
"Bersiap-siap lah sekarang saya akan membawa mu kesana."Ucap Nelson beranjak dari duduknya lagi.
"Kemana Pak."Tanya Aruna.
"Ketempat yang akan membuat saya senang."Ucap Nelson.
"Tung.. Tunggu Pak."Panggil Aruna menahan lengan tangan Nelson dengan kedua tangannya yang hendak berjalan keluar dari ruangan ini.
Lalu Nelson berhenti melangkah dan menatap kedua tangan Aruna yang menahan lengannya.
Sadar tatapan Nelson ke tangannya Aruna pun segera melepaskan tangannya dari tangan Nelson.
"Maaf."Ucap Aruna mengakat kedua tanganya.
"Apakah tidak ada syarat lain lagi Pak selain syarat ini."Tanya Aruna.
"Ada,,tapiii...."Jeda Nelson dan menatap Aruna dari atas sampai bawa.
"Kamu tidak cocok untuk itu."Lalu Nelson pun segera keluar dari ruanganya.
"Pak,,Pak Nelson."Panggil Aruna dan di abaikan oleh Nelson.
Siska yang duduk di tempat kerjanya melihat Nelson dan Aruna keluar dari ruangan Nelson dengan bingun.
"Apa yang terjadi di antrara mereka berdua."Gumam Siska.
Dan di sinilah sekarang Nelson dan Aruna.Aruna yang melihat beberapa wahana yang ada taman ini menatap dengan takjud.
"Jangan-jangan..."Batin Aruna.
"Ayo..Sekarang naik wahana ini lalu nanti ke wahana itu ,itu dan itu."Ucap Nelson lalu tarik tangan Aruna Naik wahana yang ia tunjukin tadi.
Sebenarnya Nelson memang sengaja mengerjain Aruna karena tadi Aruna menghindari untuk ganti rugi mobil Nelson yang tergores di depan mobilnya dan sebenarnya Nelson tidak keberatan untuk hal itu karena mobilnya hanya sedikit tergores saja.
Dan karena Nelson tidak ingin terlalu memikirkan Dania saat di kantor ia pun sengaja mengerjain Aruna,mungkin dengan begini bisa membuatnya senang dan melupakan Dania sejenak.Karena menurutnya kebanyakan wanita takut naik wahana yang tinggi dan Nelson ingin melihat ketakutan Aruna agar lain kali tidak berani main-main dengannya lagi.
__ADS_1
Tetapi yang Nelson tidak duga adalah ternyata Aruna sama sekali tidak takut ketinggian dan membuat Nelson semakin menantangnya.
"Sudah deh ,Pak.Istirahat dulu deh...Capek."Ucap Aruna dan Nelson pun menurutnya karena ia juga sudah capek.
"Baiklah."Ucap Nelson.
Setelah mereka duduk di kursi panjang yang ada di taman itu Nelson pun menyerahkan air minuman ke Aruna.
"Terima kasih."Ucap Aruna.
Baru saja mereka istirahat dan minum tiba-tiba ponsel Aruna bunyi dan Aruna pun mengakatnya.
"Hallo"
"APA.."
"Baik Bu,ibu tenang dulu ya Aruna sekarang segera ke sana "Ucap Aruna lalu menutup teleponnya dan menyimpannya di dalam tas nya.
"Apa ada yang terjadi ."Tanya Nelson melihat Aruna panik.
"Apa yang terjadi di sana ."Tanya Nelson lagi.
"Anak-anak panti asuhan keracunan makana,Pak."Ucap Aruna.
"Keracunan..Ayo..pergi sama-sama."Ucap Nelson lalu langsung beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke tempat parkir.
Di dalam mobil Nelson melihat Aruna sangat khawatir anak-anak panti asuhan, tiba-tiba ia mengingat Dania lagi.Dania juga sangat peduli terhadap anak-anak panti asuhan seperti Aruna sekarang.Wajah Nelson menjadi sedih ketika kembali mengingat Dania.
"Semakin saya ingin melupakanmu semakin saya mengingatmu, Dania."Batin Nelson.
Sesampai di panti asuhan Aruna dan Nelson masuk ke dalam panti asuhan dan melihat anak-anak panti asuhan terbaring di tempat tidur mereka.
"Bagaimana keadaan mereka ,Bu."Tanya Aruna kepada ibu panti asuhan dengan khawatir.
"Sangat di berkati Tuhan,anak tidak mengalami racun yang parah dan mereka tidak perlu untuk menginap di rumah sakit."Ucap ibu panti asuhan.
__ADS_1
"Kenapa mereka bisa keracunan ,Bu."Tanya Nelson yang juga ingin di tanyakan oleh Aruna.
"Mereka makan-makanan yang kadarluasa.Sekarang sudah di tangani oleh pihak yang berwenang."Ucap ibu panti asuhan dan di angguk oleh Aruna dan Nelson.
"Syukurlah jika begitu."Ucap Aruna dengan lega dan Nelson yang melihatnya pun tersenyum tipis.
"Ternyata sifatnya mirip dengan Dania,begitu peduli terhadap anak-anak panti asuhan."Batin Nelson lalu menundukkan kepalanya.
"Saya sangat merindukanmu , Dania.Apakah kamu sama seperti saya sedang merindukanku."Batin Nelson lagi.
Aruna yang kebetulan menoleh ke arah Nelson melihat Nelson dengan wajah sedih ia pun bertanya "Apakah kamu baik-baik saja,Pak "
Lalu Nelson pun menoleh ke arahnya dengan tersenyum dan berkata "Saya baik-baik saja."
"Apakah Pak Nelson juga sedih melihat anak-anak keracunan."Batin Aruna.
Sementara di Jakarta di sebuah kamar yang mewah seorang wanita sedang melihat no ponsel seorang pria yang dia rindukan.Entah sejak kapan Zillia merasa dia jatuh cinta sama Nelson,saat Nelson di Jakarta entah kenapa setiap kali melihat Nelson hati Zillia berdetak dengan cepat.Apalagi mendengar cerita Nelson dari Dania , Zillia merasa Nelson benar-benar pria yang baik dan membuat Zillia semakin ingin mendekati Nelson.
"Sedang apa ya dia di sana."Gumam Zillia menatap no ponsel Nelson yang di dapat dari Sasa.
Untung saja ponakan ini pintar masih ingat dengan nomor ponsel Daddynya.
"Mau chat kasih dia gak ya atau video call atau langsung menghubunginya saja."Ucap Zillia dengan ragu.
"Tapi mau ngomong apa ya ."Sambungnya lagi.
"Hmm.. Nelson.. Nelson..Kamu sungguh bisa membuatku begitu rindu denganmu,padahal kita hanya bertemu beberapa kali saja ,tapi kenapa hati ini merindumu."Batin Zillia lagi.
"Sudahlah,lebih saya tidur saja dari pada terlalu memikirkannya ."Ucap Zillia lalu memyimpang ponselnya dan langsung tidur.
Jangan lupa klick like,favorit,hadiah, vote dan kommen ya ..🙏🙏🙏
Terima kasih juga sudah dukung Author dengan terus baca Novel Author ini..🤗🤗🤗
Dan maaf ya jika terdapat banyak typo yang Salah 🙏🙏🙏
__ADS_1