
Nelso tahu Zillia itu anak yang manja ,tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah atau pun masuk dapur.Tetapi walaupun Zillia anak yang manja dia tidaklah seperti anak-anak pengusaha lain selalu memakai pakain yang bermerk atau tas,sepatu,jam tangan yang bermerk.Zillia selalu memakai apa adanya ataupun apa yang dia sukai saja walaupun barang itu bukan barang bermerk.
Dan Zillia juga bukan sama sekali tidak mau masuk ke dapur hanya saja dari kecil Zillia memang sudah di manjakan oleh kedua orang tuanya dan Zillan yang tidak mengizinkan Zillia masuk ke ruang dapur.
Tetapi sejak mengenal Nelson ia sudah tidak peduli lagi jika ayahnya,Estu.Tidak mengizinkan ia masuk ke dapur.Ia mengabaikan omelan ayahnya saat ia belajar masak sesuatu di dapur.Tetapi setelah ia siap masak ia meminta ayahnya untuk mencoba masakannya dan ternyata Estu agak menyesal karena selama ini tidak mengizinkan Zillia masuk ke dalam dapur belajar masak ternyata Zillia sangat pintar belajar masak.
"Masa ayah tidak mau merasakan masakan putri ayah ini,rugi dong kalau ayah bukan orang pertama yang merasakan masakan putri ayah ini."Ucap Zillia saat Estu tidak mengizinkan Zillia masuk dapur melakukan sesuatu.
Setelah berpikir sejenak memang benar yang di katakan oleh Zillia,sangat rugi jika dia yang sebagai ayahnya bukan orang pertama yang merasakan masakan putri manjanya ini dan akhirnya Estu pun membiarkan apa yang ingin di lakukan oleh Zillia di dapur.
Setelah makan Nelson pun meminta Zillia main bersama Sasa saja dan biar ia yang membersihkan meja juga mencuci bekas piring kotor yang mereka makan tadi lalu Zillia pun mengangguk dengan patuh dan bermain bersama Sasa di ruang tamu.
Setelah Nelson sudah siap membersihkan meja dan mencuci piring ia melihat Zillia begitu fokus mempelajari cara memasang lego yang baru saja ia beli untuk Sasa terasa lucu dengan eskpresi Zillia yang begitu membingunkan membantu Sasa memasang legonya.
Lalu tiba-tiba ponselnya bunyi dan itu panggillan telepon dari Aruna.
__ADS_1
"Hallo "Ucap Nelson.
"Hallo..Pak Nelson,apakah bapak sudah memeriksa email yang baru saya kirim ,Pak."Ucap Aruna yang berada di perusahaan pusat NS group.
Ya... Nelson meminta Aruna bekerja di sana memantau pekerjaan yang ada di Amerika sana.
"Belum,nanti akan saya mengeceknya."Ucap Nelson tetapi ia menatap kebingungan eskpresi Zillia membantu Sasa memasang lego dengan tersenyum lagi.
"Tapi Pak..Kata asisten Sam itu agak penting untuk bapak memeriksanya segera."Ucap Aruna di seberang sana .
Aruna yang di berada di pusat perusahaan nya pun menghela napasnya ketika Nelson langsung mematikan panggillan teleponnya.
"Sadar Aruna,kamu itu hanya karyawannya jangan berharap terlalu berlebihan."Batin Aruna.
Setelah menyelesai pekerjaan yang di kirim oleh asistennya Nelson pun keluar dari ruang kerjanya tetapi ia sudah tidak mendapati Zillia dan Sasa di ruang tamu lagi.Nelson menatap mainan lego Sasa yang sudah di susun oleh Zillia dan Sasa tadi di meja ruang tamu dengan tersenyum.
__ADS_1
"Ternyata dia wanita yang pintar ."Ucap Nelson dengan tersenyum lalu ia mencari keberadaan Zillia dan Sasa.
Nelson berjalan mendekati kamar Sasa lalu ia mengentuk pintu dengan pelan tetapi tidak ada sahutan dari dalam dan dengan pelan Nelson pun membuka pintu kamar Sasa.
Nelson tersenyum melihat ke dalam kamar Sasa ternyata Zillia dan Sasa sedang tidur di dalam sana dengan tangan Zillia menjadikan bantal kepala Sasa lalu memeluk Sasa.
Nelson menatap dalam Zillia yang sedang tidur dengan perasaan yang aneh.Nelson merasa Zillia benar-benar sangat berbeda dengan anak-anak pengusaha yang lain.
"Tidak banyak wanita yang anak dari pengusaha besar mau masuk ke dapur masak sesuatu , apalagi Zillia adalah anak dari pengusaha raksasa yang sangat di segani dan di takuti oleh pengusaha besar yang lain."Batin Nelson lalu ia juga menatap jari Zillia yang sudah di obati olehnya.
Jangan lupa klick like,favorit,hadiah, vote dan kommen ya ..🙏🙏🙏
Terima kasih juga sudah dukung Author dengan terus baca Novel Author ini..🤗🤗🤗
Dan maaf ya jika terdapat banyak typo yang Salah 🙏🙏🙏
__ADS_1