Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Malam Tadi


__ADS_3

Hana terdiam cukup lama, semakin lama dan semakin keras terdengar. Suara tangisnya bahkan sangat menusuk hati Naira, membuat wanita itu pun merasa iba melihatnya.


Naira mencoba kembali mendekap wanita itu, dan mengelus rambutnya, memingkis rambut yang urak-urakan, dan kemudian mengusap setiap air mata yang keluar dari mata Hana.


Naira tak lagi mampu bertanya, satu pertanyaan saja begitu membuat Hana sedih, dia tidak mau menjadikan Hana semakin berat masalah saja.


Wanita itu terdiam cukup lama, membiarkan Hana tenang dalam pelukannya, hingga akhirnya, lima belas menit telah berlalu.


Benaknya masih bertanya-tanya apa yang terjadi pada Hana, namun dia tak punya nyali lebih meski untuk sekedar bertanya.


Hana, apa yang terjadi padamu?


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Seorang pria terlihat membuka kedua matanya, dan terlihat dengan jelas tengah mencoba menatap langit-langit rumah yang nampak begitu asing.


Dia terbelalak hebat, dan langsung beranjak dari tidurnya, kala mendapati tubuhnya yang polos tak tertutup sehelai benangpun, kecuali selimut tebal dan wangi yang menutupinya.


"Ah!? di mana aku?" tanyanya pada diri sendiri.


Matanya berkeliling melihat situasi, dan melihat kira-kira di mana dia tengah berada saat itu.


Hanya saja, dia benar-benar tidak paham dengan tempat ini. Dia mencoba ingat kembali kejadian semalam, saat dia bertengkar dengan sang istri, hingga akhirnya kejadian itu terjadi.


Flashback on!


Allianz terlihat membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk pergi dari rumahnya. Tak terasa air matanya menetes, dia menangis sambil sesekali memukul kemudi mobilnya.


Hiks hiks..


Kenyataan pahit yang jelas dia tangkap di depan mata, saat sang istri tengah bergumul dengan pria lain, dan des*han manja yang keluar dari mulut keduanya, sungguh menjijikkan.


Dia merasa sangat sakit akibat pemandangan yang dia lihat sekitar pukul sebelas malam, saat dia pulang, sehabis lembur di kantornya.


Dia tidak ada waktu untuk mengabari sang istri, karena atasannya terlihat selalu mengawasinya setiap saat.


Sebenarnya malam ini Allianz punya kejutan untuk sang istri. Tidak mau terlalu dalam masuk dalam permasalahan dirinya dengan wanita bernama Visha, dia berniat untuk menerima dinas di luar kota, dan dia juga siap untuk bekerja di sana selamanya, demi bisa menyelamatkan rumah tangganya dari wanita itu.

__ADS_1


Dia bahkan memohon dengan sangat untuk di berikan tugas, dan di pindahkan di cabang lain yang berada di luar kota pada Ardian.


Tapi sayang sekali, saat dia sudah berhasil membujuk Ardian, dan dia akan mendapatkan tugas baru di perusahaan di luar kota, sang istri malah tidur dengan pria lain.


Istrinya malah dengan tidak tahu malunya melakukan hal sehina itu di rumahnya, dan di ruang tamunya pula.


Hatinya bak teriris dan tersayat dengan sangat dalam, mendapati pengkhianatan yang di lakukan oleh sang istri.


Hingga akhirnya, dia kembali mengingkari janjinya. Dia yang mulanya telah berjanji untuk tidak kembali ke klub dan minum bir, malam itu dia melakukan semuanya.


Dia datang ke klub, dan menghabiskan beberapa botol minuman, sampai akhirnya, seorang wanita nampak mendekatinya, dan duduk lah dia di sampingnya.


"Kau ada di sini?" tanya wanita itu pada Allianz.


Allianz menoleh, dan samar-samar melihat wajah Visha yang berbalut make up tipis, di sertai lipstik indah menggiurkan.


"Kau pun ada di sini!" jawab Allianz membalas pertanyaan Visha.


