Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 73 Nelson cemburu


__ADS_3

"Aruna."Panggil seseorang kepada Aruna saat Aruna dan Nelson hendak masuk ke dalam lift menuju ke ruangan kantor Nelson.


"Selamat pagi Pak Nelson."Sapa Yaty kepada Nelson, resepsionis perusahaan Nelson.


"Pagi."Balas Nelson.


"Aruna,,bucket bungan mawar ini untukmu,saya tidak tahu dari siapa tetapi di sana ada kartunya nanti kamu lihat dari sana saja ya mungkin ada tulis namanya di sana."Ucap Yaty panjang lebar dan tanpa ia sadari wajah Nelson sudah menjadi sangat dingin saat melihat ada seseorang yang mengirim bunga untuk Aruna.


"Oh ya..Satu lagi seperti biasa,,Sarapan cinta ini untukmu dari orang yang sama yang biasa kirim untukmu setiap pagi."Ucap Yaty lagi dan membuat Nelson semakin geram.


"Sarapan cinta apaan,,,Awas saja kalau dia karyawan sini,pasti ku pecat dia.Beraninya goda sekretaris Ku."Batin Nelson.


"Baiklah,Terima kasih Yaty ."Ucap Aruna.


"Sama-sama."Ucap Yaty lalu pamit sama Nelson dan kembali ke posisi tempatnya.


Di dalam lift Nelson yang melihat Aruna sedang mencium wanginya bunga mawar dengan tersenyum hatinya sangat geram dan ingin segera membuang bunga itu dan satu lagi ,apa itu tadi..Sarapan cinta dari orang yang sama yang setiap hari kirim kasih Aruna.


"Senang banget ya,,, dapat bunga mawar dan sarapan cinta dari orang yang sama yang setiap hari kirim kasih kamu lagi."Ucap Nelson dengan nada tidak suka tetapi Aruna tidak merasakan nada tidak suka dari Nelson.


"Iya Pak, apalagi ini sarapan kesukaan saya."Ucap Aruna dengan senang.


Sarapan kesukaannya...


Mendengar Aruna bilang itu sarapan kesukaannya Nelson langsung merebut paper bag dari tangan Aruna yang berisi sarapan cinta dan kebetulan mereka sudah sampai tujuan dan pintu lift juga sudah buka Nelson langsung merebut bucket bunga mawar dari tangan Aruna lalu keluar dari dalam lift dan membuang sarapan cinta dan bunga mawar ke dalam tong sampah.


Aruna terkejut melihat Nelson merebut barangnya lalu membuang semuanya ke dalam tong sampah yang memang ada di samping pintu lift.


"Pak Nelson,apa yang sedang anda lakukan."Ucap Aruna lalu hendak mengambil kembali sarapan cintanya dan bunga mawarnya tetapi Nelson menahan tangannya dan menariknya masuk ke dalam ruanganya.Untung saja sekretaris Nelson yang bekerja di perusahaan itu tidak di sana entah kemana dia pergi kalau tidak,Aruna pasti sangat malu karena Nelson menariknya.


Klekkk....Bammmmm....


Setelah Nelson membuka pintu ruangannya ia pun menutup pintunya kembali dengan sangat kuat lalu menguncinya di dalam dan mendorong Aruna menempel di daun pintu ruangannya lalu mengurung Aruna dengan kedua tangannya menempel di daun pintunya.Aruna terkejut dengan tingkah Nelson pagi ini.


"Pak..Pak Nelson.Anda kenapa."Tanya Aruna dengan takut.


"Aruna Sanjaya dengar baik-baik,lain kali jangan sembarangan menerima barang dari pria lain apalagi sarapan cinta sialan itu.Jika kamu mau makan sesuatu katakan kepada saya biar saya membelikannya kepada mu dan jangan meminta kepada pria lain memberikannya kepada mu.Begitu juga dengan bunga tidak peduli dari siapa pun jangan menerimanya jika itu bukan dari saya , apakah kamu paham."Ucap Nelson panjang lebar dan membuat Aruna diam seribu bahasa.


"Jawab saya Aruna, apakah kamu paham dengan apa yang saya katakan barusan."Tanya Nelson lagi ketika melihat Aruna hanya diam saja dan tidak menjawabnya lalu Aruna menggelengkan kepalanya dan membuat Nelson kesal.


"****.."Umpat Nelson dan melepaskan kurungan Aruna dari tangannya lalu membalikkan badannya menahan rasa kesalnya.


"Pak Nelson, yang membuat saya tidak mengerti adalah kenapa dengan mu hari ini,Pak." Tanya Aruna.

__ADS_1


Lalu Nelson membalikkan badannya menatap Aruna dengan kesal.


"Katakan kepada saya siapa yang mengirim mu sarapan cinta sialan itu, setiap hari lagi pula...Apa orang itu kurang kerjaan.Jika dia karyawan sini akan saya segera memecatnya."Ucap Nelson panjang lebar lagi.


"Hah..."Ucap Aruna dengan terkejut.


"Apanya Hah,, cepat katakan siapa yang mengirim mu sarapan sialan itu."Tanya Nelson lagi.


