Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Berkelahi


__ADS_3

"Dasar tidak tahu diri!!" umpat seorang pria yang baru saja tiba dari luar rumahnya, dan mendapati sang istri yang tengah asik bercumbu dengan pria lain.


Bukk!


Bukk!


Bukk!


Tangannya terus di layangkan semaunya menghantam sekujur tubuh Morgan penuh kehausan dan kemarahan.


"Bejad! tidak tahu diri! brengsek kau! baj*Ngan!!" begitulah umpat Allianz berkali-kali sambil terus memukul dan membanting tubuh Morgan sebisanya.


Hana membenarkan posisi seluruh pakaiannya yang telah luruh, lalu mencoba melerai perkelahian mereka berdua.


"All! Allianz, jangan lakukan! hentikan!" dia berushaa memisahkan mereka berdua, namun naasnya, sang suami bahkan tidak pernah menengok ke arahnya sama sekali.


"Allianz aku mohon!" hingga akhirnya wanita itu terlihat berdiri melindungi Morgan, dan menghalangi Allianz berbuat yang lebih kejam lagi.


Iya, Morgan bisa saja mati akibat pukulan yang di layangkan Allianz. Jadi Hana memilih untuk melerai keduanya, dan mencoba mengakhiri pertengkaran ini.


Hosh Hosh Hosh!


Nafas Allianz memburu, dengan kemeja yang sudah urak-urakan tidak jelas, di tambah lagi dengan raut muka penuh amarah yang sangat nampak di matanya.


Hana menangis terisak, matanya sembab dan sudah sedikit membengkak akibat tangisan yang terjadi sejak kiranya satu jam yang lalu, semenjak Morgan menggaulinya, dan menodai kesetiaannya.


Sementara itu, Morgan terlihat terkapar di atas lantai, dengan darah yang bercucuran keras keluar dari hidung dan bibirnya, membuat siapa saja yang melihatnya terasa ngeri.


Kepalanya pusing sekali akibat pukulan yang bertubi-tubi di layangkan oleh Allianz ke arah wajahnya. Meski begitu, Morgan terlihat terus mencoba bangkit dan akhirnya dia mampu berdiri dengan tegak.


"Pergi kau!" usir Hana pada Morgan, yang akhirnya di iyakan saja oleh Morgan.


Pria itu pun terlihat telah pergi dari rumah Allianz setelah berhasil menuntaskan hasrat bercumbunya dengan Hana.


Kini yang ada di dalam rumah itu tinggal Hana dan Allianz saja. Dua orang itu terlihat memaku di ruang tamu, saling diam, dan sama-sama bergemuruh menahan emosi yang membara.


Hana yang emosi pada Morgan, dan Allianz yang emosi karena dia mendapati istrinya tengah di eksekusi oleh pria lain.


Dia bahkan tidak pernah menyangka kalau Hana akan dengan mudahnya di gauli oleh pria itu. Pikirannya saat itu hanyalah, kalau Hana juga senang di tiduri pria lain.


"All!!" Hana mencoba menggapai tangan Allianz.


Plak!

__ADS_1


Namun Allianz terlihat menepisnya, dan memilih beranjak ke kamar tidurnya, menenteng tas kerja dan jas hitamnya.


Di luar, Zarren terlihat berdiri mematung di depan pintu, sambil sesekali melirik wanita bernama Hana yang tengah menangis di sofa ruang tamu.


Namun hanya sebentar saja, sebelum akhirnya Hana terlihat beranjak dari sofa, dan bergerak menyusul sang suami menuju lantai dua, yang sudah pasti akan menuju kamar utama mereka.


"All!" dia terlihat terisak, "dengarkan penjelasan aku, Allianz! tolong jangan marah padaku!!"


Tak tak tak tak tak tak!


Suara derap langkah kaki mereka terdengar menuju arah kamar utama dan setelah itu, mereka terdengar bertengkar dengan ribut.


Blam!!


"Dasar tidak tahu diri!!"


Plak!!


"Arkh!!"


Hana memekik dan tersungkur di atas lantai, saat tangan Allianz berhasil menampar keras pipinya yang sudah keriput dan tua.


Wanita itu menangis lagi, merasakan penderitaan yang tiada habisnya. Dia amat menyesal, menyesali semua yang telah terjadi.


