesayangan Nino

Istri Kesayangan Nino
Sesudah Resepsi


__ADS_3

Semua tamu sudah membubarkan diri dari ballroom hotel. Kedua keluarga pun sudah masuk ke dalam kamar hotelnya masing-masing untuk beristirahat. Keluarga Nino memang membooking juga kamar hotel agar seluruh keluarga bisa beristirahat sesudah resepsi berlangsung.


"Selamat menikmati malam pertama, sayang!" Goda Eliana kepada putranya sebelum ia masuk ke dalam kamarnya.


"Ayo masuk!" Nino menarik tangan Tifanny ke dalam kamar hotelnya.


Tifanny pun mengatur nafasnya dan menstabilkan irama jantungnya yang sudah mulai berdetak tak karuan. Mereka segera masuk ke dalam kamar hotel.


"Aku mandi dulu ya?" Nino dengan bersemangat mengambil handuk miliknya dari dalam koper dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Tifanny pun memakai kesempatan itu untuk segera melepaskan gaun pernikahan yang masih membalut tubuhnya. Tifanny segera mengganti gaun itu dengan baju piyama dan langsung merebahkan dirinya di atas kasur.


"Ya ampun, kakiku pegal sekali!" Tifanny meluruskan kakinya sambil menatap lampu kamar hotel.


"Aku sudah sah menjadi istri Nino," gumam Tifanny pelan.


Sementara itu, di dalam kamar mandi Nino mandi dengan terburu-buru. Ia ingin segera melaksanakan ritual malam pertamanya. Dengan cepat, Nino langsung menyambar handuk yang tergantung dan langsung ke luar dari dalam kamar mandi.


"Aku deg-degan!" Nino menepuk-nepuk dadanya.


"Fann?" Nino mendekati tempat tidur.


Nino berjalan lebih dekat, tetapi semangat dalam dirinya untuk melakukan malam pertama langsung menceos saat melihat istrinya sudah tertidur.


"Ya ampun, Fann!" Nino mengusap wajahnya. Ia segera mengambil satu stel piyama dari dalam koper dan memakainya.

__ADS_1


Nino perlahan naik ke atas tempat tidur dan menatap wajah pulas Tifanny yang sedang tertidur.


"Pasti kau lelah!" Nino mengusap lembut wajah Tifanny.


Tatapannya beralih pada kaki istrinya. Ia menatap jari-jari kaki Tifanny yang lecet.


"Pasti karena dia memakai heels dari pagi," Nino segera berdiri dan mengambil air hangat.


Diam-diam, Nino mengompres kaki Tifanny dengan air hangat. Setelah mengompres kaki istrinya, Nino merebahkan tubuhnya di samping Tifanny.


"Mengapa di otakku sekarang terbayang kenangan kita saat di Amerika?" Nino memiringkan tubuhnya menghadap Tifanny.


"Aku akan belajar untuk mencintaimu," Nino melingkarkan tangannya di perut Tifanny dan ikut tertidur.


"Maafkan aku! Semalam aku ketiduran," ucap Tifanny saat ia terbangun.


"Tidak apa-apa. Kau pasti lelah," Nino bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Ia mencuci wajahnya dengan air yang mengalir di wastafel.


"Kau tidak marah?" Tifanny menatap wajah Nino yang baru ke luar dari kamar mandi.


"Tidak. Untuk apa aku marah?" Nino berjalan mendekati Tifanny yang masih terduduk di atas kasur.


"Bersiaplah!" Bisik Nino di telinga Tifanny.


"Bersiap apa?" Tifanny menaikan selimutnya sampai ke leher.

__ADS_1


"Bersiaplah, hari ini kita akan pindah rumah!" Jawab Nino yang membuat wajah Tifanny memerah seketika.


"Ya ampun, aku pikir! " Tifanny memejamkam matanya.


"Kau pikir apa? Malam pertama kita nanti saja. Kita harus mengurus kepindahan dulu," Nino tersenyum menatap wajah istrinya. Ia pun berjongkok dan membereskan barang-barangnya. Hari ini mereka akan langsung checkout dari hotel untuk acara pindahan rumah.


Tifanny pun turun dari kasur dan membantu Nino untuk membereskan semua barang-barangnya.


"Kita akan pindah ke mana?" Tanya Tifanny saat mereka sudah membereskan barang-barangnya.


"Kita akan pindah ke Boston Villages. Aku sengaja meminta Daddy untuk membelikan sebuah rumah di dekat rumah Kai," jelas Nino.


"Jadi, kita akan bertetangga dengan mereka?"


"Iya, tidak apa-apa kan?" Nino mengangguk.


"Tentu saja tidak. Aku bisa bermain dengan anak mereka. No, mengenai papa dan Meghan?"


"Aku kan sudah bilang, papa dan Meghan akan tinggal bersama kita."


"Nino, terima kasih!" Tifanny berhambur memeluk tubuh Nino.


"Sama-sama," Nino membalas memeluk Tifanny.


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...

__ADS_1


__ADS_2