Istri Kesayangan Nino

Istri Kesayangan Nino
Permintaan Eliana


__ADS_3

Nino sedang berguling guling di atas kasurnya. Ia tersenyum saat mengingat di mana ia bertemu dengan Tifanny lagi. Nino begitu fokus melamun hingga tidak menyadari kedatangan ibunya.


"Mom, kau mengagetkanku!" Nino memegangi dadanya saat melihat ibunya sudah ada di dalam kamar miliknya.


"Kapan Mommy pulang?" Nino bangun dan duduk di kasur miliknya.


"Mommy sampai satu jam yang lalu," jawab Ibu Nino yang bernama Eliana.


"Nino, mommy ingin berbicara padamu!" Eliana terduduk di kasur anaknya.


"Ada apa, Mom?"


"Bagaimana menurutmu tentang Fiona?" Tanya Eliona hati-hati. Fiona adalah anak dari sahabat Eliana yang tak lain juga adalah teman masa kecil Nino.


"Fiona? Dia gadis yang baik," jawab Nino singkat.


"Nino, mommy dan daddy ingin segera memiliki cucu," Eliana langsung memulai percakapan yang ia maksud.


"Jangan bilang mommy ingin menjodohkan Nino dengan Fiona!" Nino menatap ibunya dengan tajam.


"Ayolah, sayang! Kau sudah pantas untuk menikah. Lihatlah temanmu Kaivan! Dia sekarang sudah memiliki istri. Kau selalu saja menghabiskan waktumu dengan Alden. Mommy khawatir-"


"Mommy khawatir aku tidak normal?" Potong Nino dengan cepat.

__ADS_1


"Iya. Itu yang mommy maksud, Nak!"


"Momm, aku seorang pria normal. Aku menyukai wanita dan aku masih muda, Mom. Aku tidak ingin menikah sekarang. Mengertilah!"


"Sayang, Fiona adalah gadis yang cantik dan juga dia adalah seorang jaksa muda di kota ini. Orang tua nya pun sudah bersahabat dengan mommy dan daddy sedari dulu."


"Aku tidak mau! Memangnya masih ada ya perjodohan di zaman modern seperti ini?" Nino menolak dengan tegas.


"Ini bukan perjodohan, sayang. Lagi pula Fiona teman masa kecilmu. Mommy ingin kau mandiri. Setelah kau menikah, tentu kau akan berpikir serius. Kau akan mulai bekerja!"


"Mom, aku kan selalu membantu Daddy di kantor," timpal Nino dengan kesal.


"Membantu? Kau lebih banyak menghabiskan waktumu bersenang-senang dengan Alden! Ayolah sayang! Kenali dulu Fiona lebih dalam. Dia gadis yang sangat anggun. Kau akan sangat rugi jika tidak mendapatkannya. Dia wanita baik-baik dan berasal dari keluarga yang baik-baik pula!" Bujuk Eliana.


"Kali ini mommy akan memaksa untuk satu hal yang ini."


"Nino tidak suka dipaksa, Mom! Nino juga tidak ingin dijodohkan!"


"Mommy terpaksa melakukannya. Selama ini kau terlihat tidak pernah membawa seorang gadis ke hadapan mommy dan daddy. Kau tidak mau menuruti permintaan mommy?" Eliana mulai menangis di depan Nino.


"Ayolah, Mom! Jangan seperti ini!" Nino mendekati Eliana dan mengelus tangan ibunya lembut. Nino paling tidak bisa melihat ibunya menangis.


"Mommy mohon. Besok mau ya berkencan dengan Fiona?" Harap Eliana kepada anaknya.

__ADS_1


"Hanya kencan!" Eliana kembali memaksa.


"Mom, aku tidak-"


"Jika kau tidak mau, mommy akan pergi dari rumah ini dan menetap di Australia selama sebulan!"


"Baiklah, Mom," Nino menghembuskan nafasnya berat. Ia menyetujui permintaan ibunya dengan terpaksa.


"Nah begitu dong, sayang. Mommy ke luar dulu!" Eliana segera berdiri dan ke luar dari kamar Nino.


"Bagaimana?" Tanya ayah Nino yang bernama Arley.


"Nino mau. Besok dia akan berkencan dengan Fiona!" Lapor Eliana dengan suka cita.


"Kau terlihat sangat senang sekali!" Arley memperhatikan wajah istrinya.


"Bagaimana tidak senang? Kita akan berbesan dengan sahabat kita sendiri. Aku ingin Nino segera menikah dengan Fiona!" Harap Eliana.


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar sesuai rencanamu. Semoga Fiona bisa merubah sikap putra kita yang selalu berganti-ganti wanita!" Harap Arley.


"Kau tidak usah khawatir! Fiona adalah gadis yang sangat baik!"


"Baiklah, aku tidak ingin putraku mendapatkan wanita yang buruk," timpal Arley yang mengakhiri percakapan mereka di hari itu.

__ADS_1


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote/hadiah untuk mendukung author. Terima kasih.😊😊...


__ADS_2