Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
Ep 36 Salah Paham


__ADS_3

"Mbak Dania.."Panggil Zillia saat sudah bersama ayahnya masuk ke dalam dan berdiri di samping ranjang Dania.


"Bagaimana perasaanmu,apakah lukanya masih sakit ?"Tanya Zillia kepada Dania.


"Saya baik-baik saja,Terima kasih."Ucap Dania dengan tersenyum.


"Baguslah jika begitu."Ucap Zillia.


"Ayah."Panggil Dania kepada Estu dan Di angguk oleh Estu.


"Tenanglah Nak,ayah akan membalaskan orang-orang yang telah menyakitimu."Ucap Estu.


"Terima kasih,Ayah."Ucap Dania.


Tok..tok..tok..


"Masuk"Ucap Nelson dan muncullah Kenzy Di depan pintu.

__ADS_1


"Selamat pagi semuanya."Sapa Kenzy kepada semua orang yang ada di sana.


"Pagi"Jawab Estu dan Nelson saja .


"Lan,ini pakain mu ."Ucap Kenzy menyerahkan sebuah paper bag yang berisi pakain bersih kepada Zillan dan Zillan pun mengambilnya lalu ia masuk ke dalam toilet menggantikan baju kerjanya yang bersih.


Tak berselang lama Zillan pun keluar dari toilet.Ketika Zillan keluar dari toilet Dania yang melihat dasinya belum Di pasang dengan rapi dan rambutnya masih sedikit berantakan rasanya ingin membantu Zillan merapikannya,tetapi karena di sini banyak orang maka Dania mengurungkannya niatnya.


"Dania,kamu baik-baik lah di sini.Setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya akan ke sini lagi."Ucap Zillan kepada Dania dan Dania pun mengangguk kepalanya.


"Kalau begitu saya...Saya pergi dulu."Ucap Zillan dan di angguk oleh Dania lagi.


"Tunggu sebental."Ucap Sasa lalu berjalan mendekati Nelson.


"Daddy boleh gendong Sasa."Ucap Sasa kepada Nelson dan Nelson pun menggendongnya.


"Om Zillan dekat sini sikit."

__ADS_1


Lalu Zillan pun berjalan mendekatinya dan tidak menyangka Sasa membantu Zillan merapikan Dasinya.Melihat itu Zillan tertegun ia merasakan sesuatu yang hangat di hatinya,sudah lama ia tidak merasakan seseorang yang membantu merapikan dasinya,walaupun sekarang yang merapikan dasinya adalah Sasa entah kenapa ia juga merasakan seperti Dania yang merapikannya lalu ia menoleh kearah Dania dan Dania pun tersenyum kepadanya.


"Cudah.."Ucap Sasa lalu Zillia yang mempunyai jiwa kepo mendekati Zillan dan melihat dasi Zillan yang sudah di rapikan oleh Sasa tadi.


"Wuahh,,, Sasa hebat ya bisa rapikan dasi Om Zillan."Puji Zillia kepada Sasa ketika melihat dasi kakaknya sudah rapi.


"Tentu saja tante,,Sasa sudah seling bantu Daddy lapikan dasinya ,,Sasa seling lihat cara mamy lapikan dasi untuk Daddy."Ucap Sasa tapi tanpa di mengerti olehnya ucapannya sangat menusuk hati Zillan.


Sering melihat Dania merapikan dasi Nelson..Apakah itu artinya hubungan mereka...


Zillan tidak berani memikirkan lebih dalam lagi,apakah Nelson akan seperti dirinya setiap hari berangkat kerja juga akan mencium kening Dania juga.


Orang-orang yang berada di sana mendengar ucapan Sasa tadi entah harus bereaksi seperti apa ,terutama Dania dan Nelson entah mau gimana menjelaskan kepada mereka karena kenyataannya tidak seperti yang mereka pikirkan.


Dania memang sering membantu Nelson memasangkan dasinya tapi bukan setiap hari,selama 5 tahun ini terkadang karena Nelson terburu-buru dan tidak memasang dasinya dengan rapi Dania pun dengan cepat membantunya merapikannya.Terkadang saat Sasa meminta Nelson menggendongnya Dan Nelson tidak bisa memasang dasinya Dania pun membantunya merapikannya.


"Ekhem.... Baiklah saya pergi dulu."Ucap Zillan dan tanpa melirik ke arah Dania lagi ia langsung beranjak dari sana dan keluar dari kamar penginapan Dania dan Di ikuti oleh Kenzy.

__ADS_1


Dania yang melihat Zillan pergi tanpa melihatnya lagi ,hatinya sedikit kecewa dan ia menundukkan kepalanya.


Nelson yang melihat Dania menundukkan kepalanya dan merasakan kekecewaan Dania,hatinya merasa tidak nyaman.Apakah Dania kecewa karena Sasa telah membuat Zillan salah paham terhadapnya dan ia tidak menjelaskan yang sebenarnya.


__ADS_2