Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Si Buaya


__ADS_3

Wosh!


Pesawat akhirnya lepas landas dari bandara menuju kota yang akan menjadi tujuan mereka pergi hari itu.


Di dalam pesawat, keduanya bahkan merasa seolah tidak terjadi apapun. Visha bahkan dengan senang memeluk dan berlendot dengan manja di dalam pelukan prianya.


Aku sudah berhasil membuat kamu jatuh di tanganku, selanjutnya, tidak akan pernah aku biarkan kau lepas dariku!


Benak Visha berbicara, seolah benar-benar puas dengan semua yang ia dapat dan ia rampas dari sahabat baiknya.


Hana, kau benar-benar memiliki takdir yang buruk. Kau sungguh mendapat kesialan akibat dua orang ini.


"Sayang, aku tidak akan pernah membuat kamu kecewa lagi! asal kau tahu saja, aku pun sedih saat tahu kaulah pria yang di maksud oleh Hana!" ucap Visha pada Allianz.


"Apa maksud kamu?" tanya Allianz pada calon istri keduanya.


"Dia pernah mengatakan padaku, kau tidak pernah menghargainya, kau juga tidak pernah bisa membuat dia bahagia, apa lagi saat dia bicara kalau kau tanpa memberitahunya, telah berusaha mengangkat rahimnya, Allianz, dia selalu menjelekkan namamu, hingga pada suatu hari, aku bertemu dengan pria bernama Allianz, dia begitu perhatian, dan tak luput dari kasih sayang, kau juga bercerita tentang penyesalan kamu padaku, dan aku tahu kau tidak pernah berbohong, dan dari situ aku tahu, rupanya Hana yang memang tidak pernah puas dengan apa yang ada pada diri kamu!" ucap Visha seolah mencoba memanasi hati Allianz.


Aku ingin lihat, seberapa dalam kamu mencintai dia! aku ingin lihat seperti apa dia di mata kamu saat ini!


Allianz tak bergeming sedikitpun. Tangannya mengepal dengan erat, dan giginya di rapatkan. Dia sangat marah saat mendengar pernyataan dari Visha tentang istrinya selama ini.


"Kau belum bercerita padaku soal masalah malam itu, yang membuat kamu memilih tidur di rumahku!?" tanya Visha menjebak, mencoba mendengar apa pendapat yang akan di kemukakan oleh Allianz nantinya, "ceritakan lah! aku bisa kau percaya!"


"Dia tidur dengan pria lain?"


"Apa?" pura-pura terkejut.


Sayangnya aku dan Morgan yang telah merancangnya!


"Aku mendapati dia sedang bergumul di sofa ruang tamu di dalam rumahku, aku sangat membencinya, bahkan sampai sekarang aku benar-benar muak menatap mukanya!" dia berbicara seolah-olah dia tidak pernah salah.


Padahal dia sendiri jauh lebih menjijikkan di banding dengan istrinya.

__ADS_1


"Ah? aku sungguh tidak pernah menduganya, kalau dia akan berbuat sekejam ini padamu!" ucap Visha sambil mengelus dada Allianz, entah untuk menguatkan hati pria itu, atau hanya sekedar menampilkan muka buayanya, tidak ada yang tahu.


"Aku muak kalau membahas masalah ini! dia bahkan beralasan kalau dia tidak pernah mengkhianati aku, dia beralasan semua ini atas paksaan dari pria itu!"


"Paksaan dari pria itu? memangnya siapa pria yang kau maksud?" si buaya yang pura-pura polos.


"Entahlah! dia katanya pria yang hendak melamar Hana saat satu tahun berpisah dariku!" ucap Allianz masih dengan amarahnya.


"Ah? mungkinkah itu Morgan?" tanya Visha, masih berlagak polos.


"Morgan! kau benar, aku mendengar nama itu keluar dari mulut Hana! kau kenal dia?"


