Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Mengancam Lu Lau'er


__ADS_3

Ardian terdiam di dalam mobil, sambil menunggu datangnya pria itu ke sana.


Dia menatapi sekeliling, dan mendapati sosok wanita yang terlihat mengenakan baju yang tertutup sempurna, tidak memperlihatkan sisi wajahnya sama sekali.


Pada mulanya, Ardian memang terasa aneh, tapi lambat laun, dia akhirnya berusaha mengacuhkan wanita itu, dan kembali fokus menunggu kedatangan pamannya.


Beberapa saat kemudian, datanglah Lu Lau'er yang terlihat mendekat, dan membuka mobil Ardian, lalu masuk ke dalamnya.


Blam!


Pintu di tutup dengan sempurna.


Lu Lau'er telah terduduk di mobil Ardian, dan berada tepat di jok belakang, di samping tempat Ardian duduk.


"Bagaimana kabarmu, Nak?"


"Aku hanya ingin bicara tentang poinnya saja, tidak usah bertele-tele!" ucap Ardian pada Lu Lau'er.


Untuk pertama kalinya dia ingin membuat kasus ini menjadi mudah, dan ringan seringan kertas yang terbang terbawa angin.


"Apa yang kau inginkan?"


"Jangan menuntut hukuman berat untuk sahabatku!" jawab Ardian atas pertanyaan dari Lu Lau'er.


Pria berusia setengah abad itu hanya melukis senyum miringnya, menampakkan wajah herannya pada anak dari saudara sepupunya, Tiansha.


"Dia membunuh putra semata wayang kami berdua, pantaskah jika dia kami biarkan hidup di muka bumi?"


"Tapi anakmu juga bersalah, coba saja kalau dia tidak melecehkan Hana, dia tidak akan tertimpa nasib buruk semacam ini! kau harus tahu itu!!"


"Kau mungkin memang putra Tiansha, tapi kau tidak bisa mengatur paman kamu ini dengan ucapanmu!"


"Kau mungkin harus menuruti ucapan dariku, atau semua rahasia kamu, akan aku bongkar!" sekarang Ardian menggunakan senjata tajamnya untuk menghunus jantung pria ini.


"Apa maksud kamu?" wajahnya mulai terlihat gusar, mengingat dia memang punya rahasia terpendam sejauh ini, tanpa ada yang tahu, sekalipun istrinya sendiri.


Ardian membuka laptop Luis di tangannya, dan menunjukkanlah sebuah kejutan pada Lu Lau'er.

__ADS_1


"Kau membiayai hidup wanita bernama Daniah, yang kau tiduri sejak satu tahun terakhir, kau menipu istrimu, mengatakan pergi keluar kota untuk bisnis, tapi ternyata kau mendatangi wanita ini, dan meminta kepuasan nafsu darinya! andai kau tahu, Daniah dan putranya pernah hancur di tanganku!"


Deg!


Jantung pria setengah abad itu terasa berhenti berdetak. Keringat dingin bercucuran dengan deras di keningnya, dan dengan gugupnya, dia mencoba merebut laptop di pangkuan Ardian.


"Dari mana kau dapat semua ini?" tanya Lu Lau'er dengan cemas.


"Kau tidak tahu? bukankah kau sendiri tahu aku punya orang khusus untuk menggali informasi, apa lagi informasi sekecil ini, kau tidak menyangka ya?"


"Dasar kurang ajar!!" hendak memukul Ardian, namun Ardian buru-buru menangkap tangannya.


"Jangan bertindak bodoh di depanku paman, aku tahu kau saudara sepupu ibuku, tapi seorang pria, yang menodai wanita yang milik orang lain, bagiku lebih buruk dari perselingkuhan kalian! aku hanya menuntut keadilan untuk saudara iparku! jika kau mau menuruti dan memberikan hukuman sewajarnya untuk Hana, maka akan aku tutup rapat-rapat hubungan gelap kalian berdua, tapi jika kau berani menantang aku, dapat aku pastikan, besok pagi kau akan kehilangan segalanya, kehilangan keluarga, kehilangan hartamu, dan kehilangan kepercayaan dari orang lain! sudah bisa kau bayangkan apa yang akan terjadi pada masa depan kamu selanjutnya?"


