Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Masalah Dari Seberang


__ADS_3

"Apa?" Hana begitu terkejut saat mendapati kabar kurang baik dari seberang.


Seseorang menghubungi dia dan mengatakan bahwa ada konsumen yang berteriak dan meminta pertanggung jawaban di dalam tokonya.


Mendengar kabar mengejutkan itu, Hana tidak langsung berpikir untuk datang kesana, lebih baik baginya untuk diam di rumah dan memerintahkan seseorang untuk mengurus permasalahan di sana.


Ia memberitahu seseorang di balik telepon itu untuk bersabar menunggu. Ia harus memanggil seseorang untuk di kerahkan kesana dengan segera.


Hana yang pada saat itu tengah di buat sibuk memoles si merah merona di bibirnya pun harus meninggalkan kaca riasnya dan memfokuskan diri untuk mengurus masalah ini.


Ia mematikan sambungan teleponnya, dan bergerak menuju ke sisi ranjang, mencoba menghubungi orang lain di perusahaannya.


Bip!


Seseorang di seberang sana terdengar mengangkat panggilan darinya. Ia sangat berharap orang ini bisa membantunya. Apalagi dia adalah direktur marketing di kantornya, bukankah seharusnya akan begitu mudah menyelesaikan masalah di sana melalui orang ini?


"Hallo, Nyonya.."


Sapa orang tersebut dari seberang.


"Axel, ada masalah di toko kawasan jalan G, kau bisa mengatasinya, bukan? aku baru saja mendapat kabar ini barusan, dan aku punya meeting sekitar jam sembilan pagi," ucap Hana pada Axel di seberang sambungan teleponnya.


"Baik, Nyonya, akan saya atasi!"


"Baiklah!"


Bip!


Setelah mendapat persetujuan dari pihak di seberang, Hana langsung bergegas memperindah bibir cantiknya dan memulai aktivitas menuju ke kantornya.


Bagaimanapun masalah ini tidak bisa di selesaikan dengan cara panas, jadi ia lebih memilih untuk lebih berpikir dingin dan santai menghadapi masalah ini.


Toh, siapapun yang ada di sana, masih belum tentu dia memang pemakai produk miliknya. Bukankah selama ini ia tak mendapat keluhan apapun dari konsumen? kenapa sekarang saat produknya mulai gemilang, mendadak ada-ada saja yang mengirim masalah ini?


Aish!


Ia jadi berpikir yang bukan-bukan, jadi berpikir apa mungkin orang di sana adalah orang yang sengaja di kerahkan untuk menghancurkan perusahaan dan juga produknya.


Hahh!


Untuk sekarang biar saja Axel yang akan mengurusnya, ia masih tidak mau membuat masalah ini jadi berbelit, ia juga harus menyelesaikan masalah kerja sama dengan berbagai perusahaan itu, jadi ada baiknya tidak terlalu merepotkan diri untuk mengurus masalah ini.


Bergegas saja dia berjalan ke luar rumah dan menuju ke mobil yang telah di siapkan oleh Zarren sebelum dia keluar dari rumahnya.


Dengan sangat sopan, Zarren terlihat menyapa nyonya besarnya dengan senyuman ramah.


"Pagi, Nyonya.."


"Pagi, Zarren," balas Hana dengan penuh senyuman.


Zarren lantas membukakan pintu mobil dan masuklah Hana ke dalamnya.


Blam!


Pintu di tutup dengan sempurna, dan berlarilah Zarren ke arah lain dan masuk juga ke dalam mobilnya, duduk di belakang kemudi.


Mereka pun terlihat mulai bergegas menuju ke kantor. Meeting yang akan di lakukan sekitar jam sembilan pagi membuat Hana tak punya banyak waktu saat ini.


Untunglah Zarren mengetahui kondisinya yang sedang kepepet sekarang. Pria itu pun melakukan kendaraannya jauh lebih cepat dibanding biasanya.


Waktu telah menunjukkan pukul setengah sembilan, jadi hanya ada sisa waktu setengah jam untuk sampai ke kantor Hana.