"Itu...Warung makan yang ada di dekat perusahaan ini,Pak.Nama warungnya adalah Sarapan cinta karena setiap pagi ada jualan sarapan juga dan biasanya ibu Hamzah yang kirim ke saya karena saya berlangganan dengannya."Ucap Aruna panjang lebar juga.


"What !!!!"Ucap Nelson dengan terkejut.


"Nama warungnya sarapan cinta..?"Tanya Nelson lagi dan di angguk oleh Aruna.


"Kenapa saya tidak tahu tentang itu."Tanya Nelson kepada Aruna lagi dan Aruna pun mengangkat bahunya tanda ia juga tidak tahu kenapa Nelson tidak tahu tentang itu.


"Trus bunganya dari siapa."Tanya Nelson lagi.


"Mana saya tahu ,Pak.Kan saya belum buka kartunya melihat nama pengirimnya bapak sudah langsung buang begitu saja."Ucap Aruna.


"Ya sudah pokoknya lain kali jangan sembarangan menerima barang dari pria lain ."Ucap Nelson.


"Kenapa..?"Tanya Aruna .


"Pak Nelson..Anda tidak lagi... Cemburu kan." Tanya Aruna.


"Ya..Saya cemburu.Saya tidak suka kamu menerima barang dari pria lain selain saya apa kamu mengerti."Ucap Nelson dan membuat Aruna terkejut.


"A..Apa."


"Aruna Sanjaya..Dengar baik-baik..Saya mencintai mu,saya mau kamu jadi kekasih saya.Apakah kamu mau menerima saya sebagai kekasih mu."Tanya Nelson, akhirnya ia mengungkapkan hatinya kepada Aruna dengan nada yang lembut.


"Ta..Tapi..."


Belum Aruna habis berkata Nelson langsung membungkan mulutnya dengan menempelkan bibirnya ke bibir Aruna.


"Jadilah kekasih ku "Ucap Nelson setelah melepaskan ciumannya kepada Aruna dan Aruna pun mengangguk kepalanya dengan tersenyum.


"Terima kasih."Ucap Nelson lalu memeluk erak Aruna begitu juga dengan Aruna memeluk Nelson.


Waktu berlalu dengan cepat,sudah 1 tahun Aruna menjadi istri Nelson dan kini Aruna dan Nelson pun sudah di karuniai seorang putra yang masih berusia 6 Bulan .Sedangkan Dania juga sudah melahirkan seorang putra dan kini sudah berusia 3 tahun.


Hari ini mereka semua berkumpul di Villa tempat tinggal Zillan.Mereka mengadakan acara BBQ di hari weekend ini.

__ADS_1


Zillan dan Nelson sedang membakar Ayam,ikan,sosis dan lain-lain.


Sedangkan Dania dan Aruna sedang memasak menu lain.


Estu sedang di ruang tamu membaca Koran, sedangkan anak-anak di jaga oleh pengasuh mereka.


"Dania,,Apakah Zillia hari ini akan pulang dari Singapura."Tanya Aruna kepada Dania yang lagi sedang membuat bumbu sambal untuk nanti ikan atau Ayam bakar.


"Katanya sich ia akan pulang hari ini."Ucap Dania.


"Sudah 1 tahun Zillia di sana, apakah tidak kangen dengan kita sich, padahal saya kangen banget sama dia."Ucap Aruna.


"Kalau kangen ya Video call saja sama dia."Ucap Dania lalu bersama Aruna ke tempat di mana Zillan dan Nelson sedang membakar Ayam.


"Di video call bukannya di angkat,susah kali cari dia."Ucap Aruna.


"Siapa yang susah cari,Sayang."Tanya Nelson kepada Aruna.


"Zillia Mas..."Ucap Aruna.


"Ada apa dengan saya sich..Kok nama saya di sebut."Tanya Zillia yang baru sampai di sana.


"Astagaaa.. Panjang umur nich orang..Baru juga namanya di sebut sudah berada di sini."Ucap Aruna.


"Hahahahaha....Apa kabar semuanya."Tanya Zillia kepada mereka semuanya.


"Baikkk."Jawab mereka semuanya.


"Alhamdulillah jika semuanya baik."Ucap Zillia.


"Kamu nich kenapa sich gitu susah cari,, Tiap kali video call kasih kamu bukannya di angkat."Ucap Aruna dengan kesal.


"Gara-gara kakak lah,,, Membiarkan saya ke sana bukannya membuatku enak-enak di sana tapi menyibukkan ku di sana."Ucap Zillia dengan kesal juga.


"Biar kamu tidak sembarangan bergaul di sana "Ucap Zillan tanpa dosa.


"Astagaaa Zillan... Apakah kamu mau adik mu ini jadi perawan tua menyibukkan ia di sana mengelola cabang perusahaanmu."Ucap Estu tiba-tiba sudah berada di sana juga.


"Ayah."Panggil Zillia lalu memeluk Estu.


"Hai.. Semuanya."Ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul di sana.


"Kanaka."Panggil Zillan dan Nelson bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2