
"Sialan..Kenapa wanita itu tidak mati-mati,apakah nyawanya segitu panjang."Ucap Azelea geram ketika ia sudah tahu keluarga kecil Zillan semua baik-baik saja terutama Dania yang masih hidup.
"Tidak..Saya tidak akan membiarkan ia hidup begitu saja apalagi dia sedang hamil anak Zillan."Ucap Azelea lagi dan ia tahu Dania sedang hamil anak Zillan dari kedua orang tuanya.
Saat kedua orang tua Azelea mengetahui Zillan mengalami Kecelakaan mereka pun ke rumah sakit menjengut Zillan dan pada saat itu Estu yang kebetulan juga ada di sana berkata kepada orang tua Azelea bahwa Dania sedang hamil cucu ke duanya.
"Kamu sungguh tidak adil Tuhan.Saya yang mengenal Zillan duluan ,saya yang mencintai Zillan duluan.Tapi kenapa mereka menikah, kenapa..Hisk... Apakah kamu tidak tahu saya sangat mencintainya,kenapa mereka yang di takdirkan menjadi suami istri,,kenapa..Hisk..Hisk.. Kenapa.."
Sementara di kediaman Zillan, Zillan sangat overprotective terhadap Dania,tidak di izinkan Dania bikin ini bikin itu.
"Mas,biarkan saya sedikit bergerak melakukan sesuatu kalau kerjaan saya bangun tidur bangun tidur sangat tidak baik untuk anak kita,dulu saat saya hamil Sasa, Nelson aja masih memberikan saya sedikit kebebasan melakukan apa pun."Ucap Dania dengan kesal.
Zillan yang mendengar Dania membandingkan dirinya dengan Nelson saat merawatnya sedang hamil ia pun menjadi sedikit kesal terhadap istrinya ini,masa bandingkan suaminya dengan pria lain.
Ya..Sudah dua minggu keluarga kecil Zillan sudah keluar dari rumah sakit dan kini semua baik-baik saja,Sasa pun sudah sadar dan kini ia sedang bersama Nelson dan Zillia di apartment dulu Nelson beli untuk Dania tinggal saat Dania memutuskan untuk kembali ke sini.
"Itu tak sama sayang,kan saya suaminya kamu dan ayah dari anak yang ada di dalam perut kamu ."Ucap Zillan dengan sabar padahal ia sudah sangat kesal karena Dania membandingkan dirinya dengan Nelson.
"Walaupun Nelson bukan ayah kandung Sasa tapi dia merawat saya dan Sasa sangat baik bukan, Coba lihat Sasa lahir dengan sangat baik juga sangat cantik kan."Ucap Dania lagi.
"Iya..Iya..Nelson sangat pandai merawat kalian dengan sangat baik,Sasa bisa lahir dengan cantik itu pun karena Sasa mempunyai orang tua yang cantik dan tampan bukan karena Nelson yang merawat kalian dengan sangat baik kali."Ucap Zillan dengan kesal .
Dania yang mendengar nada kesal suaminya ia pun tersenyum.
"Udah deh jangan kesal lagi dong ,Mas.Masa gini saja sudah kesal."Ucap Dania.
"Mana ada suami yang tidak kesal jika istrinya membandingkan dirinya dengan pria lain,sayang."Ucap Zillan.
"Makanya jangan biarkan saya tidak boleh melakukan apa pun ,Mas.Karena saya bisa tiba-tiba ingat saat saya hamil Sasa gimana gitu."Ucap Dania.
"Baiklah... Baiklah...Yang penting kamu harus janji sama Mas kamu harus hati-hati dan tidak boleh kecapetan."Ucap Zillan akhirnya mengalah.
__ADS_1
"Iya.. Saya janji... Lagian saya juga harus tepati janjiku sama Nelson harus jaga baik-baik anak kedua ku ini.Kan Nelson mau jadi Daddy nya lagi.Iya kan sayang ku."Ucap Dania dengan sengaja lalu mengelus perutnya yang sudah sedikit buncit dan membuat Zillan semakin kesal.
Entah kenapa Dania jadi suka membuat Zillan kesal dan itu sangat menghiburnya.
"Sayang..Ini anakku ,kamu yang harus tepati janjimu kepada ku bukan kepada pria lain."Ucap Zillan dengan nada yang semakin kesal.
"Iya..Iya...Jangan marah lagi dong.Yang hamil saya kok Mas yang mudah marah sich.Setahu saya wanita hamil itu lebih mudah marah-marah loh."Ucap Dania dan Zillan hanya diam saja tidak mau berdebat dengan istrinya lagi.
sementara di apartment Nelson, Zillia sedang memasak makanan kesukaan Sasa dan Nelson.Setelah siap masak Zillia pun memanggil Sasa dan Nelson makan bersama.
