
Keesokan harinya Keluarga besar Donzello bersiap-siap berangkat ke panti asuhan untuk merayakan hari ulang tahun Sasa.Semuanya sudah di siapin dan tamu pun sudah mulai berdatangan.Begitu juga dengan Nelson dan Aruna pun baru saja sampai di sana.
Masalah Nelson mencium Aruna pada malam itu baik Nelson maupun Aruna mereka berdua berusaha bersikap seperti biasa saja dan seperti tidak terjadi apa-apa walaupun kadang saat bertemu memiliki rasa yang canggung.
Nelson ingin meminta maaf lagi pada Aruna tetapi entah kenapa setelah melihat Aruna Nelson jadi tidak berani meminta maaf pada Aruna karena ketika melihat Aruna bersikap seperti biasa-biasa saja Nelson pun tidak mau Aruna mengingat hal itu kembali.
"Zillia."Panggil Aruna saat bersama Nelson mendekati Zillia yang sedang berada di meja menu ambil sesuatu untuk di makan.
Zillia pun menoleh ke arah Aruna dan mendapati Nelson datang bersama Aruna.
"Eh..Kalian sudah datang..."Tanya Zillia sambil memasukan buah salad ke dalam mulutnya.
"Iya..baru saja kami sampai."Ucap Aruna.
"Dania dan Sasa di mana, Zillia."Tanya Nelson kepada Zillia.
"Itu..lagi duduk di sana."Ucap Zillia menunjukkan tempat di mana Dania dan Sasa berada.
"Baiklah.. Kalau begitu saya ke sana dulu."Ucap Nelson lalu di angguk oleh Aruna dan Zillia.
"Aruna ,boleh saya Tanya sesuatu."Ucap Zillia setelah melihat Nelson sudah pergi dari sana.
"Boleh,, silakan tanya."Ucap Aruna sambil ambil salad dan memakannya.
"Hmmm... Apakah kamu dan Nelson sedang berdekatan."Tanya Zillia.
Uhuk..uhukk...Aruna tersedak buah salad yang ia makan setelah mendengar apa yang di tanyakan oleh Zillia.
"Pelan - pelan makannya,,ni minum."Ucap Zillia menyerahkan satu gelas minuman kepada Aruna.
"Terima kasih."Ucap Aruna mengelus dadanya.
"Jadi,,,Apa benar kamu dan Nelson sedang berdekatan."Tanya Zillia lagi.
"Ngak kok,,, kalau kamu lihat kami sering bersama itu kan karena saya sekretarisnya dan hubungan kami hanya atasan dan bawahan saja "Ucap Aruna .
"Benarkah begitu.."Tanya Zillia.
"Hum,,Tentu saja benar.Tetapi kenapa kamu tanya begitu.Jangan-jangan kamu..."
"Sembarangan,,bukan seperti yang kamu pikirkan,kan saya sering lihat kalian sering bersama jadi saya kirain kalian lagi sedang berdekatan."Kilah Zillia dan Aruna pun percaya begitu saja.
"Baiklah,,Ayo kita ke sana juga."Ucap Zillia.
"Ayo.."
__ADS_1
"Hallo,,Sasa... Selamat ulang tahun ya."Ucap Aruna kepada Sasa ketika ia bersama Zillia sudah berada di dekat di mana Dania dan Nelson duduk bersama Sasa juga.
"Telima kasih ,Tante."Ucap Sasa.
"Sama-sama."Ucap Aruna lagi dan duduk berhadapan dengan Nelson sedangkan Zillia duduk berhadapan dengan Dania.
"Pak Nelson, kamu tidak makan "Tanya Aruna kepada Nelson dan Nelson pun mengernyitkan keningnya ketika melihat Aruna.
Lalu Nelson menarik selembar tisu yang ada di meja tempat mereka duduk mengelap bibir Aruna yang terkena noda tadi saat makan buah salad.
Bukan Aruna saja,tetapi Dania dan Zillia pun tertegun melihat Nelson mengelap bibir Aruna yang kena noda buah salad.
"Makan yang benar,masa gini dewasa makannya sampai bibir ternoda sesuatu."Ngomel Nelson saat mengelap bibir Aruna.
Dania yang melihat tingkah sahabatnya ini pun merasa heran.Setahu Dania, Nelson sangat sulit berdekatan dengan dengan wanita lain apa lagi menyentuh wanita lain tetapi sepertinya tidak dengan Aruna.
"Apakah Nelson menyukai Aruna."Batin Dania.
Lalu Dania yang menyadari tatapan sedih dari Zillia ia pun tidak tahu harus berbuat apa.