Dan Zarren yang cerdik pun lebih memilih untuk melalui jalanan pintas untuk mempersingkat waktu. Dia tahu kalau melewati jalan raya pasti akan terlambat akibat kecelakaan, jadi melalui jalan pintas agaknya pilihan yang sangat tepat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi itu Allianz dan Visha masih belum juga bersiap-siap untuk bekerja. Mereka lebih memilih untuk duduk santai dulu di dalam rumah karena memang hari ini kantor Allianz pun tak terlalu banyak pekerjaan.


Direktur utama perusahaan yang di tempati Allianz telah memberinya jatah kerja sore hari ini, ya, hitung-hitungan juga untuk memberi bonus karena keberhasilan Allianz melakukan pekerjaan semalam.


Mereka jadi lebih leluasa pagi ini, bahkan keduanya pun masih asik menikmati kopi di atas meja yang berada di teras belakang rumah, dengan beberapa camilan pula di sana.


Asik bercanda ria berdua dengan romantis, Visha terlihat membuka ponselnya, pada mulanya ia hanya ingin mengecek ada kabar apa di ponselnya.


Tapi ia mendadak mendapat berita viral yang masuk di notifikasi ponselnya. Ia lantas membukanya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Namun ia begitu terkejut saat dia mendapati video seorang wanita yang tengah melakukan protes di sebuah toko dengan wajah yang sudah merah-merah di sertai bentol-bentol jerawat pula di sana.


Visha tercengang melihat berita tersebut, dan memperlihatkannya pada sang suami di sampingnya.


"Sayang, lihat ini! ada kabar terbaru, tapi kok kayanya ini dari perusahaan terkenal, si?" tanya Visha sambil menyodorkan ponselnya ke arah sang suami.

__ADS_1


"Mana coba aku lihat," ucap suaminya sambil meraih ponsel dari tangan sang istri.


Allianz melihat video tersebut, dan senyumnya merekah dengan sempurna. Yes! usaha semalam rupanya telah membuahkan hasil.


Visha jadi bingung kenapa dengan sang suami dengan senyum anehnya itu. Ia pun langsung bertanya pada suaminya apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Mas, kamu ini kenapa si? kok kamu malah senyum-senyum begitu?" tanya Visha pada suaminya.


"Sayang, grup H.A. sepertinya akan mengalami kemerosotan dalam penjualan, bukankah itu artinya kita tidak perlu lagi untuk khawatir?" tanya Allianz pada istri mudanya.


"Apa maksud kamu?" dia masih saja merasa bingung.


"Hei, coba kau lihat baik-baik, bukankah ini toko cabang dari grup H.A. apa kamu tidak sadar?" tanya suaminya lagi.


Allianz mendekatkan kembali ponsel ke pada istrinya, dan menunjukkan pada istrinya tentang bukti atas grup H.A. tersebut.


Visha baru menyadarinya, setelah ia melihat secara spesifik di mana letak wanita itu tengah melakukan sebuah protes.


"Kau benar, kenapa grup H.A. jadi buruk seperti itu? bukankah selama ini dia yang menduduki posisi ketiga penjualan kosmetik terbesar di kota setelah Ardian Grup dan juga Perusahaan Lu Zafier?" ia jadi merasa bingung.


"Menduduki posisi ketiga atau keempat, sekarang sudah tidak penting lagi, bukankah itu artinya dia sudah mundur dari persaingan pasar? lihat saja, mana ada konsumen yang mau membeli produk mereka kalau sudah ada laporan semacam ini? dan aku yakin, tak lama lagi semua perusahaan yang akan mengajak dia untuk bekerja sama pun pasti akan segera di batalkan." Ucap Allianz dengan begitu yakin.


Melihat sikap sang suami yang sangat senang dengan kabar ini membuat Visha bingung. Seperti ada yang di sembunyikan sang suami darinya, tapi apa itu, dia sendiri masih belum tahu.


Mungkin semua yang di sembunyikan oleh suaminya memang bukan hal yang pantas dia dengar, jadi lebih baik untuk mengabaikannya saja, toh, suaminya bukanlah seseorang yang pandai berbohong.


Drrrttt Drrrttt


Mendadak seseorang menghubungi ponsel suaminya, dan itu membuat Visha harus mengakhiri ras curiga itu pada Allianz.


