
Jam sudah menunjukan pukul 5 Sore, Dania terbangun dari tidurnya lalu ia mengambil ponselnya yang terletak di samping tempat tidurnya ia ingin mengecek ponselnya tetapi ponsel mati karena bateraynya habis.
"Huft..Gara-gara kamu telepon terus mas, ponsel ku jadi habis bateray."Ucap Dania dan tanpa di sadari olehnya sendiri ia menyebut Zillan dengan sebutan 'Mas'.
Lalu ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan hendak turun ke bawa.
Sementara Zillan yang masih duduk di ruang tamu dari tadi memikirkan Dania pun beranjak dari tempat duduknya dan hendak pergi dari sini.Tetapi tiba-tiba ia mendengar langkah kaki seseorang dari atas ia pun membalikkan badannya dan melihat sosok seorang wanita yang dari tadi ia cari sedang turun dari lantai dua.
"Dania.."Ucap Zillan tidak percaya dan Dania pun terkejut tiba-tiba mendengar seseorang memanggil namanya.
"Mas."Ucap Dania.
Zillan tertegun sejenak saat mendengar Dania memanggilnya dengan sebutan 'Mas' .Sudah sangat lama Zillan tidak mendengar Dania memanggilnya begitu , sekarang istrinya memanggilnya 'Mas' ia tidak bisa menahan kegembiraannya lagi dan langsung berlari mendekati Dania lalu memeluknya erat.
"Sekali lagi Sayang..Mas mohon sekali lagi panggil saya Mas."Ucap Zillan dalam tangis kegembiraannya.
"Mas."Panggil Dania juga membalas pelukan Zillan dan juga mengeluarkan air matanya.
__ADS_1
"Mas tidak sedang bermimpi kan ,Sayang.katakan pada Mas ,Mas tidak sedang bermimpi kan."Ucap Zillan masih dalam tangisnya.
"Ngak...Mas ngak sedang mimpi."Jawab Dania.
"Sayang..Hiks..Mas mencintaimu..Mas mohon jangan tinggalkan Mas lagi.Maaf ,Mas salah..Mas tidak mau pria lain membahagiakanmu.Mas bisa membahagiakan mu,percayalah sayang..Mas pasti bisa membahagiakanmu dan Sasa.Beli Mas satu kesempatan lagi Mas mohon,Sayang."Ucap Zillan masih dalam memeluk Dania dan Dania pun menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih ,Sayang.Terima kasih."Ucap Zillan memeluk erat Dania.
"Sudah Mas,kamu bisa membuat saya sakit."Ucap Dania melepaskan pelukan Zillan.
"Maaf Sayang,maaf...Mas tidak sengaja.Apakah mengenai lukamu,Sayang."Tanya Zillan khawatir dan Dania menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.
"Maafkan Mas,Sayang.Mas janji Mas tidak akan menyakitimu lagi."Ucap Zillan dan di angguk oleh Dania.
"Maafkan saya juga ,Mas.Karena telah membuatmu sakit hati."Ucap Dania juga memeluk Zillan.
"Tidak Sayang, jangan minta maaf sama Mas.Semua karena Mas ,Maaf karena bisnis Mas membuat kamu di fitnah.Maaf karena Mas tidak mempercayaimu membuat Azelea menyakitimu.Maaf Sayang semua karena Mas dan membuatmu menderita."Ucap Zillan.
__ADS_1
"Semuanya sudah lewat,Mas."Ucap Dania.
"Sayang..."Panggil Zillan tiba-tiba mengingat sesuatu dan melepaskan pelukan Dania.
"Kamu... Benarkah sudah menikah dengan Nelson."Tanya Zillan dan Dania menggelengkan kepalanya.
"Benarkah...Benarkah kalian tidak menikah."
"Maaf Mas,,Saat itu saya telah membohonginmu."Ucap Dania.
"Gak pa-pa Sayang,jangan minta maaf.Mas ngerti."Ucap Zillan memeluk Dania lagi.
"Terima kasih Sayang, Terima kasih sudah memaafkan Mas dan memberikan Mas kesempatan."Ucap Zillan dengan sangat bahagia.
Sementara di sebuah Villa yang juga tak kalah mewah dari Villa Zillan,Nelson sedang berdiri di balkon kamarnya menatap ke atas langit yang sudah mulai gelap.Nelson sedang memikirkan semua perkataan Kenzy saat Dania di rumah sakit.Pada saat Kenzy menceritakan semua hal tentang Zillan kehilangan Dania , sebenarnya Nelson sedang berada di luar kamar penginapan Dania.Ia mendengar semua yang Kenzy katakan.Setelah mendengar semua itu Nelson pun sangat kagum dengan Zillan yang begitu mencintai Dania.
"Jika kamu ingin kembali bersamanya lagi saya tidak akan memaksa mu untuk menerima ku,Dania.Berbahagialah selalu bersama keluarga kecilmu."Batin Nelson dan tiba-tiba air bening keluar dari matanya lalu ia menyekanya dan melihat tangannya yang basah dengan tersenyum.
__ADS_1
"Ternyata kamu juga bisa membuatku nangis selain Zillan ,Dania Wijaya."Ucap Nelson.