Istri Kesayangan Nino

Istri Kesayangan Nino
Nasib Belinda


__ADS_3

David membuktikan perkataannya, dia mengutus seorang pengacara untuk menyelesaikan rumah tangganya dengan Belinda.


"Bagaimana ini, Ma?" Clara memegang sebuah surat gugatan perceraian yang di layangkan ayah tirinya.


"Biarkan saja. Mama sudah punya incaran baru," Belinda tampak bersiap untuk pergi ke suatu tempat.


"Maksud mama?" Clara tampak tidak mengerti.


"Ya, biarkan ayah tirimu menceraikan mama, karena sekarang mama sudah mempunyai pria lain yang akan menanggung semua kebutuhan kita," jelas Belinda.


"Benarkah, ma? Syukurlah! Hidup kita akan terjamin lagi. Dia siapa, Ma?" Tanya Clara penasaran.


"Dia seorang pengusaha. Hari ini mama akan bertemu dengannya. Kami sudah berkencan 5 kali," Belinda memoleskan make up ke wajahnya.


"Pengusaha? Wow! Pasti uangnya sangat banyak, Ma," Clara sangat gembira mendengar cerita ibunya.


"Tentu saja. Mama tidak akan memilih pria tidak beruang."


"Apakah pria itu beristri, Ma?" Tanya Clara lagi.


"Iya, dia beristri," jawab Belinda dengan santai.


"Semangat ya, Ma mendapatkan pria itu. Clara tidak mau jatuh miskin."


"Iya, sayang. Dia bilang, dia akan meninggalkan istrinya."


"Bagus, Ma. Kau benar-benar hebat! Aku bangga jadi anakmu," Clara mendekat ke arah Belinda dan memeluknya.


"Kalau begitu bersiaplah! Kita akan bertemu dengannya."


"Clara juga ikut?"


"Iya, dia ingin bertemu denganmu. Dia bilang ingin mengenal calon anaknya."


"Baiklah, Ma. Tunggu sebentar!" Clara langsung berlari ke arah kamarnya dan segera bersiap untuk bertemu dengan calon ayah tirinya.


Setelah bersiap, Clara dan Belinda segera pergi ke restoran tempat pertemuan mereka hari ini.


"Honey, kau sudah lama?" Sapa Belinda kepada seorang pria yang tengah terduduk di dalam restoran.


"Baru saja," pria itu berdiri dan mencium Belinda.


"Penampilannya sangat buruk. Lebih baik papa David kemana-mana. Tapi dia pria beruang, yang akan menjamin kehidupanku. Penampilan tidak penting, yang penting uang, uang dan uang," batin Clara saat melihat tampilan calon ayah tiri barunya.


"Ini anakmu!" Tunjuk pria yang bernama Neil.


"Iya, dia putriku."


"Kenalkan, aku calon papamu!" Neil berdiri dan menyodorkan tangannya kepada Clara.

__ADS_1


"Clara," Clara menyodorkan tangannya dan berjabat tangan dengan Neil.


Neil pun memesankan banyak makanan mewah untuk Belinda dan juga Clara.


"Ma, kau tidak boleh melepaskan tuan Neil. Dia benar-benar pria kelas kakap!" Bisik Clara kepada ibunya.


"Bukan kelas kakap, tapi kelas paus," ralat Belinda karena ia sangat tahu berapa banyak harta dari Neil.


Setelah makan malam, Neil mengajak Belinda ke hotel.


"Ma, aku ikut ya? Aku ingin sekali mencoba menginap di hotel itu!" Rajuk Clara.


"Kau pulang saja. Mama masih ingin menemani tuan Neil," Belinda menolak.


"Anakmu ajak saja. Aku akan memesankan kamar di sebelah kamar kita," jawab Neil.


"Terima kasih, Om!" Clara bersorak dengan gembira, karena sudah lama ia tidak merasakan bagaimana bermalam di hotel yang mewah.


Mereka pun segera berangkat ke hotel bintang 5 yang ada di sana. Neil memesankan dua buah kamar, satu untuknya dan untuk Belinda dan satu lagi untuk Clara.


"Ma, bersenang-senanglah!" Bisik Clara saat mereka akan masuk ke kamarnya masing-masing.


"Ayo, honey!" Neil menuntun tangan Belinda masuk ke dalam kamar hotelnya.


"Mama memang hebat. Dia pandai sekali merayu pria," Clara tersenyum senang. Ia pun segera masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di pesan oleh Neil.


"Honey, kau sudah siap?" Neil memeluk Belinda dari belakang dan membuka sleting belakang gaun wanita itu.


"Buka pintunya!" Teriak seorang wanita.


"Siapa itu?" Belinda bertanya dengan panik.


"Aku tidak tahu," Neil menggeleng dan ikut panik.


"Buka atau kami dobrak!" Ancam wanita itu lagi.


"Jangan-jangan itu istriku!" Neil membulatkan matanya.


Tak lama, pintu di dobrak dari luar. Seorang wanita dan beberapa bodyguard langsung masuk ke dalam kamar hotel.