"Bagaimana rasanya,apakah enak."Tanya Zillia kepada Nelson dan Sasa.
Tak lama Dania keluar dari rumah sakit Zillia selalu bertanya kepada Dania cara memasak sesuatu yang enak dan tentu saja Dania tahu Zillia ingin memasak sesuatu untuk Nelson jadi yang Dania ajarin kepada Zillia itu semuanya adalah makanan kesukaan Nelson.
"Hmm.. Gimana ya.."Ucap Nelson sedang berpikir lalu ia pun sengaja tanya ke Sasa gimana rasanya.
"Gimana Sasa..Apakah enak .."Tanya Nelson kepada Sasa.
"Hmm... Sebaiknya tante sendiri coba aja deh.."Ucap Sasa lalu mengedipkan matanya kepada Nelson.
Zillia melihat tingkah Sasa kepada Nelson ia menjadi ragu untuk mencobanya.
"Apakah tidak enak."Tanya Zillia.
"Hmm...Kamu coba aja, Zillia."Ucap Nelson.
"Baiklah."Ucap Zillia.
Sebenarnya bukan tidak enak hanya saja Nelson dan Sasa memang sengaja mengerjain Zillia.
Saat Zillia mengambil sendok dan garpu untuk mengambil salah satu menu lauk yang ia masak tadi , Nelson melihat jari telunjuk Zillia terluka karena kena pisau saat memotong sayur dan tanpa membungkus dengan kain handsaplast dan juga beberapa bintik merah di punggung tangan Zillia ia pun menghentikan Zillia dengan menyentuh tanga Zillia yang hendak mengambil lauk sayur untuk mencobanya.
__ADS_1
"Apakah tanganmu terluka saat masak tadi."Tanya Nelson kepada Zillia dan Zillia pun segera melepaskan sentuhan tangan Nelson lalu menyembunyikan di bawa meja.
"Ngak kok, tangan saya baik-baik saja."Ucap Zillia.
"Hmmm...Kalau lauknya gak enak kita pesan go food aja ya."Ucap Zillia.
"Kalian tunggulah sebentar saya akan pesan go food dulu ."Ucap Zillia dan hendak beranjak dari tempat duduknya dan Nelson pun langsung mencegahnya.
"Gak perlu pesan go food,masakanmu enak kok.Kamu duduklah dulu."Ucap Nelson lalu ia mengambil kotak obat yang di simpan di dalam salah satu di lemari dapur.
Tak berselang lama Nelson pun duduk di samping Zillia dan mengambil tangan Zillia yang terluka lalu ia menuangkan sedikit betadine ke jari telunjuk Zillia dan Zillia pun menahan rasa pedih di jarinya.
Nelson yang melihat Zillia menahan rasa pedih di jarinya ia pun meniup jari Zillia agar tidak terasa pedih lalu ia membungkusnya dengan kain handsaplast dan juga mengambil obat oles untuk oles ke tangan punggung Zillia yang terkena minyak.
Zillia tertegun melihat semua tingkah Nelson kepadanya,ia menatap wajah Nelson di dekatnya tanpa berkedip.Lalu tiba-tiba....
"Tante...Apakah wajah Daddy ada sesuatu, kenapa tante lihat Daddy telus dali tadi."Ucap Sasa dengan polos dan membuat Zillia menjadi sangat malu.
"Hah...I..Itu...Gak..Gak ada apa-apa kok ."Ucap Zillia salah tingkah dan langsung menundukkan kepalanya dengan wajah yang sudah mulai merah merona.
"Dasar ponakan sialan, selalu bikin saya malu aja."Batin Zillia dengan kesal.
Nelson yang melihat wajah Zillia mulai merah ia pun merasa Zillia sangat gemas.Sebenarnya Nelson sadar kok dari tadi Zillia terus menatapnya hanya ia tidak tahu harus bertingkah seperti apa jadi ia pun dengan santai mengoles luka tangan Zillia dan mengabaikan tatapan Zillia terhadapnya.Tetapi ia tidak tahu Sasa dengan polos mengatakan hal yang membuatnya menjadi malu .
"Gemas banget lihat wajahnya gitu merah."Batin Nelson dengan tersenyum saat melihat wajah Zillia merah merona.
Jangan lupa klick like,favorit,hadiah, vote dan kommen ya ..🙏🙏🙏
Terima kasih juga sudah dukung Author dengan terus baca Novel Author ini..🤗🤗🤗
Dan maaf ya jika terdapat banyak typo yang Salah 🙏🙏🙏
__ADS_1