"Aku sedang kacau, jadi memilih untuk datang kesini, tidak tahu juga akan bertemu denganmu," Visha terlihat tersenyum sambil menuangkan minuman ke dalam gelas Allianz.


Syurrrr!!


Tak!


Gluk!


Tak!


"Kau datang kemari, aku tahu kau dalam masalah.." Ucap Visha, seakan tahu saja apa yang terjadi pada Allianz.


"Setiap orang minum, menyimpan alasan tersendiri, ada yang minum karena masalah, ada juga yang minum hanya sekedar minum!"


"Kau berbohong! kau telah memuaskan satu tahun jadi pemabuk, tapi saat Hana kembali, kau langsung berhenti dari minuman, dari cerita itu, semua orang pun bisa memahamimu," jelas Visha dengan senyumannya.


"Hahh! entahlah, aku tidak sanggup menceritakan semua yang aku lalui saat ini.." Jawab Allianz, kali ini dia benar-benar terlihat sedih dan terluka.


"Aku tidak meminta kamu untuk bercerita, hanya saja, aku minta kamu untuk menikmati malam ini, jangan sia-siakan waktu sebaik ini untuk memikirkan masalah kamu, buatlah kamu puas setelah minum, aku tahu hal itu sangat memuaskan, karena aku pun pernah mengalaminya!" ucap Visha.

__ADS_1


"Kau tidak tahu seberapa berat masalah yang aku hadapi!" ucap Allianz sambil menatap dua netra Visha.


Visha meraba pipi Allianz, dan semakin lembut meraba dagu, lalu bagian lehernya. Dia mendekat ke arah wajah Allianz, dan kemudian beralih ke telinga Allianz, lalu membisikkan sebuah kalimat di telinga pria itu.


"Kau pun tidak tahu seberapa berat masalahku! jadi kita sama-sama belum tahu satu sama lain! kau mau mengenali aku?" tanya Visha sambil terus bergerak nakal di dada bidang nan atletis milik Allianz.


"Tidak, Vish! terakhir kali aku meniduri kamu, kau mencari masalah yang sungguh membuat aku kesal!" tolak Allianz dengan cepat.


"Apa bersama Hana kau tidak mendapat masalah?" tanya Visha seketika membungkam mulut Allianz.


Sejenak mereka terdiam, dan tidak saling bicara, hingga akhirnya Visha terlihat bangkit dari sisi Allianz.


"Kau bawa mobil? bisakah mengantarkan aku pulang? aku tidak bawa mobil, dan ini sudah pukul satu dini hari, aku takut pulang sendirian!" ucap Visha sambil terlihat memasang wajah nistanya.


"Bagaimana aku akan membawa mobil dan mengantar kamu pulang? aku saja hampir ambruk karena banyak minum!" jawab Allianz.


"Aku yang menyetir, kau boleh tidur sepanjang jalan, aku yang tidak mabuk, jadi masih bisa mengendarai mobilmu!" jawab Visha sambil membersitkan senyuman di bibirnya.


"Baiklah, terserah kau saja!"


Merasa tidak tega dengan wanita itu, Allianz akhirnya memilih untuk bangkit dan mengantar Visha pulang.


Sepanjang perjalanan, Allianz terlihat tidur dengan nyenyaknya, di samping jok kemudi yang sedang di duduki oleh Visha.


Dari ponsel Visha terlihat seseorang mengirimkan pesan di sana, dan mengabari sesuatu padanya.


Rencanaku berhasil? bagaimana denganmu?


Tanya orang misterius itu di layar ponselnya. Visha tersenyum dan terlihat mengetik sebuah kalimat dengan satu tangannya.


Dia sudah ikut, semoga saja rencanaku juga berhasil!


Sent!


Pesan telah terkirim, orang di seberang membalasnya dengan emoticon satu jempol, yang menandakan mereka mungkin akan lancar jaya.


Ya, tinggal satu langkah lagi, menuju keberhasilan, kau sudah mendapat bencana dalam rumah tangga kamu, dan seharusnya, kamu sadar semua itu aku yang membuatnya, tapi kenapa kamu masih saja bodoh?

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2