Istri Yang Hilang

Istri Yang Hilang
#Setuju


__ADS_3

"Memangnya aku macam-macam yang bagaimana!? aku hanya akan mengangkat panggilan darinya saja, apa itu salah!?" tanya Visha pada Allianz.


Sementara ponselnya masih juga berdering, dan Hana nampaknya masih setia mencoba menghubungi sang sahabat.


"Kau pasti akan bicara semuanya! tapi jangan harap kau bisa melakukannya! karena sebelum kau mengatakan semuanya, aku akan lebih dulu membungkam mulut kamu!" ucap Allianz terlihat mengancam.


"Oh ya? kau akan menyumpal mulut aku pakai apa!? pakai tangan kamu!?" tanya Visha dengan berani, "kau mungkin bisa menyumpal mulutku, tapi hatiku akan tetap mencari keadilan, harga diriku harus kau bayar dengan pertanggung jawaban."


"Kau sudah gila! mana mungkin aku akan menikahi kamu? sedangkan aku ini sudah punya istri, kau jangan berangan terlalu jauh!" ucap Allianz agak kesal.


"Aku tidak berangan terlalu jauh, All! aku hanya menuntut keadilan atas diriku, sebelum aku datang di hadapan Hana, kau harus mempertanggung jawabkan semuanya!" wanita itu semakin tegas dalam ancamannya.


"Dengar, aku tidak akan mungkin menduakan istriku, kau juga harus sadar kalau dia juga sahabat kamu!" ucap Allianz pada Visha, tentunya lebih lirih, karena takut akan di dengar oleh semua orang di sana.


"Aku tidak peduli, kamu harus nikahi aku, atau aku akan datang ke rumah kalian, dan akan membuka semua kejadian yang terjadi pada malam itu!"


"Kau gila!" umpat Allianz sambil mencoba berjalan menuju ke dalam kantornya.


"All! mas All!?" panggil Visha, hingga membuat otak Allianz terasa mau pecah saja.

__ADS_1


"Dasar wanita gila!" umpat Allianz lagi.


"All, kau mungkin bisa menolak aku untuk sekarang, tapi mari kita lihat, apa yang akan terjadi padamu, kalau aku sampai datang ke rumahmu!"


Visha terlihat memiringkan senyumnya, dan kemudian terlihat menggesek layar ponselnya.


"Hallo.."


Prak!


Namun mendadak seseorang menjatuhkan ponsel dalam genggaman tangannya, seketika saja membuat Visha terkejut.


"Allianz!?" dia terlihat senang.


"Gila! dasar gila!!"


"Aku memang sudah gila, dan semua kegilaan dalam otakku ini, bermula dari kejadian mengasikan di malam itu, kau yang membuat aku gila! dasar tidak tahu diri!"


"Kau yang tidak tahu diri! bisa-bisanya kau ingin mencoba mengangkat panggilan dari istriku!"

__ADS_1


"Jadi kau takut!?" terlihat tersenyum miring, "kau takut aku mengatakan semuanya pada istri kamu!?"


"Kau!!"


"Kalau begitu nikahi aku, dengan begitu, aku akan jamin, semua rahasia kita di malam itu akan aman! aku akan memastikan semuanya aman!"


"Kau sungguh sangat berambisi!" dia terlihat terdiam, sambil terlihat terus berpikir keras.


"Kau akan memberikan jawaban apa!?"


"Baiklah, asal kau tidak bicara apapun pada istriku, aku akan mengabulkan semua permintaan kamu, termasuk untuk menikah denganmu!" ucap Allianz sedikit gemetar.


Namun berbeda dari Allianz yang gemetar dalam kalimatnya, Visha nampak tersenyum lega saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Visha.


"Tapi ingat! aku menikah dengan kamu bukan berdasar pada cinta, tapi karena memang aku terpaksa menikahi kamu! jadi jangan harap, aku akan mencintai kamu!" ucap Allianz, yang akhirnya setelah itu terlihat pergi seorang diri dari hadapan Visha.


Wanita itu terlihat membersitkan senyumannya, ia merasa puas usai pria itu mengiyakan dan menuruti keinginannya.


"Meskipun kau belum mencintai aku, aku yakin, kau tidak akan mengacuhkan aku! lihat saja bagaimana aku memancing nantinya!"

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2