Bergegas saja Allianz mengangkat panggilan dari seseorang di seberang sana.


Bip!


"Hallo, Pak!"


"*Kerjamu sangat bagus, selang beberapa detik setelah orang suruhan kamu mengunggah videonya, semuanya jadi viral, banyak komentar negatif yang pad akhirnya akan menjatuhkan grup H.A. kau sangat cerdas dalam pekerjaan kali ini, aku memberi kamu bonus untuk kemenangan ini, dan juga cuti dua hari untukmu, sore ini tidak perlu datang ke kantor, nikmati saja uang yang akan aku kirim ke rekening kamu*!"


Ucap sang direktur utama di seberang, merasa sangat puas dengan hasil kerja Allianz.


"Terima kasih, Pak! senang anda puas dengan pekerjaan saya!" ucap Allianz pada pria di seberang, dan akhirnya memutuskan sambungan mereka berdua.


Benak Visha diam-diam menyelidik, tak ingin ketinggalan jauh dengan obrolan yang di maksud oleh suami dan bos besarnya di seberang.


Kini terlihat wajah Allianz yang sangat senang, hingga berkali-kali dia menyimpulkan senyuman di bibirnya di depan istri cantiknya itu.


Dia pun meletakkan kembali ponselnya di atas meja dan mulai bergerak menyeruput kopi miliknya.


Slurp!


Tak!


Matanya kembali menatap istrinya di sebelah, sesaat setelah dia berhasil meletakkan kopinya di atas meja kembali.


"Sayang, hari ini dan besok kita nikmati liburan bersama-sama, ya.." ucap Allianz pada istrinya, "aku baru saja dapat bonus besar dari kantor, katanya hasil kerjaku memuaskan, jadi bagaimana kalau kita ajak anak kita liburan?"


"Mas, kita baru saja liburan sekitar dua pekan yang lalu, lagi pula waktunya juga sangat mepet, kenapa tidak ajak jalan-jalan ke kebun binatang saja? jadi tidak perlu mengatur semuanya dengan rumit, bukan?"


"Kau benar juga, baiklah, ayo kita lakukan, kita bersenang-senang dua hari ini.." ajak Allianz dengan senang hati pada istrinya.


"Memangnya kamu melakukan apa sampai bos besar kamu sepuas itu?" tanya Visha menelisik pada sang suami.


"Dia bilang kerjaku mengurus bisnis di luar kota kemarin sangat memuaskan, jadi dia memberi aku bonus dan juga cuti selama dua hari," jelas Allianz tentu saja menyertakan bumbu kebohongan juga di sana.


"Jadi begitu, ya.."


*Aku sudah salah menduga rupanya*..


"Baiklah, jangan terlalu banyak pikiran, mari kita jalan-jalan hari ini dengan Alvis, dan nikmati waktu kita dua hari ini.."


...----------------...


Sementara itu, Hana tengah di sibukkan dengan berbagai laporan dari beberapa pihak yang ingin bekerja sama dengannya.


Meeting yang seharusnya di lakukan pagi ini dengan beberapa perusahaan untuk bekerja sama dengan grup H.A. mendadak di batalkan saja dengan sangat misterius.


Ia jadi pening sendiri. Kasus wanita yang melakukan protes di cabangnya telah merambah kemana-mana dan itu sudah berhasil memengaruhi kerja sama yang akan dia lakukan.


Hahh!


Dia memijat dahinya sambil memeriksa beberapa laporan di tangannya. Bukankah ini hanya satu cabang saja yang mengalami masalah? kenapa jadi mempengaruhi seluruh pemasaran di kota? kenapa jadi semua cabang mengadu hal yang sama?

__ADS_1


Aish!


Padahal sejauh ini semuanya baik-baik saja, tidak ada keluhan dari konsumen, dan juga tidak ada laporan semacam ini. Kenapa sekarang jadi sangat parah? apa karena kepemimpinannya yang masih awam setelah sekian lama dia tak terjun di bidang ini?


Seharusnya tidak menyalahkan diri sendiri karena situasi ini, karena bagaimanapun juga Hana tidak tahu menahu permalasahan semacam ini.


