Istri Kesayangan Nino

Istri Kesayangan Nino
Dinner


__ADS_3

Nino berangkat untuk dinner bersama Alden malam ini. Mereka akan dinner di restoran Don Diego Edgbaston. Sesampainya di pelataran restoran, Nino tidak langsung ke luar dari mobil. Ia melihat sahabatnya yang tak lain adalah Alden sedang bersama dengan seorang wanita.


Nino membulatkan matanya saat wanita itu berbalik.


"Fiona?" Gumam Nino saat melihat wanita yang bersama Alden adalah Fiona.


"Aku harus memastikan," Nino mengambil ponselnya dan segera menelfon Alden.


"Den, kau di mana?" Tanya Nino dari sambungan telfon.


"Aku sudah di depan restoran. Kau masih di mana?" Alden mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Nino. Malam ini Nino memang memakai mobil yang lain, sehingga Alden tidak mengenali mobilnya.


"Den, kau jadi datang bersama kekasih liarmu itu?" Nino mengintrogasi Alden.


"Iya. Aku datang bersama kekasihku."


"Siapa nama kekasihmu?" Tanya Nino lagi.


"Kau ke mari saja! Nanti kita mengobrol langsung," timpal Alden.


"Aku hanya ingin tahu namanya. Biar nanti aku tidak canggung," Nino memancing Alden. Sementara itu Fiona terlihat sedang memoleskan make up tambahan di wajahnya.


"Namanya Fiona Zane. Cepatlah ke mari!"


"Baiklah, sampai ketemu! Pesanlah makanan terlebih dahulu!" Nino menutup panggilan telfonnya. Sedangkan Alden dan Fiona langsung masuk ke dalam restoran.


"Haha, mommy sudah di bodohi oleh wanita itu," Nino bertepuk tangan sendiri di dalam mobilnya sembari tertawa.


"Mom, kau menyuruhku untuk menikahi wanita bekas sahabatku?" Nino tertawa kembali.


"Aku akan memperkenalkan diriku di depan Fiona," Nino segera ke luar dari dalam mobilnya.


Nino berjalan masuk ke dalam restoran dengan tenang. Ia melihat Fiona sedang duduk di pangkuan Alden.


"Fi, ini restoran!" Alden berusaha menyingkirkan Fiona dari pangkuannya.


"Hai, Den!" Sapa Nino.


Fiona yang melihat Nino langsung terbelalak kaget. Ia langsung turun dari pangkuan Alden dan duduk dengan benar di kursinya. Wajahnya sangat pucat seperti tidak di aliri darah sama sekali.


"No, kenalkan ini kekasihku! Namanya Fiona. Fi, ini sahabatku Nino," Alden memulai percakapan.


"Hallo, Nona Fiona! Saya Nino. Senang bertemu dengan anda!" Nino menyodorkan lengannya di depan Fiona.


"Fi-Fiona," Fiona membalas jabatan tangan Nino dengan wajah yang cemas.


"Baby, kau mau pesan apa?" Alden melingkarkan tangannya di bahu Fiona.


"Jangan seperti ini!" Fiona menyingkirkan tangan Alden dari bahunya.


"Kau kenapa? Biasanya sangat agresif," Alden memperhatikan wajah Fiona yang memucat.


"Ti-tidak," Fiona menjawab dengan terbata sambil menatap Nino yang duduk di depannya.

__ADS_1


"Anda kenapa, Nona? Seperti sedang melihat hantu," Nino tersenyum seolah tanpa beban.


Fiona hanya tersenyum kaku mendengar ucapan Nino.


"Mati aku! Aku tidak tahu jika sahabat Alden adalah Nino. Aku harus bertindak cepat sebelum Nino melaporkan semuanya kepada tante El," resah Fiona di dalam hatinya.


"Jadi, sejak kapan kalian berpacaran?" Tanya Nino sambil menikmati hidangan yang ada di piringnya.


"Sudah 7 bulan ya, baby?" Alden menjawab karena Fiona terus diam. Ia memakan makanannya dengan gugup.


"Baby, kau kenapa?" Tanya Alden lagi.


"Emm, ini kekasih yang kau bilang selalu agresif, Den?" Celetuk Nino yang membuat Fiona langsung tersedak.


"Berhati hatilah, Nona!" Nino tersenyum menyeramkan kepada Fiona. Fiona hanya menelan ludahnya melihat wajah Nino yang berpura-pura tidak mengenalinya.


"Iya, ini dia. Tak apa kan aku menyebut dirimu agresif, baby?" Alden menggoda kekasihnya. Fiona hanya tersenyum simpul.