"Kau sungguh tidak tahu diri, Hana! aku pulang kerja, lelah sekali rasanya, aku butuh kehangatan dari kamu, tapi kamu, aku pulang, dan malah mendapati istriku yang tengah menghangatkan pria lain! apa kau sungguh sehina itu!?" wajah Allianz di dekatkan di depan wajah Hana, dan sorot matanya benar-benar di penuhi amarah besar.


"Allianz, aku sungguh, aku tidak tahu, aku tidak menyangka..."


"Cukup! kau tidak bisa menjelaskan semuanya, karena memang kau pun menikmati permainan bersamanya, kau sudah mengkhianati aku, Hana.. Kau sungguh hina!" ucap Allianz sambil mencoba bangkit.


Namun tangan Hana lebih dulu menggapai kakinya, dan bergelayut dengan tangisnya di sana.


Grep!


"Allianz, aku minta maaf, aku sungguh tidak bermaksud mengkhianati kamu, aku sungguh tidak tahu dia akan datang.. Hiks hiks..." jelas Hana mencoba membuat sang suami mengerti.


"Dia? kau kenal dia? pria itu?" tanya Allianz dengan acuh.


Hana terdiam, dan terdengar membisu, lalu sejenak suasana di dalam kamar menjadi lebih hening.


Allianz terlihat mulai kesal, dan memutuskan untuk melepas tangan Hana, dan berbalik menatap kembali dua netra Hana.


Grep!

__ADS_1


Laki-laki itu bahkan terlihat mengekang dua lengannya.


"Ah!?" Hana terlihat ketakutan.


"Bicara padaku!" desak Allianz pada istrinya, "apa kau sungguh mengenali pria itu? pria yang telah me..."


"Cukup! aku tidak mau kau melanjutkannya lagi, sudah cukup aku terlalu sakit karena semua tuduhan hina yang kamu katakan padaku barusan, jangan sakiti dan jangan hina aku lagi, aku yang menjadi korban di sini, dia datang dan tiba-tiba saja mengunci tubuhku, hingga akhirnya..." dia tak sanggup lagi melanjutkan ucapannya.


"Dan kau tidak bisa menolak sama sekali? hah?" Allianz terlihat amat kesal dengan istrinya, "Hana, beritahu aku, apa kau mengenal pria itu atau tidak!?" kali ini dia benar-benar mengekang, tak ingin melepas Hana sebelum wanita itu memberi dia sebuah jawaban.


"Aku.." Dia tak sanggup menjawabnya..


"Jawab!!"


"Aku.."


"Aku bilang jawab!!!!!!" dia terlihat meninggikan nada bicaranya.


"Ya, aku mengenalinya.." Ucap Hana terlihat takut.


Allianz terlihat melepas pegangan tangannya dan mundur ke belakang, usai tahu wanita miliknya pernah berkhianat di belakangnya, apa lagi mendengar jawaban maut yang seolah menerkam hatinya menjadi lebih mati, dia tak sanggup lagi untuk menahan air matanya yang telah terlanjur jatuh di pipi.


"Dia pernah akan melamar aku, tapi aku menolak lamaran darinya, dengan alasan aku sudah punya suami, tapi aku bahkan tidak tahu kalau dia akan begitu nekad untuk datang kesini!" jelas Hana tentunya masih dalam keadaan sedikit terisak.


"Tetap saja, kau adalah wanita yang dia cintai, mungkin dia datang, karena rindu dengan tubuh kamu!" tuduh Allianz pada sang istri, dan untuk yang ke sekian kalinya, Allianz kembali berpikir dangkal, tidak tahu bagaimana caranya bicara dengan halus.


"Ah?!" mendongak, menatap Allianz dengan tajam, "kau menuduh aku tidur dengan pria lain saat dalam pelarian ku, All? kau menuduh aku melakukan hal sehina itu!?" dia mulai terlihat marah pada sang suami.


"Tapi aku sudah punya bukti, jika kau tidak pernah dia tiduri, setidaknya dia tidak akan datang ke sini hanya untuk bercumbu denganmu! aku bukan pria bodoh, Hana! setiap pria yang pernah tidur dengan seorang wanita, jika dia sudah terlanjur menikmatinya, maka dia akan melakukan berbagai cara untuk bisa tidur lagi dengan wanita itu! dan kau mungkin memang pernah mengkhianati aku!!"


"Apa!?"


.


.


.


.


Tes!!


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2