Istri Kesayangan Nino

Istri Kesayangan Nino
Mendapatkan Pekerjaan


__ADS_3

Alden hendak ke luar untuk datang ke rumah Kai dan bermain bersama Jasper. Saat ia akan keluar dari apartemennya, ia melihat Bianca tengah mengepel lantai.


"Bukankah itu gadis menyebalkan kemarin? Aku akan mengerjainya sedikit," Alden menyeringai jahat.


Alden masuk kembali ke dalam kamar apartemennya. Sebelum ia keluar, Alden melumuri sepatunya dengan slai cokelat. Ia pun mengambil sebotol kecil kopi kemasan dan memasukannya ke saku celana.


Alden pun berjalan dengan santai dengan sepatu yang penuh dengan selai cokelat. Alden berjalan melewati Bianca yang masih menunduk.


Bianca kaget melihat lantai menjadi kotor lagi.


"Tuan, maaf sepatu anda mengotori lantai! Saya sudah membersihkannya," ucap Bianca dengan sopan sambil memperhatikan punggung Alden.


Alden pun berbalik dan berkata "itu sedikit hadiah untukmu karena kau sudah menyiram wajahku."


"Kau?" Bianca berteriak.


"Yang benar bersih-bersihnya ya?" Alden melompat lompat di lantai sehingga lantai menjadi lebih kotor.


"Kau benar-benar menyebalkan!" Bianca menggertakan giginya menahan amarah.


Alden mendekat dan menatap wajah garang Bianca.


"Memang apa yang bisa dilakukan oleh office girl sepertimu?" Alden mencibir.


"Bersihkan saja. Memang ini pekerjaanmu kan?' Alden membuka sebotol kecil kopi yang ada di tangannya. Kemudian Alden menumpahkan kopi itu ke lantai.


"Bersihkan ini!" Alden menumpahkan kopi itu sampai habis.


"Aku memang office girl. Lalu apa yang salah? Tanpa office girl sepertiku, apartemenmu tidak akan bersih," wajah Bianca sudah merah padam.


"Hahah? Kau tidak terima?" Alden memajukan tubuhnya.


Bianca segera mengarahkan pel yang ia bawa ke wajah Alden.


"Rasakan ini! Aku pel wajahmu agar bersih!" Bianca terus menggosok wajah Alden dengan pel itu.


"Gadis kurang ajar!" Alden berteriak dan merebut pel itu dan melemparkannya ke lantai.


"Kau salah bermain-main denganku! Untung saja kau wanita!" Alden mengapit pipi Bianca dengan kasar. Bianca melepaskan tangan Alden dari pipinya.


"Jika aku wanita memangnya kenapa? Kau ingin mengajakku berkelahi? Ayo! Saat SMA aku adalah anggota karate dan sudah memiliki sabuk biru muda," Bianca segera mengambil posisi kuda-kuda untuk menyerang Alden.

__ADS_1


"Sebentar!" Alden kembali berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mengambil sesuatu.


"Kau bilang kau memiliki sabuk biru muda? Ini sabukku!" Alden memperlihatkan sabuk karate berwarna hitam yang menandakan level tertinggi dalam bela diri karate.


Bianca langsung menelan liurnya melihat sabuk hitam milik Alden.


"Kau pikir aku takut?" Bianca berusaha untuk bersikap tenang dan menyingkirkan rasa takutnya.


Alden mendekati Bianca lagi dengan memasang wajah yang serius.


"Kau mau apa?" Bianca berteriak saat Alden berjalan semakin dekat.


"Jangan muncul lagi di hadapanku!" Ucap Alden dengan serius.


"Hey, kau pikir aku mau bertemu dengan pria menyebalkan sepertimu? Aku bekerja di sini, ya sudah pasti kau akan terus melihatku!" Bianca berteriak.


"Aku akan membuatmu di pecat dari sini!" Alden menendang ember yang berisi air dan segera berlalu dari hadapan Bianca.


"Dasar pria menyebalkan! Kau pikir aku takut?" Bianca berteriak ke arah Alden yang berjalan semakin jauh.