Mereka pun memakan kembali hidangan yang sudah tersedia di atas meja. Fiona hanya sekedar mengunyah, hatinya sudah sangat tidak karuan.


Setelah makan dan mengobrol, mereka pun segera pulang dari restoran. Nino masuk ke dalam mobilnya dan Fiona diantar oleh Alden.


"Bagaimana ini? Habislah aku! " Batin Fiona.


"Kau kenapa? Dari tadi aku melihatmu tidak seperti biasanya. Kau mengenal Nino?" Alden menyipitkan matanya. Ia merasa curiga dengan sikap Fiona.


"Ti-tidak, aku tidak mengenalnya," jawab Fiona.


Alden pun segera mengantar Fiona ke rumahnya. Fiona turun dengan tergesa ke dalam rumahnya.


*****


Pagi pagi, Fiona langsung menelfon Eliana. Ia khawatir Nino mengadu semuanya.


"Bilang apa ya Fi? Nino tidak mengatakan apapun. Dia hanya bilang sudah dinner dengan Alden dan kekasihnya," jawab Eliana dari sebrang telfon.


"Kalau begitu, Fiona akhiri dulu ya panggilannya?"


"Baiklah, sayang," ucap Eliana dengan ramah.


"Aku rasa Nino tidak akan mengatakannya kepada tante Eliana," Fiona bernafas lega dan tersenyum senang.


Sedangkan Alden merasa curiga kepasa sikap Fiona. Dari semalam Fiona bertanya apa Nino mengatakan sesuatu padanya.


"Aku harus bertanya langsung kepada Nino," Alden mengambil ponselnya.


"No, ayo kita bertemu!" Ajak Alden kepada Nino.


"Bertemu? Aku juga ingin mengatakan sesuatu kepadamu," jawab Nino dari sambungan telfon.


"Maka dari itu, ayo kita bertemu! Aku akan menjemputmu!"


"Baiklah, jemput aku!"

__ADS_1


Alden segera melajukan mobilnya ke rumah Kai terlebih dahulu, karena tadi Kai menelfonnya untuk bertemu.


"Hai, Kai! Tumben pagi-pagi kau bisa keluyuran," tanya Alden saat Kai masuk ke dalam mobilnya.


"Istriku sedang pergi belanja bersama teman-temannya. Aku tidak diperbolehkan ikut. Makanya aku bosan di rumah," Kai memakai sabuk pengaman ke tubuhnya.


"Jasper di bawa juga?"


"Tidak. Dia dibawa oleh mommy dan Daddy jalan-jalan. Akhirnya aku bosan dan menelfonmu."


"Kau hanya menjadikan kami sebagai tempat jika kau bosan?" Alden mulai mengemudikan mobilnya.


"Ya tidak seperti itu juga. Kita akan menjemput Nino kan?" Tanya Kai lagi.


"Iya. Kita akan menjemput Nino terlebih dahulu."


Mereka pun sampai di kediaman Nino.


"No?" Teriak Alden saat Nino ke luar dari dalam rumahnya. Nino mendekat ke mobil Alden.


"Naik saja mobilku!" Perintah Alden.


"Mobil baru?" Nino memperhatikan mobil Alden.


"Iya. Naiklah!"


Nino pun segera masuk ke dalam mobil penumpang. Alden mengemudikan lagi mobilnya ke arah taman kota.


"No, aku ingin bertanya sesuatu!" Ucap Alden saat mobil mereka sudah ada si dekat taman. Alden menepikan mobilnya sebentar.


"Apa kau mengenal Fiona?" Alden menoleh ke arah Nino yang duduk di belakang.


"Fiona? Fiona siapa?" Tanya Kai dengan penasaran.


"Fiona kekasihku."


"Oh, yang kau bilang pacarmu sangat agresif itu?" Kai tampak mengingat.


"Iya. Wanita itu."


"Mengapa kau bertanya hal itu?" Tanya Nino.


"Kau tahu? Sesudah pulang dinner dia terus bertanya apa kau mengatakan sesuatu kepadaku. Akhirnya aku jadi curiga kepadanya," Alden menguraikan sikap Fiona setelah dinner.


"Ternyata dia ketakutan?" Nino tertawa sambil bertepuk tangan.


"Jadi benar dugaanku kau mengenalnya?" Tanya Alden lagi.


"Iya, aku mengenal wanita itu," tukas Nino. Sementara Kai hanya mendengarkan.


"Jadi, mengapa kau mengenalnya? Jangan bilang Fiona mantan kekasihmu!"


"Bukan. Dia bukan mantan kekasihku. Tapi-" Nino menggantung kata-katanya.

__ADS_1


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote/hadiah untuk mendukung author. Terima kasih.😊😊...


__ADS_2