"Semoga saja kamu bisa mendapati hati Nelson,jika tidak saya harap kamu bisa ihklas , Zillia."Batin Dania menatap Zillia.
"Eh..Terima kasih Pak Nelson,saya bisa sendiri."Ucap Aruna ingin membersihkannya sendiri.
"Sudah,,diam saja jangan bergerak."Ucap Nelson dan membuat wajah Aruna menjadi merah.
"Hah.."Ucap Aruna terkejut dan memegang pipinya dengan kedua tangannya.Nelson yang melihat tingkah Aruna ini ia pun tersenyum menggelengkan kepalanya.
Zillia yang sudah tidak bisa menahan rasa sesaknya lagi ketika melihat Nelson tersenyum melihat tingkah Aruna ia pun permisi masuk ke toilet.
Dania yang tahu Zillia menyukai Nelson ia pun menghela napasnya ketika melihat Zillia pergi dari sana.
Acara ulang tahun Sasa pun berjalan dengan lancar,kini semua tamu pun mulai pergi dari acara ulang tahun Sasa.
Dania yang melihat Nelson sedang duduk sendirian di sebuah kursi panjang di samping pohon ia pun mendekatinya.
"Nel.."Panggil Dania dan duduk di samping Nelson.
"Apakah para tamu sudah pulang semua."Tanya Nelson kepada Dania yang sudah duduk di sampingnya.
"Belum.."Ucap Dania.
"Kenapa sendirian duduk di sini ."Tanya Dania kepada Nelson .
"Seperti biasa cari angin "Ucap Nelson dengan tersenyum dan Dania pun ikut tersenyum.
__ADS_1
"Hmm... Boleh saya tanya sesuatu."Tanya Dania kepada Nelson.
"Silakan."
"Kamu dan Aruna... Mempunyai suatu hubungan ?"Tanya Dania dan Nelson menoleh ke arahnya.
"Hubungan kami hanya atasan dan bawahan saja.Jangan banyak pikir Dania."Ucap Nelson.
"Tetapi yang saya lihat tidak seperti itu."
"Jadi yang kamu lihat itu seperti apa ?"
"Seperti kamu mempunyai perasaan terhadapnya."
"Hahaha..Apa benar kelihatannya seperti begitu..Kamu terlalu banyak pikir kali."Ucap Nelson.
"Kita bukan baru mengenal,saya tahu kamu tidak mudah dekat dengan wanita lain apalagi menyentuhnya seperti tadi kamu mengelap bibir Aruna."Ucap Dania dan membuat Nelson menolehnya lagi.
"Atau kamu sendiri tidak sadar dengan perasaanmu itu."Ucap Dania lagi.
Degggg...
"Benarkah begitu, kalau saya tidak menyadari perasaan saya terhadap Aruna ."Batin Nelson.
Lalu Nelson mengingat semalam saat makan di luar bersama Aruna , saat wajah mereka berdekatan dan tanpa ia sadari ia menarik Aruna mendekatinya lalu menciumnya.
Begitu juga tadi dengan reflesk ia mengambil tisu mengelap bibir Aruna.Setelah di pikir-pikir sepertinya Nelson memang merasa nyaman saat bersama Aruna dan ketika bersama Aruna , Nelson merasa sangat terhibur dengan keberadaan Aruna.
"Nel."Panggil Dania yang entah sudah ke berapa kali.
"Nel."Panggil lagi Dania dan akhirnya Nelson pun tersadar dengan lamunannya.
"Kenapa,, Apakah benar kamu tidak sadar jika kamu sudah jatuh cinta sama Aruna."Tanya Dania lagi.
"Sebenarnya...Jujur saja,saya tidak tahu tetapi keberadaan Aruna memang sangat menghiburkan saya."Ucap Nelson.
"Dan ketika bersamanya entah kenapa saya..Saya ..."
"Saya sama sekali tidak memikirkan mu lagi , Dania."Batin Nelson.
"Kamu kenapa ketika bersamanya.."Tanya Dania.
"Saya merasa sangat senang."Ucap Nelson.
"Lalu kalau ketika kamu bersama Zillia apakah perasaanmu akan seperti saat bersama Aruna."Tanya Dania.
__ADS_1
"Saya tidak tahu, Dania.Tetapi ketika mengobrol dengan Zillia saya pun merasa terhibur."Ucap Nelson.
"Jika Zillia dan Aruna menyukaimu,,Kamu akan memilih siapa."Tanya Dania dan kebetulan Zillia dan Aruna hendak berjalan mendekati mereka pun tiba-tiba menghentikan langkahnya dan mereka berdua saling pandang sejenak.