Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Bertemu Visha


__ADS_3

Naira terlihat telah duduk memangku laptop di atas ranjang. Dengan wajah kesal dan muramnya, dia bahkan tidak mengetahui suaminya yang masuk ke dalam kamar setelah selesai membereskan rumahnya.


Dia masih tetap menatap layar laptopnya, dan entah mengutak-atik apa di sana, hanya dia yang tahu.


Ardian tersenyum menatapi istrinya yang sedang marah tidak jelas. Pria itu pada mulanya hanya bersandar di muka pintu saja, tapi karena Naira masih saja tidak menyadari akan kehadirannya, membuat Ardian memilih untuk masuk, dan memeluk istrinya dari belakang.


Hap!


"Aku menangkapmu!" tersenyum dan mengecup pipi Naira.


Namun Naira memasang ekspresi yang masih sama, kesal dan cemberut. Ada apa si dengan wanita ini? apa dia sedang datang bulan?


"Kau ini kenapa, sayang? sejak pulang tadi wajah kamu sungguh jelek, aku tidak suka dengan raut muka yang seperti itu!" ledek Ardian, justru membuat Naira lebih kesal.


"Apa katamu? aku jelek? jadi katamu aku jelek? kau pikir aku ini tidak tahu apa kalau aku ini memang jelek? dasar laki-laki zaman sekarang! aku benci sama kamu! keluar saja!" wajah marah yang bertambah parah.


"Tapi bukan itu yang aku maksud." 😭😭


Bagaimana aku menjelaskannya padamu... 😭😭😭


Bingung yang sangat membingungkan.


"Sayang, aku hanya ingin kau bercerita apa yang sudah kau alami sore tadi? kenapa pulang langsung marah-marah tidak jelas begitu?!" mencoba lembut, selembut sutra.


"Hahh! dia sangat dingin!" ucap Naira, masih setia dalam kesalnya.


"Siapa yang dingin?"


"Itu, si Hana, ternyata dia orang yang seperti itu? dia bahkan tidak mau makan di luar, karena katanya akan membuang uang! kau tahu? aku jadi sangat lapar karena dia tidak mau aku ajak makan, aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya kehidupan Kak Allianz kalau Hana terus menerus seperti itu." Mendadak dia agak lirih, mungkin dia tengah memikirkan kakak kandungnya yang harus hidup satu rumah dengan Hana.


"Hah, kalau seperti itu, ya, kamu tidak usah pedulikan, kalau mau makan ya makan saja, tidak perlu menunggu sampai dia mau," ucap Ardian pada istrinya.


"Tapi yang tidak aku sangka, dia ternyata sedingin itu, seperhitungan itu, hahh! aku bahkan tidak bisa membeli apapun sebagai oleh-oleh untuk Shi Yuan, benar-benar menyebalkan!" kesal Naira.


"Dia dulunya teman baik kamu, jadi bagaimana pun kamu merasa kesal padanya, jangan pernah kamu tunjukkan ekspresi itu di depannya," ucap Ardian memberi saran.


"Hah, aku tidak tahu! dia bahkan sama sekali tidak cocok dengan kakakku, tidak tahu kenapa Kak Allianz hampir di buat gila karena di tinggal Hana selama satu tahun, ini sungguh tidak masuk akal bagiku!"


"Ah, sudahlah! cepatlah tidur! tidak usah di buat pusing, ini kan masalah mereka berdua, bukan urusan kita, jadi lebih baik," pelukan di pererat, dan makin bergerak nakal, "kita mulai adegan romantis kita saja.."


"Aish! kau ini! mau di apakan aku?"

__ADS_1


"Yang jelas, aku mau melahap sampai habis!"


Cup!


Umh....


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sementara itu, Allianz terlihat pulang larut malam. Meskipun pria itu pulang begitu larut, namun Hana masih setia menunggunya, dan tersenyum begitu lebar saat Allianz terlihat masuk dari arah luar.


Kriettt!!


Hana menoleh, dan mendapati sang suami yang telah berdiri di sisi pintu. Dia tersenyum lebar, dan bangkit untuk menyambut suaminya.


"Allianz, kau sudah pulang!?" mendekat dan memeluk suaminya..


Hap!


Allianz menerima pelukan itu dengan penuh kasih sayang, "kau belum tidur?"


