Istri Kesayangan Nino

Istri Kesayangan Nino
2 Tahun Kemudian


__ADS_3

Tifanny menatap kota Cambridge dari kaca bus yang ditumpanginya. Ia tersenyum melihat pemandangan kota yang dijuluki sebagai kota pelajar ini. Banyak mahasiswa yang terlihat naik sepeda untuk sampai ke kampusnya.


"Aku harap mereka bisa kuliah tuntas sampai akhir," Tifanny menatap para mahasiswa yang naik sepeda menuju Cambridge University.


Tifanny turun dari bus yang ditumpanginya tepat di sebuah toko kue yang lumayan besar. Toko kue itu terletak di dekat sungai Cam yang terletak di jantung kota Cambridge.


"Sudah paman bilang, jangan terlalu pagi!" Bobby tersenyum melihat keponakannya datang ke toko pagi pagi.


"Tidak apa-apa, paman. Bukankah kita harus membereskan toko ini terlebih dahulu?" Tifanny segera menyimpan tasnya dan mulai untuk bekerja.


Sesampainya di Inggris 2 tahun yang lalu, Bobby langsung membawa mereka ke kota Cambridge karena semua keluarga ibu Tifanny sudah pindah ke kota Cambridge. Nenek Tifanny menjual rumahnya yang ada di kota Birmingham dan pindah ke kota Cambridge, begitupun dengan Bobby.


Selama dua tahun ini, Tifanny dan Meghan tinggal bersama nenek mereka. Luka hati yang mereka bawa sedikit demi sedikit terhapus karena kasih sayang yang mereka dapatkan. Tifanny dan Meghan merasakan kembali bagaimana rasanya disayangi dan diperhatikan.


Tifanny dan Meghan seolah mendapatkan kembali kebahagiaan saat berkumpul kembali dengan keluarga mendiang ibunya. Neneknya pun memperlakukan Tifanny dan Meghan dengan sangat baik, bahkan neneknya memperlakukan Tifanny dan Meghan lebih spesial dari pada cucunya yang lain. Begitu pun dengan Bobby dan istrinya, mereka sangat menyayangi Meghan dan Tifanny. Anak Bobby yang seusia Tifanny pun sangat akrab dengan Tifanny dan Meghan.


Sudah dua tahun ini pula, Tifanny bekerja di toko kue milik pamannya untuk membiayai segala keperluan Meghan. Walau pun tinggal bersama neneknya yang cukup berada, tetapi Tifanny harus tetap bertanggung jawab dengan mencari uang untuk membiayai adiknya. Tifanny bekerja sebagai seorang kasir di toko kue milik pamannya.

__ADS_1


Meghan sendiri saat ini sudah menginjak kelas 2 SMA. Saat mereka tiba di Inggris, Meghan mengulang lagi sekolahnya dari kelas 1 SMA. Untung saja Meghan tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk menyesuaikan diri di sekolah barunya.


"Paman, Fanny nyalakan televisinya ya? Fanny ingin melihat berita," Tifanny menyalakan tv yang di gantung di dinding toko.


"Iya, Fann. Nyalakan saja televisinya," jawab Bobby sembari membersihkan lantai toko.


Saat Tifanny menyalakan televisi, ia melihat berita mengenai pernikahan seorang pengusaha muda yang terkenal di Inggris. Pengusaha muda itu menikahi seorang asisten dosen. Pesta dilangsunhkan hari ini di Hedingham Castle.


"Kaivan? Akhirnya dia menikah?" Tifanny membulatkan matanya.


"Kenapa bukan dengan Arabella? Aku pikir Kai akan menikah dengan Arabella," Tifanny berbicara pelan.


"Sepertinya dia gadis yang baik, tidak seperti Arabella. Bagaimana dengan Nino? Apakah dia sudah menikah?" Gumam Tifanny dengan sendu saat mengingat Nino.


"Ah, mengapa aku memikirkannya? Sudahlah, itu tidak penting," Tifanny berjalan ke arah meja pengunjung dan mulai membersihkan meja-meja itu.


*****

__ADS_1


Sesudah menyelesaikan S1 nya di Amerika Serikat, Nino, Kaivan dan Alden kembali ke negara asalnya. Mereka bertiga kemudian melanjutkan S2 nya di kota Manchester selama satu tahun dan lulus dengan gelar Master Of Economic. Mereka memilih melanjutkan pendidikan pasca sarjananya di Inggris karena untuk S1 dan S2 di Inggris lebih singkat dari pada negara lainnya. S1 di Inggris hanya memakan waktu 3 tahun dan untuk S2 memakan waktu 1 tahun.


Setelah selesai dengan program masternya, ketiga sahabat itu kembali ke kota kelahirannya dan mulai menata bisnis milik keluarganya. Kai menjalankan bisnis property milik ayahnya, sedangkan Nino dan Alden saat ini masih senang bermain main walau terkadang mereka membantu pekerjaan ayah mereka di kantor.


"Den, lihatlah wajah Kai! Seperti baju yang tidak di setrika," Nino menunjuk Kai yang tengah bersanding di pelaminan dengan wanita yang bernama Alula. Alula adalah wanita yang dinikahi Kai karena sebuah kesalah pahaman. Kai terpaksa menikah dengan Alula karena paksaan dari kedua orang tuanya dan untuk menyelamatkan perusahaannya yang berada di ambang kehancuran.


"Aku ingin tertawa melihat wajahnya," Alden berbisik.


"Baiklah. MC yang akan melanjutkan tugas saya di sini adalah MC bernama Nona Fanny," MC pria menyerahkan tugasnya kepada MC yang bernama Fanny.


"Fanny?" Nino langsung berdiri dan menoleh ke arah MC yang berbicara.


"Aku pikir Tifanny," Nino mengusap wajahnya secara kasar ketika melihat MC itu bukanlah gadis yang ia maksud.


... Visual Alula (Istri Kai)...


__ADS_1


Source :Instagram


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote/hadiah untuk mendukung author. Terima kasih.❤❤...


__ADS_2