"Allianz, mereka berdua memang sudah pernah di jodohkan, aku, aku juga tidak akan menyangkal kalau mereka memiliki hubungan istimewa saat di kota X, mereka memang terkenal romantis, ya, mungkin karena Hana yang selalu menggoda Morgan, padahal, setahu aku Morgan bukan tipe pria yang mudah di goda wanita, hanya saja, Hana memang suka begitu, bergaul dengan banyak pria, hingga membuat mereka menaruh perasaan pada Hana, kau tahu maksud aku, bukan?" tanya Visha pada Allianz.


"Hahh! aku bahkan tidak pernah menyangka akan mencari istriku selama satu tahun, kalau tahu istriku bertindak menjijikan begini, mana mungkin aku memilih untuk kembali bersama dengannya!"


Visha membersitkan senyuman tipis di bibirnya.


Yes! aku berhasil mengelabui kamu, selanjutnya adalah, membuat kamu lupa siapa Hana, dan memulai hidup baru bersamaku!


"Ya!?"


"Apa kau sungguh tidak akan pernah menyesal untuk menikahi aku?" tanya Allianz pada Visha.


Visha tersenyum lebar, "aku bukan sosok Hana, yang menaruh cintaku pada lebih dari satu pria, jika kita memulai hubungan ini karena tanggung jawab, maka aku memulai hubungan kita karena cinta, sekali aku jatuh cinta, maka tidak akan ada yang namanya menyesal, aku tidak akan menyesal seperti Hana saat tahu dia pernah memiliki kamu, tapi aku akan jauh lebih menyesal, kalau aku tidak mampu membahagiakan kamu!"


Dengan lekat Allianz menatap Visha, dan menaruh kekaguman pada wanita ini. Wanita buaya yang dia kira baik nan sempurna, dia bahkan tak pernah tahu betapa lebih buruknya Visha di banding dengan istrinya di rumah.


Cup!?


Keduanya terlihat saling mencium dan mendiamkan bibir mereka beradu. Tak peduli berpaa banyak pasang mata yang mungkin saja tengah memperhatikan mereka, mereka tetap saja bermesraan di depan umum.


Sungguh menjijikan!

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Kau yakin akan baik-baik saja sendirian?" tanya Naira pada Hana di teras depan rumah Allianz.


Hana terlihat tersenyum, dan sekilas matanya memang masih layu, tapi dia benar-benar menyembunyikan rasa sedih itu di sana.


"Kau harus pergi ke dokter, jadi jangan cemaskan aku, aku masih punya Zarren dan Leon, jadi kalian tak perlu cemas!" ucap Hana pada Naira dan Ardian.


"Maaf, Hana, aku harus pergi, hari ini ada jadwal untuk bertemu dokter Andrew, jadi aku tak bisa menemani kamu lebih lama, maaf, ya.." Ucap Naira penuh sesal.


"Tidak apa-apa, kau memang harus datang ke sana! sudah! pergilah! jangan terlalu lama bicara, nanti kamu bisa terlambat!"


"Baiklah, Hana, kami pergi dulu, ya, kalau ada apa-apa segera hubungi aku!" ucap Naira sambil berlalu menuju mobilnya, "bye, Hana!!"


"Bye!" Hana melambaikan tangannya, salam perpisahan darinya untuk adik iparnya.


Blam!


Pintu mobil Naira dan Ardian di tutup, dan keduanya terlihat melaju meninggalkan tempat itu.


Dan kini hanya menyisakan Hana beserta dua bodyguard yang di tugaskan oleh Naira dan Ardian untuk menjaganya, siapa lagi kalau bukan Zarren dan Leon?


"Nyonya, apa anda perlu bantuan dari kami?" tanya Zarren dengan ramah.


"Tidak perlu, bersihkan saja mobilku! pagi sekali aku harus datang ke toko, seharian aku bahkan tidak melongok toko kue ku, pasti pengunjung juga bertanya-tanya kenapa toko kue ku tutup!" jawab Hana sambil tersenyum dengan ramah.


Ya!


Wanita itu memang mulai pandai menyimpan semua masalahnya sendirian, dia tidak ingin merepotkan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya.


Tring!


Sebuah notifikasi di Instagram nya, menunjukkan seseorang tengah membuat cerita baru.

__ADS_1


"Visha!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2