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hana terlihat memegang erat tangan suaminya, mencoba meminta pembelaan dari Allianz, meski pria itu malah acuh tak acuh.


"All, tolong bantu aku untuk melalui semua ini!!"


"Kamu yang bodoh! mana bisa aku bantu kamu, kalau omongan kamu saja sudah tidak di gubris oleh polisi!"


"Hana..."


"Vish!? Vish, kau datang?" wanita itu tersenyum dengan gembira, lalu langsung saja memeluk Visha dengan erat.


Hap!


Berbeda dari Hana yang sangat antusias dalam memeluk sang sahabat, Visha nampak memasang wajah biasa-biasa saja saat berpelukan dengan Hana.


"Aku tahu kalian pasti akan datang! bantu aku, Vish, aku telah membunuh Lu Zamorgan! aku begitu kesal karena dia telah melecehkan aku di rumah suamiku! kau tahu betapa sakit yang aku rasakan, bukan?" tanya Hana dengan tangisnya.


"Aku akan mendukung apapun yang terjadi padamu!" jawab Visha yang terlalu singkat membuat Hana merasa ada yang aneh dari wanita ini.


Hana melepas pelukan Visha, dan menatap wanita itu dengan lekat.


"Kau masih marah padaku, Vish?" tanya Hana pada wanita itu, "ku dengar kau sudah menikah, kenapa kau tidak memberi kabar apapun padaku? di mana suami kamu? dia tidak mengantar kamu untuk menemui aku?"

__ADS_1


Dengan bodohnya Hana menanyakan itu semua pada Visha, yang tanpa dia sadari, telah menjadi duri tajam dalam rumah tangganya bersama Allianz.


Dua insan di depan mata terlihat sesekali saling melirik, bingung apa yang harus mereka jelaskan. Tapi memang tujuan Visha membuat suasana canggung semacam ini. Dia memang berniat untuk semakin dalam menghancurkan keluarga Hana.


Bagus juga kalau Hana masuk ke dalam penjara, setidaknya dia bisa leluasa bersama Allianz,, tanpa memikirkan masih ada istri tua lain yang juga membutuhkan sosok sang suami.


"Aku memikirkan waktu yang tepat untuk mengenalkan kalian berdua, lagi pula, aku hanya jadi istri kedua, dan juga simpanannya!"


Uhuk! uhuk!


Sontak Allianz tersedak, mendengar penuturan yang sangat jujur dari Visha di depan Hana pada saat itu.


"Kamu baik-baik saja, All?" tanya Hana dengan cemas.


"Aku, aku baik, aku harus keluar dulu sebentar!"


Allianz bergegas saja keluar dari tempat itu dengan cepat, sebelum serangan jantung dia alami gara-gara perilaku istri keduanya itu.


Hahh!


"Apa yang kau katakan barusan, Vish? kau menjadi istri kedua dari seseorang? kau sungguh tidak bercanda?"


"Maaf, jam bertemu sudah habis!"


Seorang anggota kepolisian terlihat datang dan mencoba membawa Hana kembali ke dalam sel.


Dua wanita itu pun terpaksa harus di pisah kembali. Ini pun sebenarnya sudah termasuk keberuntungan, karena pada kasus biasanya, sebelum empat puluh delapan jam tahanan, masih belum di perbolehkan untuk bertemu keluarga, itu artinya Hana mendapat keberuntungan besar kali ini.


Dengan cepat Visha berusaha keluar dari kantor polisi dan berjalan saja ke arah Allianz.


"Kau meninggalkan aku di bandara sendirian!" ucap Visha berbisik pada Allianz.


"Diamlah! di depan sana ada Ardian dan dua bodyguard nya, mereka bisa curiga kalau kita berjalan beriringan seperti ini!"


Mendengar hal itu, Visha kemudian mengalah, dia berjalan lebih ke belakang sedikit, untuk memberi jarak antara dia dan suaminya.


Benar-benar tidak nyaman!

__ADS_1


Lihat saja! suatu hari, kau akan lebih memandang aku di banding istrimu itu!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2