Istri Kesayangan Nino

Istri Kesayangan Nino
Finding Tifanny


__ADS_3

Nino berusaha untuk tidak peduli lagi mengenai gadis bernama Tifanny. Semester 8 sudah di mulai. Semua mahasiswa sudah kembali kepada aktifitasnya di kampus. Hanya saja, mata kuliah semester 8 hanya sedikit karena mereka lebih berkonsentrasi pada skripsinya.


Saat mata kuliah metodologi penelitian berlangsung, Nino menoleh ke arah belakang, ke arah jajaran kursi yang selalu Tifanny duduki. Hati Nino merasa ada yang kurang saat gadis itu tidak ada.


"Kenapa rasanya sangat aneh seperti ini," Nino terus menoleh ke arah kursi yang biasa Tifanny duduki.


"Heh, kamu! Perhatikan jika saya sedang menjelaskan!" Dosen yang sedang mengajar menunjuk Nino karena pemuda itu sedari tadi melihat ke belakang.


"Baik, Prof," ucap Nino, kemudian ia segera mencatat apa yang dijelaskan oleh dosen itu.


"Justin, aku harap Tifanny sekarang lebih baik ya di Inggris?" Elora berbicara kepada Justin. Mereka baru saja ke luar dari kelas, karena mata kuliah Metodologi Penelitian sudah selesai.


"Apa maksudmu lebih baik di Inggris?" Dengan cepat, Nino menarik tangan Elora. Nino yang sedang berjalan di belakang mereka, tidak sengaja mendengar percakapan Elora dan Justin.


"Emm..." Elora tampak kaget mendengar pertanyaan Nino. Ia melepaskan tangannya dari cekalan tangan Nino.


"Di mana Tifanny?" Nino meninggikan suaranya.


"Dia sudah kembali ke Inggris," Justin menjawab dengan ketus.


"Kalian bercanda? Mengapa dia tidak memberi tahuku?" Suara Nino meninggi.

__ADS_1


"Tifanny tidak menganggapmu siapa-siapa, makanya dia tidak memberi tahumu," sahut Justin dengan senyum mengejek.


Nino tidak menanggapi perkataan Justin, ia langsung berlari kembali ke dalam kelas.


"Cla, tolong tulis di absensi aku sakit. Aku akan izin selama seminggu," Nino langsung berbicara kepada Clara yang merupakan sekretaris baru di kelasnya.


"Izin? Kau mau ke mana?" Clara bertanya dengan penasaran.


"Bukan urusanmu," Nino segera pergi dari kelas dan bergegas pergi ke bandara Internasional Lohan.


Nino langsung pulang dan mengambil passpor miliknya, kemudian ia berangkat ke bandara dan membeli tiket pesawat ke Inggris. Yang ia tahu dari informannya dulu, Tifanny berasal dari kota Birmingham, Inggris. Sama seperti dirinya.


Setelah lama menunggu, akhirnya Nino masuk ke dalam pesawat yang akan membawa Nino ke negara asalnya.


12 jam kemudian, Nino sampai di Bandar udara internasional kota Birmingham. Nino pulang terlebih dahulu ke rumahnya untuk beristirahat. Keesokan harinya, Nino segera mencari Tifanny ke seluruh penjuru kota Birmingham. Nino mendatangi rumah orang tua dan rumah neneknya yang ada di kota Birimingham. Akan tetapi, menurut informasi yang Nino dapatkan, rumah itu sudah dijual dan mereka sudah pindah.


"Ke mana mereka pergi?" Tanya Nino.


"Saya tidak tahu, tuan," jawab seseorang yang sudah membeli rumah nenek Tifanny.


Nino pun mencari Tifanny ke kota lain, seperti ke kota London dan juga ke kota Durham. Tetapi, hasilnya nihil. Nino tidak menemukan gadis itu. Setelah 5 hari pencariannya tidak membuahkan hasil, Nino akhirnya kembali ke kota Birmingham.

__ADS_1


"Akhirnya kami menemukanmu!" Seru Alden yang melihat kedatangan Nino ke rumahnya.


"Kau mencari gadis itu?" Kaivan menatap Nino dengan tajam.


"No, kau begitu bodoh! Kau seperti orang gila mencarinya seperti ini. Bahkan dia tidak menganggapmu ada," ujar Alden.


"Maksudmu?"


"Jika Tifanny menganggapmu spesial, tentu dia akan memberi tahu kemana dia pergi. Bahkan kau hanya dianggap seperti angin saja olehnya. Lihatlah Justin dan Elora! Mereka diberi tahu ke mana Tifanny akan pergi," lanjut Alden.


"Alden benar, No. Jika memang dia menganggapmu, tentu dia akan memberitahu ke mana dia pergi. Sudahlah lupakan dia!" Perintah Kai kepada Nino.


Nino pun meresapi semua ucapan sahabatnya. Hatinya menbenarkan, jika memang dirinya spesial, tentu saja Tifanny akan memberitahunya.


"Kalau begitu besok kita kembali lagi ke Amerika Serikat, kita harus menyelesaikan skripsi kita," ucap Alden yang memecahkan keheningan di antara mereka.


"Kau memang tidak memiliki rasa apapun kepadaku," Nino tersenyum mengutuki kebodohannya yang sudah mencari Tifanny sampai ke benua biru.


Keesokan harinya Nino, Kaivan dan Alden kembali ke Massachusetts. Nino mulai untuk melupakan Tifanny, ia mengalihkan pikirannya dari gadis itu dengan memulai hubungan dengan gadis gadis yang ada di Amerika.


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote/hadiah untuk mendukung author. Terima kasih.❤❤...

__ADS_1


__ADS_2