Hana terlihat melepas pelukannya, "belum, aku tidak bisa tidur, padahal aku sudah mandi dan membersihkan kamar, tapi tetap saja tidak bisa memejamkan mataku.."


"Baiklah!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Satu Minggu kemudian, sama seperti biasa hari biasa, Allianz terlihat sudah tiba di kantor, meski waktu masih menunjukkan pukul setengah sembilan pagi.


Dia berubah menjadi sangat rajin akhir-akhir ini, apa lagi setelah dia menyadari kalau Hana begitu berarti dalam hidupnya, dia tidak ingin lagi kehilangan sosok wanita yang sedemikian sempurnanya dari hidupnya.


Namun, perjuangan mempertahankan rumah tangga, tak luput dari yang namanya jurang derita, jurang permasalahan dan konflik di dalamnya.


Meskipun sudah cukup baginya untuk merasakan betapa hancurnya hidup satu tahun tanpa seorang istri, namun lagi-lagi takdir memberinya ujian, dan kali ini, datang dari sahabat Hana, Visha.


Brakk!


"Arkh!" wanita itu memekik usai Allianz tidak sengaja menabrak tubuhnya yang tengah berusaha membawa setumpukan dokumen menuju ruangan Ardian, namun naasnya semua dokumen di dalam pelukan Visha jatuh berhamburan di lantai.


Tapi benarkah itu semua karena ulah Allianz? tentu saja bukan, dia yang punya akal licik ini untuk mencoba mendekati Allianz.


"Maaf, maaf, aku sungguh tidak sengaja!" ucap Allianz sambil mencoba memungut semua berkas yang berserakan.

__ADS_1


Pria itu mengulurkan semua dokumen itu pada Visha, dan kemudian menatap wajah wanita itu.


"Ah!?" seketika raut mukanya berubah total, "kamu!!"


Allianz begitu terkejut tatkala melihat sosok wanita yang tidak lagi asing baginya, bahkan sosok itu, sungguh familiar, meskipun hanya satu malam saja mereka bertemu.


"Kamu!! kau di sini!!?" dia bertanya dengan lirih, namun juga dengan penuh penekanan.


Visha pura-pura ketakutan, juga pura-pura sedih, wajahnya di pasang sepolos dan selugu yang dia bisa, saat berada di depan Allianz.


"Kau kenapa, kau kenapa ada di sini!?" tanya Allianz lagi, dengan suara terbata-bata, mengingat wanita itu yang pernah dia tiduri di malam sebelum dia bertemu dengan Hana.


"Ak-aku, maaf, aku harus pergi!" ucap Visha sok polos.


Wanita itu terus menunduk dan pergi meninggalkan Allianz.


"Tunggu!" namun rencananya benar-benar berhasil kali ini.


Dia berhenti dan tersenyum miring, sebelum akhirnya Allianz menghampiri dirinya yang terlihat memaku.


"Kau! apa kau wanita malam itu!?" tanya Allianz langsung pada poinnya saja.


Visha terlihat murung, dan sesekali mengusap air matanya.


"Kenapa kau malah menangis!? jawab aku, apa kau benar wanita yang malam itu!?" tanya Allianz lagi, berusaha selirih mungkin.


Visha hanya menjawabnya dengan anggukan kepala saja, dan langsung menangis terisak.


Allianz mengusap dahinya, dan juga beralih ke rambutnya. Hatinya benar-benar kacau saat mengetahui bahwa wanita itu memang benar wanita yang dia tiduri di malam itu.


"Baiklah! aku akan bayar kamu, maaf malam itu aku tidak membayar jasamu!" Allianz mulai mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompet kecilnya.


Melihat kelakuan Allianz, sontak saja Visha mencegatnya, "kau pikir aku wanita malam? yang bisa kamu tiduri, lalu setelah itu kau menyelesaikannya dengan uang!?" tanya Visha berpura-pura membela harga dirinya.


"Ayolah! jangan memperkeruh masalah, itu hanya ketidak sengajaan! aku minta maaf!"


"Buang saja uang kamu! aku tidak butuh uangmu!" wanita itu terlihat berjalan menjauh dari Allianz, dan berpura-pura mengusapi air matanya..


Heng! jadi hanya seperti itu, aku di matamu?


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2