"Akhirnya aku bisa memergokimu berselingkuh dengan wanita murah*n ini!" Wanita yang tak lain adalah istri Neil berteriak dengan berapi-api. Jelas sekali dia sangat emosi sekarang. Terlebih ia melihat Neil hanya menggunakan celana pendek.


"Dasar wanita jal*ng!!" Istri Neil mendekat ke arah Belinda dan menjambak rambutnya.


"Aww, sakit! Lepaskan tanganmu!" Belinda merintih kesakitan karena istri Neil menjambak rambutnya dengan brutal.


"Honey, lepaskan!" Neil mendekat ke arah istrinya.


"Bawa dia pulang! Aku akan menyiksanya di rumah," Perintah istri Neil kepada bodyguard yang ada di belakangnya.

__ADS_1


"Ayo, tuan!" Dua orang bodyguard membawa Neil dari kamar hotel. Sedangkan sisanya menunggu di sana.


"Kemari kau wanita murahan!" Istri Neil menarik Belinda ke luar dari kamar hotel.


Clara yang mendengar ribut-ribut di kamar ibunya segera ke luar dari dalam kamarnya.


"Ma?" Clara berteriak saat melihat Belinda di jambak oleh seorang wanita di ikuti dengan beberapa pria berbadan kekar.


"Apa yang kau lakukan pada ibuku?" Clara berusaha melepaskan tangan istri Neil dari rambut ibunya.


"Bawa dia!" Perintah istri Neil kepada bodyguard yang ada di belakangnya.


Bodyguard itu pun menangkap Clara dan menyeretnya. Clara berteriak dan memberontak saat diseret hingga mereka menjadi pusat perhatian seluruh orang yang ada di sana. Setelah sampai di luar hotel, istri Neil melepaskan Belinda dan Clara hingga mereka tersungkur di tanah. Semua orang yang berlalu lalang pun menonton peristiwa itu.


"Dasar wanita tidak tahu diri! Tentu kau tahu jika Neil sudah beristri. Mengapa kau masih mendekatinya?"


"Suamimu yang mendekatiku!" Belinda dengan geram langsung berdiri dan mencoba melawan istri Neil.


"Suamiku tidak akan mendekatiku jika kau tidak membuka diri."


"Oh, aku mengerti mengapa suamimu mencari wanita lain. Lihatlah penampilanmu! Kau benar-benar tidak pandai mengurus dirimu. Akhirnya suamimu mencari wanita yang cantik sepertiku," Belinda mengejek wanita yang ada di hadapannya.


"Aku tidak mengurus penampilanku karena aku sibuk mengurus dan mengasuh ketiga putraku. Kau tentu memiliki seorang anak. Bagaimana jika suamimu berselingkuh dengan wanita lain dan mengabaikan anaknya?"


"Maaf, Aku tidak merasakan, karena semua pria yang mengenalku tidak akan berpaling dariku. Aku tidak sabar menunggu suamimu meninggalkanmu dan menceraikanmu!"


Sementara itu kerumunan semakin banyak menonton adegan drama rumah tangga itu.


"Aku tidak akan membiarkannya. Kau hanya mengincar harta suamiku. Semua harta suamiku adalah milikku. Dasar wanita kurang ajar!" Wanita itu berteriak.


"Pegangi dia!" Perintah istri Neil kepada bodyguardnya. Dua orang bodyguard memegangi tangan Belinda sementara satunya memegangi Clara.


Istri Neil mengeluarkan gunting dari tasnya, kemudian ia menggunting rambut Belinda dengan beringas. Beberapa keamanan hotel yang melihat keributan di luar tampak mendekat dan akan melerai, tetapi di halangi oleh bodyguard yang lain. Beberapa orang pun tampak merekam kejadian itu.


Belinda berteriak saat istri Neil terus menggunting rambutnya.


"Mama!" Clara menangis dan berteriak melihat ibunya diperlakukan seperti itu.


"Lepaskan mereka! Itu balasan untukmu karena sudah berusaha menghancurkan rumah tangga yang sudah ku bangun selama bertahun-tahun! Untung saja aku hanya melakukan ini. Jika kau masih mendekati suamiku, aku akan bertindak nekat!" Lontar istri Neil dengan geram, kemudian ia mengarahkan tatapannya kepada Clara.


"Kau sangat cantik! Sebaiknya kau tidak menjadi seorang perebut suami orang seperti ibumu! Berusahalah mencari uang dengan jalan yang benar! Untung saja aku mengikuti suamiku bertemu dengan kalian," Istri Neil memperhatikan wajah Clara.


"Ayo kita pergi!" Istri Neil dan beberapa bodyguardnya pun meninggalkan Belinda dan Clara yang masih bersimpuh di tanah.


"Ma!" Clara menangis dan mendekat ke arah Belinda.


"Rambut mama, Cla!" Belinda berteriak sembari menangis saat menyentuh rambutnya yang hampir habis.


"Clara takut padanya, Ma. Lebih baik mama jauhi om Neil. Ayo kita cari papa David ke Inggris! Dia pasti mau menerima mama lagi," Clara membangunkan ibunya.

__ADS_1


"Apa yang kalian lihat?" Teriak Clara kepada beberapa orang yang masih menonton.


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote/hadiah untuk mendukung author. Terima kasih.😊😊...


__ADS_2