****


"Kau ingin lagu apa, tuan?" Tanya Tifanny. Ia begitu risih melihat tatapan pria itu yang memperhatikannya dari ujung kaki sampai dengan kepala.


Pria itu tersenyum dan memperhatikan Tifanny. Kemudian ia segera berdiri.


"Nona, aku tidak ingin karaoke. Bagaimana jika kau menemaniku saja?" Pria itu mengambil tangan Tifanny dan mengelusnya.


"Maaf, tuan! Saya di sini hanya bekerja sebagai pemandu lagu," Tifanny menarik tangannya. Dadanya sudah bergemuruh hebat. Ia sangat takut.


"Kau tidak perlu khawatir. Aku akan membayarmu. Berapa yang kau mau?" Tanya pria paruh baya itu dengan senyum yang menjijikan.


"Maaf, tuan! Saya bukan wanita seperti itu," Tifanny mulai ketakutan.


"Ayolah! Aku mempunyai banyak uang. Kau mau berapa sayang?" Ia mencolek pipi Tifanny.


"Tolong jangan bertindak tidak sopan, tuan!" Tifanny mengusap pipinya yang sudah di sentuh pria itu.


"Ayolah! Aku tahu gadis sepertimu membutuhkan uang. Ayo sayang! Temani aku! Atau kau mau melakukannya di sini?" Pria itu melepaskan jas miliknya.


Tifanny segera berlari untuk mencapai pintu dan keluar dari sana. Tetapi, tangan pria itu menahanannya.

__ADS_1


"Ayo! Jangan jual mahal!" Pria itu menarik tangan Tifanny.


"Tolong, tolong!" Tifanny berteriak. Ia menangis ketakutan mendapatkan perlakuan seperti itu.


Pria itu pun menarik tangan Tifanny lebih kuat lagi. Ia menghempaskan tubuh Tifanny ke atas sofa yang ada di ruang karaoke.


"Aku akan membayarmu!" Pria itu membuka kancing kemejanya satu persatu. Ia pun mendekat ke arah sofa.


Tiba-tiba seseorang menendang pintu ruang karaoke dengan sangat keras.


"Nino?" Tifanny memanggil lirih Nino yang sudah ada di hadapannya.


Tifanny hendak berlari ke arah Nino, tetapi pria itu mencekal tangan Tifanny.


"Lepaskan tangannya!" Nino berteriak dengan geram. Sementara Tifanny terus berusaha melepaskan tangannya.


"Sedang apa bocah sepertimu di tempat ini? Pulanglah! Ayah dan ibumu mencarimu," ledek pria itu.


"Kurang ajar!" Nino segera meninju wajah pria itu hingga tersungkur.


"Kau ini kenapa?" Pria itu membenarkan kaca matanya yang terlepas.


Nino menginjak dada pria itu dan menghunuskan tatapan tajamnya.


"Jika kau berani menyentuh calon istriku lagi! Habislah kau!" Nino mengangkat kakinya.


"Ayo pergi!" Nino menarik tangan Tifanny dari ruang karaoke itu.


"Aku takut!" Tubuh Tifanny tampak bergetar.


"Kemarilah!" Nino memeluk tubuh Tifanny untuk menenangkan.


"Mana yang sudah disentuh oleh pria tadi?" Tanya Nino saat Tifanny melepaskan diri dari pelukannya.


"Ini!" Tifanny menunjuk pipi dan tangannya.


Nino segera mengambil sapu tangan yang ada di saku celananya. Ia mengelapkan sapu tangan itu di pipi dan tangan Tifanny.


"Sekarang kau bersih. Kau kembali menjadi gadis polosku," Nino menyimpan kembali sapu tangan miliknya di saku celana.


...Maaf readers, lagi lagi otor telat updatenya. Laptopnya ngadat lagi, jadi otor ngetik di hp. Mungkin sore otor beli dulu laptop baru biar bisa update tepat waktu lagi . Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote/hadiah untuk mendukung author. Terima kasih.😊😊...

__ADS_1


__ADS_2