Hahh!


Jadi pusing sendiri. Semua cabang memberi dia kabar kalau penjualan merosot tajam akibat video wanita yang viral itu. Dan akan di pastikan kalau terus menerus seperti ini, maka perusahaannya akan segera bangkrut.


Dia berpikir keras bagaimana caranya mengatasi masalah ini. Hingga setelah dia berpikir dengan dalam, dia akhirnya meminta Axel untuk melakukan sebuah tindakan pada wanita itu.


Dengan bergegas dia menghubungi Axel yang masih di sibukkan mengurus masalah di sana. Ia tak mau laki-laki itu mengambil langkah yang terlalu lambat dalam urusan ini.


Bip!


Terdengar dari seberang panggilan darinya di angkat. Ya, Axel memang harus mengangkat panggilan dari Nyonya besarnya meski dia tengah di buat sibuk mengatasi wanita gila ini.


"*Hallo, Nyonya*!"


"Axel, bisakah kau tidak terlalu lama mengurus wanita itu di sana? aku ingin dia di bawa ke rumah sakit sebagai bentuk pertanggung jawaban kita, jangan menunda waktu lagi, ini sungguh akan memperkeruh suasana!!"


"*Iya, Nyonya, tapi*....



*Apa kalian sungguh tidak waras? menjual kosmetik yang memiliki bahaya seperti ini? coba kalian semua lihat, betapa buruknya wajahku setelah mengenakan produk mereka! kalian sungguh berbuat curang! pantas saja harganya murah*.."



Di seberang terdengar dengan jelas wanita itu yang terus mengoceh sambil menangis keras karena kulit di wajahnya sudah memerah semua.


"Hahh!" Hana memijit alisnya lagi, merasa sangat pusing dengan semua yang terjadi.


"*Nyonya, dia terus mengamuk di sini, aku dan beberapa bodyguard tidak bisa menghentikan amukannya*!"


"Aku tidak butuh alasan seperti itu dari mulutmu! sekarang aku minta kalian membawa wanita itu ke rumah sakit yang aku inginkan! aku mencurigai ada sesuatu yang ganjil di sini!"


"*A*?"


Mendengar ucapan dari Hana di seberang membuat Axel mengerti. Ia akhirnya memiliki pemikiran yang sama dengan Hana.


"*Baik, Nyonya, aku akan segera mengurus wanita gila ini*!"


"Ya!"


Bip!


Hana dengan cepat mematikan ponselnya dan mengganti salurannya menuju ke rumah sakit temannya yang terkenal di kota tersebut dan memiliki fasilitas yang sangat memadai.


"Hallo, Alta!"


"*Apa ini benar suara kamu, Hana? kenapa rasanya asing sekali*?"


"Hahh! aku punya banyak cerita yang tidak bisa aku ceritakan di sambungkan seperti ini, dan aku rasa sekarang juga bukan waktunya untuk bercerita.." ucap Hana pada laki-laki di sebrang.


"*Memangnya kau punya masalah apa? kenapa terdengar begitu serius*?"


Tanya Dokter Alta dari seberang sana.


"Aku punya masalah dengan konsumen produk yang aku jual, dia butuh pemeriksaan ketat di rumah sakit kamu, aku harus mengirimnya padamu karena hanya kau yang bisa aku percaya!"


"*Baiklah, datang saja kemari, aku akan mengurus semua masalah yang kau berikan*!"


"Aku juga ingin kau memeriksa keseluruhan tentang penyebabnya, karena aku mencurigai sesuatu di sini, jadi tolong bantu aku, ya.."


"*Aish, kau ini! apa kau masih tidak paham dengan sahabat lama kamu ini? aku selalu mengirimkan semua yang kamu butuhkan dariku, jadi tidak usah cemas, serahkan saja semuanya padaku*!"


"Baiklah, terima kasih, Alta!"


"*Ya! kalau begitu sampai nanti, ya*.."


"Ya!"


Bip!


Hana mematikan sambungannya dengan Dokter Alta dan segera bergegas mengurus sesuatu yang lain.


Semoga saja ini bukan akhir dari segalanya...


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2