
"Selamat pagi ,Sayang."Ucap Zillan yang sudah bangun duluan dan juga sudah rapi dengan baju kerjanya duduk di samping tempat Dania tidur.
"Hmm,,, selamat pagi."Ucap Dania dengan masih malas membuka matanya.
"Sudah jam berapa,Mas."Tanya Dania kepada Zillan dengan mata yang masih terpejam.
"Sudah pukul setengah tujuh."Jawab Zillan.
"Apa,,sudah pukul setengah tujuh."Teriak Dania dan langsung membuka matanya dengan lebar menatap Zillan,tetapi saat ia ingin segera bangun dari tempat tidurnya dan ingin menyibak selimutnya ia sadar jika tubuhnya tidak ada sehelai benang pun yang melekat di badannya.
"Mas.."Panggil Dania.
"Hmm"
"Kamu..Sudah mau berangkat kerja."Tanya Dania yang masih baring di tempat tidurnya dan melihat Zillan sudah rapi dengan baju kerjanya.
"Iya sayang dan Mas sudah buatkan sarapan untukmu dan Sasa.Sasa sekarang lagi sedang sarapan ,kamu cepat bersihkan diri dulu gihh jangan biarkan Sasa tunggu kelamaan sarapan sendiri,Mas tunggu ya."Ucap Zillan.
"Oo..Baiklah."Ucap Dania.Lalu dengan sengajanya menyibak selimutnya ke samping dan duduk di samping Zillan meregangkan tangannya dengan tubuh yang polos.
Zillan yang masih duduk di sana menelan ludahnya melihat tubuh polos istrinya.
"Sayang,,"Panggil Zillan.
"Hm,,apa Mas."
"Apakah kamu tidak akan menyesal menggodaku di pagi gini,Hm?"Tanya Zillan yang sudah memeluk pinggang Dania dan bibirnya sudah mencelup di leher Dania.
"Mas..."Panggil Dania melepaskan pelukan Zillan lalu merasa was-was.
"Tanggung sayang,kamu sudah membangunkan junior ku."Ucap Zillan lalu langsung menyerang Dania dan terjadilah lagi untuk buat adonan adek Sasa.
__ADS_1
Nyesal deh Dania telah memancing imam Zillan yang tidak kuat ketika melihat tubuh polos istrinya sendiri.
"Terima kasih sayang,sudah menambahkan sarapan special untuk,Mas."Ucap Zillan tersenyum setelah membuat adonan adek Sasa lalu ia beranjak dari tempat tidur mereka dengan tubuh tanpa sehelai benang yang melekat di badannya lalu dengan pelan membopong Dania masuk ke dalam kamar mandi
"Mandi sama-sama ya, Sayang."Ucap Zillan lalu langsung membopong Dania masuk ke dalam kamar mandi .Karena sudah menyesal mencoba menggoda imam Zillan maka Dania tidak berani berontak lagi bisa makin jadi nantinya si Zillan ini.
"Mandi saja kan,Mas."Tanya Dania.
"Menurutmu."Ucap Zillan dengan tersenyum penuh arti lalu mencium kening Dania.
"Mas,,Sasa masih tunggu."Ucap Dania.
"Gak pa-pa,Sasa gak akan marah jika dia tahu kita akan buat adek untuknya."Ucap Zillan dengan santai dan membuat Dania tak berdaya lagi.
Sesudah mandi Zillan dan Dania pun turun bersama dan menuju meja makan dan sarapan bersama.
"Sasa mana ,Mas."Tanya Dania kepada Zillan.
Semenjak Dania dan Sasa tinggal bersama Zillan.Zillan mempekerjakan kembali beberapa asisten rumah tangga untuk membersihkan rumah kecuali masak, karena Dania lebih suka sendiri masak untuk keluarga kecilnya.Hanya saja semalam Gara-gara Zillan sudah lama tidak melakukan dengan Dania jadi Zillan melakukan beberapa ronde dan membuat Dania kecapetan,oleh karena itu Dania pun terlambat bangun pagi hari ini.
"Zillia datang,Bi."Tanya Dania kenapa Bi Ima.
"Iya,,Nyonya."Jawab Bi Ima lalu berlalu pergi meninggalkan Zillan dan Dania sarapan bersama.
"Tak biasanya Zillia datang pagi-pagi begini,apa terjadi sesuatu ya."Tanya Dania kepada Zillan dan Zillan menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja tidak,jika dia datang pagi-pagi gini pasti ada urusan mencari mu.Ucap Zillan dengan santai dan menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya yang tadi pagi ia masak untuk Dania dan Sasa.
"Mungkin ,tapi urusan apa ya kira-kira."Pikir Dania.
"Sarapan dulu,setelah sarapan kamu pasti sudah tahu ada apa Lia mencarimu."Ucap Zillan.
__ADS_1
Zillan sudah tahu kebiasaan adeknya ini.Dari dulu sampai sekarang selalu begini kalau ada hal sesama wanita Zillia pasti pagi-pagi datang ke sini cari Dania untuk berganti cerita.
"Baiklah.."
Tak berselang lama Zillan dan Dania pun sudah selesai sarapan dan Zillan pun segera berangkat ke kantornya tanpa pamit dengan Sasa dan Zillia.
Setelah sudah mengatar Zillan pergi kerja Dania pun segera ke taman belakang menemui Zillia dan Sasa.
"Lia.. Sasa."Panggil Dania berjalan mendekati mereka.
"Mamy."
"Mbak."
"Kakak sudah berangkat kerja."Tanya Zillia kepada Dania dan di angguk oleh Dania.
"Sasa Sayang,, Sasa main sendiri dulu ya di sana,Tante mau bicara dengan Mamy dulu , Okey."Ucap Zillia .
"Baik Tante."Ucap Sasa dengan patuh.
"Mbak."Panggil Zillia.
"Ya."
"Hmmmm.. Itu....Bagaimana kabar Nelson di Amerika dan Apakah Nelson tidak akan kembali lagi ke Jakarta."Tanya Zillia kepada Dania dan membuat Dania mengernyitkan keningnya.
"Daddy baik-baik saja di Amelika Tante dan akan kesini lagi Tante setelah pelusahaan Daddy di sana ada yang bantu Daddy ulus."Jawab Sasa yang mendengar apa yang Zillia tanya ke Dania tadi.
"Apakah Tante sama dengan Sasa kangen Daddy juga,Kalo begitu nanti Sasa kasih tahu Daddy Tante kangen sama Daddy."Ucap Sasa polos dan membuat wajah Zillia menjadi merah.
"Hah.."Ucap Dania terkejut lalu menatap Zillia yang wajahnya sudah merah merona.
__ADS_1
"SASA..."Teriak Zillia kesal .